Saya dan Simbah Wiseruh berbincang santai di teras sebuah mini market, Sabtu (13/9/2025). Teras adalah tempat yang nyaman buat kami mengobrol, yang kata anak muda deep talk. Di tempat itu tak jarang ide-ide besar dilahirkan.
Simbah Wiseruh bercerita, begini ceritanya:
Le, ada tiga tipe orang di dunia ini dalam hal melihat kesenangan. Yang pertama adalah orang yang senang mengeluh. Kedua, orang yang tidak senang mengeluh. Dan yang terakhir adalah orang yang senang tidak senang tetap mengeluh.
Seperti biasa, saya hanya manggut-manggut. Lalu saya bertanya, yang terbaik yang mana, Mbah?
Simbah menyeruput kopi susunya. Minimarket ini menjadi hub buat anak-anak muda. Lokasi yang strategis, parkiran luas, area makan yang nyaman, dan harga yang ramah di kantong adalah alasannya.
Di sana mereka bisa mengobrol dengan bebas. Mulai dari mau kuliah di mana, kerja di mana, kapan putus, hingga kapan menikah. Semuanya mengalir begitu saja, bak aliran banjir kanal barat di musim penghujan. Melimpah dan lancar.
Hutan beton sukses membuat hidup kita tersekat-sekat. Di lingkungan kerja kita pun tersekat oleh workstation. Sekat-sekat itu tak hanya membatasi fisik kita. Ia juga menyentuh pribadi kita. Kita tumbuh dan berkembang menjadi semakin individualis.
Di teras minimarket ini, sekat-sekat itu sedikit hilang. Paling tidak, ia tidak nampak secara signifikan.
Simbah kemudian melanjutkan ceritanya. Ingat, teko akan mengeluarkan isinya. Jika ia berisi kopi maka tak mungkin susu yang akan keluar. Demikian juga dengan kita. Jika kebencian yang ada di dalam dirimu maka ia yang akan keluar. Pun sebaliknya.
Setiap orang itu punya masalah masing-masing. Tidak ada manusia yang tidak punya masalah. Mereka yang sudah selesai masalahnya di dunia ini, tempatnya di alam kubur.
Mengeluh itu wajar. Normal. Namun ketika ia sudah menguasaimu, ini yang menjadi soal. Kamu mesti mengelolanya.
Seperti tadi, saya hanya manggut-manggut. Kemudian, saya mengulangi lagi pertanyaan. Jadi yang bagus, yang mana, Mbah?
Jka kamu adalah seorang pencinta maka pilihan kedua adalah opsi terbaik, jawab simbah ringkas tanpa catatan kaki.
Saya coba mencernanya. Sama seperti kemarin, kata-kata simbah masuk mengisi relung hati dan pikiran. Kali ini, giliran saya yang menyeruput americano.
Salam americano
(DPS)
Jakarta, Sabtu (13/9/2025) 17:23
#sruvuts

