Molimo dan Tombo Ati

Date:

melekberita.com – Menurut alkisah, sepeninggal Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, keruntuhan Majapahit tinggal menunggu waktu. Perang saudara hingga kemerosotan moral terjadi di mana-mana. Judi, mabuk-mabukan dan main perempuan menjadi ‘aktivitas’ sehari-hari kaum bangsawan dan rakyat kebanyakan.

Prabu Kertawijaya yang bergelar Brawijaya I gundah dengan situasi yang ada. Raja Majapahit tersebut risau memikirkan budi pekerti warganya hancur dan tanpa arah.

Prabu Kertawijaya lantas meminta bantuan Raden Rahmat (Sunan Ampel) untuk memperbaiki akhlak masyarakat yang telah rusak.

Sunan Ampel berhasil memperbaiki akhlak masyarakat lewat ajaran moh limo yang kemudian hari juga dikenal dengan nama molimo.

Molimo ini penyebab rusaknya akhlak yang mengakibatkan rakyat hidup sengsara dan menderita.

Dalam perkembangan selanjutnya, orang Jawa sering menyebut molimo ini sebagai penyakit masyarakat. Molimo adalah lima larangan yang harus dihindari jika ingin hidup bahagia.

Molimo tersebut, yaitu :

  1. Moh main (tidak judi).
  2. Moh ngombe (tidak mabuk).
  3. Moh maling (tidak mencuri).
  4. Moh madat (tidak narkoba).
  5. Moh madon (tidak zina).

Ping Limo

Di lain zaman, Sunan Bonang mengajarkan jalan mencapai kebahagian dengan mengerjakan ping limo. Ping limo ini adalah tombo ati (obat hati) supaya hati selalu tenang dan dekat kepada-Nya.

Siapa yang bisa melaksanakan ping limo ini, insya Allah hidupnya akan dicukupi. Karena hatinya telah merasa tentram dan damai.

Ping limo itu adalah :

  1. Kaping pisan moco Quran lan maknane (Yang pertama baca Quran dan maknanya).
  2. Kaping pindho sholat wengi lakonono (Yang kedua sholat malam kerjakanlah).
  3. Kaping telu wong kang sholeh kumpulono (Yang ketiga berkumpullah dengan orang soleh).
  4. Kaping papat weteng iro ingkang luwe (Yang keempat perbanyaklah berpuasa).
  5. Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe (Yang kelima zikir malam perpanjanglah).

Hati itu mudah dibolak-balik. Tekanan hidup sehari-hari bisa membuat manusia menderita, sengsara hingga putus asa.

Bila hati kian bersih
Pikiran pun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih
Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh
Dengan Allah kian jauh

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Saya percaya, Anda sudah tahu dua bait di atas.

Begitulah gaess, ajaran luhur warisan nenek moyang. Jika di Barat ada sepuluh perintah Tuhan maka di Timur (di sini) saya pikir juga ada sepuluh perintah agar hidup bahagia.

Bagaimana?

Jakarta, 01/06/2022 18:11

DPSasongko

#melecerita
#melekberita

*Artikel ini edisi revisi, artikel terbit pertama 22/02/2013 09:46

Previous article
Next article
Arya Dwi Sasangka
Arya Dwi Sasangkahttps://melekberita.com
Melekberita.com bukan produk jurnalistik. Melekberita.com adalah blog yang fokus pada ide pemikiran pribadi (orisinil) yang kadang nir referensi. Kualitas ide, bisa baik dan bisa buruk. Orisinalitas adalah cara pandang yang layak dipikirkan untuk melihat sebuah realitas.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Popular

Artikel lainnya
Terkait

Belajar dari Nokia dan Samsung

Di awal tahun 2000-an, ketika Nokia berada di puncak...

Obyektifikasi: Ketika Manusia Dipandang sebagai Objek

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai bentuk interaksi...

April Mop dari Tradisi Guyon ke Ujian Literasi Publik

Setiap 1 April, ruang publik global dipenuhi lelucon. April...

Krisis Global dan Runtuhnya Kontrak Sosial Barat

Pagi ini, Sabtu (4/4/2026), saya mendapat wawasan berharga setelah...