Diksi Politik

Date:

Politik adalah kata yang dinamis. Ia terus bergerak, tidak kaku pun padat. Diksi politik itu cair. Bentuknya (tafsirnya) bisa berubah-ubah mengikuti wadahnya.

Apakah wadah politik? Wadah politik adalah kepentingan.

Dalilnya berbunyi tidak ada kawan atau lawan di dalam politik, yang ada adalah kepentingan.

Kepentingan apa dan siapa? Jawabnya adalah banyak. Banyak bidang dan banyak orang.

Misalnya kepentingan identitas. Ketika kepentingan seseorang adalah identitas maka kata politik lekas ditempeli identitas. Jadilah diksi politik identitas.

Apa itu politik identitas? Boleh apa tidak? Baik atau buruk? Ya ndak tahu kok nanya saya.

Lainnya adalah kegembiraan. Ketika kepentingannya adalah terlaksananya kompetisi yang penuh riang gembira, kata politik cepat ditempeli kegembiraan. Jadilah politik kegembiraan.

Adalagi gagasan. Di dalam sebuah kompetisi pemilihan seorang pemimpin, masyarakat tidak mau membeli kucing dalam karung. Oleh karena itu, di dalam proses pemilihan tersebut, tidak hanya kegembiraan pun figur yang penting tetapi juga gagasan. Gagasannya apa? Melanjutkan atau perubahan?

Di sinilah kemudian kata politik bersenyawa dengan gagasan. Jadilah politik gagasan.

Diksi politik itu cair. Bentuknya (tafsirnya) bisa berubah-ubah mengikuti wadahnya.

Baca juga : Denda Pelanggaran Ganjil Genap di Jakarta

Diksi Politik

Masih banyak lagi contoh yang lainnya. Menurut catatan saya, teman dari kata politik yang pernah digunakan menjadi diksi adalah politik santun, politik kebersamaan, politik gotong-royong, politik kebencian, politik belah bambu, politik kebenaran, politik minyak goreng, politik dagang sapi, politik kuliner, politik arsitektur, politik seni, politik akal sehat, politik elektoral, politik transaksional, politik anggaran, politik kebangsaan dan lainnya.

Yang terbaru, yang baru saya baca adalah deterjen politik. Kata deterjen yang diletakkan di depan kata politik.

Diksi deterjen politik digunakan untuk menggambarkan tentang langkah seseorang yang ia lakukan untuk membersihkan, mencuci seseorang yang dinilai kotor di masa lalu.

Jika melihat tondo-tondonya, di tahun politik ini, kata politik akan terus mengalir dan menekan ke segala arah. Seperti sifat benda cair yang saya singgung di awal tulisan. Dan ia akan datar jika kondisinya dalam keadaan tenang.

Salam tenang.

© DPS

Kemayoran, Jakarta, 24/8/2023 04:00

#melekbahasa
#melekberita

Image by melekberita

Arya Dwi Sasangka
Arya Dwi Sasangkahttps://melekberita.com
Melekberita.com bukan produk jurnalistik. Melekberita.com adalah blog yang fokus pada ide pemikiran pribadi (orisinil) yang kadang nir referensi. Kualitas ide, bisa baik dan bisa buruk. Orisinalitas adalah cara pandang yang layak dipikirkan untuk melihat sebuah realitas.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Popular

Artikel lainnya
Terkait

Belajar dari Nokia dan Samsung

Di awal tahun 2000-an, ketika Nokia berada di puncak...

Obyektifikasi: Ketika Manusia Dipandang sebagai Objek

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai bentuk interaksi...

April Mop dari Tradisi Guyon ke Ujian Literasi Publik

Setiap 1 April, ruang publik global dipenuhi lelucon. April...

Krisis Global dan Runtuhnya Kontrak Sosial Barat

Pagi ini, Sabtu (4/4/2026), saya mendapat wawasan berharga setelah...