Efek Kobra

Date:

Kemarin, Simbah Wiseruh bercerita tentang Efek Kobra. Apa itu? Begini ceritanya.

Alkisah, pada zaman dahulu kala, di sebuah desa yang adem ayem, wabah ular kobra menyerang pelosok desa. Di berbagai tempat banyak sekali berkeliaran ular kobra yang mematikan. Warga geger dan resah.

Pemerintah, dalam hal ini perangkat desa mulai memikirkan cara, bagaimana membasmi ular kobra tersebut.

Setelah melalui kajian strategis, akhirnya dikeluarkan kebijakan bahwa pemerintah akan membayar 1 perak (rupiah) per ular kepada setiap orang yang berhasil menangkap kobra.

Dalam setahun, kebijakan publik ini cukup berhasil. Populasi ular kobra berkurang secara signifikan. Warga senang.

Keadaan mulai seru ketika muncul Lek Paino. Dengan idenya yang di luar nurul, Lek Paino punya gagasan untuk beternak kobra secara diam-diam. Kalau saya punya seribu kobra maka saya bisa dapat seribu perak, lumayan, pikir Lek Paino.

Saat itu, harga sepiring nasi hanya 10 sen. Satu rupiah adalah 100 sen.

Langkah Lek Paino itu viral. Idenya diikuti oleh Kang Jumadi, Pak Dhe Agus, Asep, dan lainnya. Muncullah peternakan kobra di berbagai titik desa.

Pemerintah mengetahui situasi ini. Pemerintah mulai mengevaluasi kebijakannya terkait 1 rupiah per ular.

Tahun berikutnya, pemerintah mencabut kebijakan tersebut. Sejak saat itu, tak ada lagi 1 rupiah per ular.

Kang Paino dan kawan-kawan terkena langsung imbas kebijakan pemerintah yang baru itu. Ular kobranya sudah puluhan bahkan ratusan.

Mereka emosi. Dilepaskanlah ular-ular kobra itu ke alam. Dalam sekejap, populasi kobra naik drastis. Bahkan jadi lebih banyak dari kondisi sebelumnya. Sebelum ada kebijakan 1 rupiah per ular.

Peristiwa ini, kelak dinamakan Efek Kobra.

Demikian Le, terkadang kebijakan publik yang dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan malah memperburuk keadaan. Misalnya kebijakan ganjil genap, tanpa diikuti perbaikan transportasi umum dan pajak progresif kendaraan, malah akan memperbanyak kendaraan itu sendiri. Karena orang akan membeli kendaraan dengan plat ganjil dan genap. Itulah Efek Kobra.

Salam kobra.

(DPS)

Jakarta, 18/10/2025 16:01

#sruvuts

Image by Ajay jangid from Pixabay

Arya Dwi Sasangka
Arya Dwi Sasangkahttps://melekberita.com
Melekberita.com bukan produk jurnalistik. Melekberita.com adalah blog yang fokus pada ide pemikiran pribadi (orisinil) yang kadang nir referensi. Kualitas ide, bisa baik dan bisa buruk. Orisinalitas adalah cara pandang yang layak dipikirkan untuk melihat sebuah realitas.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Popular

Artikel lainnya
Terkait

Obyektifikasi: Ketika Manusia Dipandang sebagai Objek

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai bentuk interaksi...

April Mop dari Tradisi Guyon ke Ujian Literasi Publik

Setiap 1 April, ruang publik global dipenuhi lelucon. April...

Krisis Global dan Runtuhnya Kontrak Sosial Barat

Pagi ini, Sabtu (4/4/2026), saya mendapat wawasan berharga setelah...

DK PBB Siap Voting Resolusi untuk Selat Hormuz

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa diperkirakan akan segera menggelar pemungutan...