Home Blog Page 8

The Law of Attraction: Kekuatan Mewujudkan Keinginan Anda

The Law of Attraction adalah sebuah konsep yang mendapat perhatian luas dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar karena popularitas buku dan film seperti “The Secret” oleh Rhonda Byrne. Pada intinya, Hukum Ketertarikan menyatakan bahwa persamaan menarik kemiripan, menyatakan bahwa pikiran positif atau negatif membawa pengalaman positif atau negatif ke dalam kehidupan seseorang. Ide ini berakar pada prinsip bahwa pikiran dan emosi kita adalah kekuatan yang mampu membentuk realitas kita.

Asal Usul dan Filsafat

Law of Attraction bukanlah sebuah konsep baru. Ia berakar pada berbagai tradisi filosofis dan spiritual sepanjang sejarah. Ajaran Hindu, Buddha, dan Tao kuno semuanya membahas tentang kekuatan pikiran dan pengaruh pikiran terhadap kehidupan seseorang. Di era modern, gerakan Pemikiran Baru pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 berperan penting dalam mempopulerkan gagasan tersebut. Pemikir seperti Ralph Waldo Emerson, Napoleon Hill, dan Wallace D. Wattles menekankan hubungan antara pikiran, keyakinan, dan kenyataan.

Prinsip Inti

1. Pikiran itu Kuat: Prinsip dasar Hukum Ketertarikan adalah bahwa pikiran bukanlah kekuatan yang pasif melainkan kekuatan yang aktif dan kreatif. Apa yang Anda pikirkan secara konsisten, Anda bawa ke dalam hidup Anda.

2. Yang Suka Menarik Yang Suka: Prinsip ini menegaskan bahwa energi yang serupa akan menarik satu sama lain. Pikiran positif akan menghasilkan hasil yang positif, sedangkan pikiran negatif akan menghasilkan hasil yang negatif.

3. Visualisasi dan Fokus: Dengan memvisualisasikan apa yang ingin Anda capai dan memfokuskan energi mental Anda padanya, Anda dapat mewujudkannya menjadi kenyataan. Ini melibatkan penciptaan gambaran mental dan merasakan emosi yang terkait dengan hasil yang diinginkan.

4. Rasa Syukur: Bersyukur atas apa yang telah Anda miliki menghasilkan getaran positif, menarik lebih banyak hal yang Anda hargai ke dalam hidup Anda. Rasa syukur sering kali dipandang sebagai komponen penting dalam mewujudkan keinginan.

Aplikasi Praktis

Penerapan Law of Attraction melibatkan beberapa praktik utama:

Afirmasi: Mengulangi pernyataan positif tentang apa yang ingin Anda capai dapat membantu memprogram ulang pikiran bawah sadar Anda dan menyelaraskan pikiran dengan keinginan Anda.

Papan Visi: Membuat representasi visual dari tujuan Anda dapat membantu Anda tetap fokus pada apa yang ingin Anda tarik ke dalam hidup Anda.

Meditasi dan Perhatian: Latihan-latihan ini membantu menjernihkan pikiran dari hal-hal negatif dan meningkatkan kemampuan Anda untuk fokus pada keinginan Anda.

Berpikir Positif: Menumbuhkan kebiasaan berpikir positif dapat membantu mempertahankan getaran tinggi dan menarik pengalaman positif.

Baca juga : Apa itu Filsafat: Perjalanan Menuju Hakikat Keberadaan

Kritik dan Skeptisisme

Meskipun banyak yang bersumpah atas keefektifan Law of Attraction, Law of Attraction juga mendapat kritik. Mereka yang skeptis berpendapat bahwa hal ini terlalu menyederhanakan keadaan hidup yang kompleks dan menyalahkan individu atas kemalangan mereka. Mereka memperingatkan bahwa penekanan pada pemikiran positif dapat menyebabkan pengabaian terhadap tantangan dunia nyata dan menghindari tindakan yang diperlukan.

Perspektif Ilmiah

Dari sudut pandang ilmiah, Hukum Ketertarikan sering kali dilihat melalui kacamata psikologi daripada fisika. Konsep seperti Efek Placebo, Nubuat yang Terpenuhi Sendiri, dan Terapi Perilaku Kognitif (CBT) memberikan beberapa dukungan terhadap gagasan bahwa pikiran kita dapat memengaruhi realitas kita. Berpikir positif dapat menghasilkan kesehatan mental yang lebih baik, peningkatan motivasi, dan peningkatan kinerja, yang pada gilirannya dapat menciptakan siklus hasil yang positif.

Kesimpulan

Law of Attraction mendorong individu untuk memanfaatkan kekuatan pikiran dan emosi mereka untuk menciptakan kehidupan yang mereka inginkan. Baik dipandang sebagai keyakinan spiritual, alat psikologis, atau gabungan keduanya, hal ini telah membantu banyak orang menemukan tujuan, motivasi, dan kepuasan yang lebih besar dalam hidup mereka. Meskipun ini mungkin bukan solusi ajaib untuk semua masalah kehidupan, prinsip berpikir positif, rasa syukur, dan visualisasi tidak diragukan lagi dapat berkontribusi pada pendekatan hidup yang lebih optimis dan proaktif.

Salam proaktif.

(©ADS)

Jakarta, 04/01/2024 17:56

*Image by Yassay from Pixabay

Apa itu Postmodernisme: Eksplorasi Berbagai Ide

Apa itu postmodernisme? Postmodernisme adalah sebuah gerakan filosofis dan budaya yang muncul pada pertengahan abad ke-20. Ia telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk seni, sastra, arsitektur, dan filsafat.

Postmodernisme dicirikan oleh skeptisisme terhadap narasi besar, penolakan terhadap kebenaran absolut, dan perayaan keberagaman dan ambiguitas. Postmodernisme menantang cara berpikir tradisional dan mendorong keragaman perspektif.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari ciri-ciri utama, konteks sejarah, dan dampak postmodernisme terhadap masyarakat kontemporer.

Ciri-ciri Utama Postmodernisme:

1. Penolakan Narasi Besar:

Postmodernisme mengkritik gagasan narasi universal yang menyeluruh yang mengklaim dapat menjelaskan keseluruhan pengalaman manusia. Sebaliknya, mereka lebih memilih narasi yang bersifat lokal dan personal yang mengakui keragaman perspektif dan pengalaman.

2. Skeptisisme Terhadap Kebenaran Mutlak:

Postmodernisme mempertanyakan keberadaan kebenaran absolut, dengan menyatakan bahwa pengetahuan bersifat subjektif dan dibentuk oleh konteks budaya, sosial, dan sejarah. Skeptisisme ini meluas ke bahasa itu sendiri, menekankan sifat komunikasi yang cair dan bergantung pada konteks.

3. Fragmentasi dan Hiperrealitas:

Postmodernisme sering menggunakan fragmentasi, kolase, dan bricolage sebagai teknik artistik, yang mencerminkan sifat pengalaman kontemporer yang terfragmentasi. Selain itu, konsep hiperrealitas menunjukkan bahwa persepsi kita lebih banyak dibentuk oleh representasi media dibandingkan pengalaman langsung.

4. Ironi dan Parodi:

Ironi dan parodi lazim terjadi dalam seni dan sastra postmodern, ketika seniman bermain-main dengan bentuk budaya yang ada untuk menumbangkan dan mempertanyakan makna tradisional. Hal ini mencerminkan pendekatan yang menyenangkan dalam mendekonstruksi norma-norma yang sudah ada.

Baca juga: Apa itu Toxic People : Memahami dan Menghadapi Orang Beracun

Konteks Sejarah Postmodernisme:

Postmodernisme muncul pada pertengahan abad ke-20 sebagai respons terhadap kegagalan modernisme, yang menjanjikan kemajuan, rasionalitas, dan masa depan yang lebih baik, namun mengalami kemunduran seperti Perang Dunia II dan Perang Dingin setelahnya.

Tokoh-tokoh berpengaruh seperti Jean-François Lyotard, Michel Foucault, Jacques Derrida, dan Roland Barthes memainkan peran penting dalam membentuk pemikiran postmodern.

Gerakan ini mendapatkan momentumnya pada tahun 1960an dan 1970an, mempengaruhi berbagai disiplin ilmu.

Postmodernisme dicirikan oleh skeptisisme terhadap narasi besar, penolakan terhadap kebenaran absolut, dan perayaan keberagaman dan ambiguitas.

Dampak Postmodernisme terhadap Seni dan Arsitektur:

1. Dekonstruksi dalam Arsitektur:

Arsitektur postmodern menganut pendekatan yang menyenangkan dan eklektik, menolak keseragaman struktur modernis. Elemen arsitektur sering kali dipinjam dari gaya sejarah yang berbeda, sehingga menghasilkan bangunan yang menantang gagasan tradisional tentang bentuk dan fungsi.

2. Gerakan Seni Postmodern:

Gerakan seni postmodern, seperti seni pop dan seni apropriasi, menggabungkan citra media massa dan menantang konsep orisinalitas. Seniman seperti Andy Warhol dan Jeff Koons melambangkan perpaduan budaya tinggi dan rendah.

Dampak Postmodernisme terhadap Sastra dan Filsafat:

1. Dekonstruksi dalam Sastra:

Sastra postmodern sering kali melibatkan dekonstruksi struktur naratif tradisional. Penulis seperti Italo Calvino dan Jorge Luis Borges bereksperimen dengan narasi yang terfragmentasi dan penceritaan nonlinier untuk menantang gagasan konvensional tentang penceritaan.

2. Implikasi Filosofis:

Filsafat postmodern mendorong evaluasi ulang dinamika bahasa dan kekuasaan. Konsep seperti “silsilah” dan “wacana” seperti yang dieksplorasi oleh Michel Foucault mengungkapkan keterkaitan antara bahasa, kekuasaan, dan struktur masyarakat.

Dampak Postmodernisme terhadap Sosial dan Budaya:

1. Relativisme Budaya:

Postmodernisme menumbuhkan apresiasi terhadap keragaman budaya dan menantang etnosentrisme. Relativisme budaya, gagasan bahwa praktik budaya harus dipahami dalam konteksnya sendiri, semakin menonjol.

2. Identitas dan Subjektivitas:

Penekanan pada subjektivitas mendorong individu untuk mengeksplorasi dan menegaskan identitas uniknya. Hal ini berkontribusi terhadap bangkitnya politik identitas, yang mengakui pentingnya beragam perspektif dalam wacana sosial.

Kesimpulan:

Apa itu postmodernisme? Postmodernisme tetap merupakan gerakan yang kompleks dan memiliki banyak segi, menantang norma-norma yang sudah mapan dan memupuk beragam perspektif. Meskipun para kritikus berpendapat bahwa hal ini dapat mengarah pada relativisme dan kurangnya nilai-nilai bersama, para pendukungnya melihatnya sebagai kekuatan yang membebaskan yang mendorong inklusivitas dan perayaan keberagaman. Dalam menavigasi labirin postmodernisme, kita harus menghargai kontribusinya terhadap evolusi pemikiran dan budaya di dunia kontemporer.

Salam kontemporer.

(©ADS)

Jakarta, 30/12/2023 13:02

*Image by Hanne Hasu from Pixabay

New Soundboard from Bose Review: Pricing is Not Always the Only Criteria

0

This Content Is Only For Subscribers

Please subscribe to unlock this content. Enter your email to get access.
Your email address is 100% safe from spam!

Apa itu Skeptisisme: Merangkul Lanskap Keraguan

Apa itu skeptisisme? Skeptisisme adalah filsafat kuno yang berakar pada pertanyaan dan keraguan. Ia telah memainkan peran penting dalam membentuk pemikiran manusia sepanjang sejarah. Dari para filsuf Yunani kuno hingga pemikir kontemporer.

Skeptisisme telah menantang asumsi, mempertanyakan keyakinan, dan mendorong pengujian kritis terhadap pengetahuan.

Dalam artikel ini, kita akan menelusuri sifat skeptisisme, akar sejarahnya, dan dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan manusia.

Apa itu Skeptisisme:

Pada intinya, skeptisisme adalah sikap intelektual yang ditandai dengan keraguan terus-menerus terhadap kebenaran klaim, keyakinan, atau pengetahuan. Orang yang skeptis mempertanyakan keandalan informasi, mencari bukti dan pembenaran rasional sebelum menerima proposisi apa pun. Ini bukan penolakan terhadap semua pengetahuan, melainkan pendekatan hati-hati yang memerlukan penelitian dan bukti.

Akar Sejarah Skeptisisme:

1. Skeptisisme Yunani Kuno:

Akar skeptisisme dapat ditelusuri kembali ke Yunani kuno, tempat para filsuf seperti Pyrrho dan Sextus Empiricus meletakkan dasar pemikiran skeptis. Pyrrho, misalnya, menganjurkan penangguhan penilaian, menekankan keterbatasan persepsi manusia dan subjektivitas pengalaman.

2. Skeptisisme Renaisans:

Skeptisisme mengalami kebangkitan kembali selama Renaisans, dengan para pemikir seperti Michel de Montaigne mempertanyakan keyakinan yang sudah mapan dan mempromosikan sikap berpikiran terbuka dan ingin tahu. Esai Montaigne mencerminkan kemauan untuk mengeksplorasi berbagai perspektif dan kompleksitas sifat manusia.

3. Skeptisisme Pencerahan:

Periode Pencerahan semakin menganut skeptisisme sebagai alat pembebasan intelektual. Filsuf seperti René Descartes, yang terkenal meragukan segala sesuatu untuk membangun landasan kepastian, dan David Hume, yang menentang sebab-akibat dan induksi, berkontribusi pada pengembangan pemikiran skeptis.

Bentuk Skeptisisme:

1. Skeptisisme Epistemik:

Skeptisisme epistemik mempertanyakan kemungkinan adanya pengetahuan tertentu. Hal ini menantang gagasan bahwa kita dapat memiliki kepastian mutlak tentang dunia luar, pikiran orang lain, atau bahkan keandalan indra kita sendiri.

2. Skeptisisme Ilmiah:

Dalam bidang sains, skeptisisme adalah metodologi yang mendorong pengujian hipotesis secara ketat dan penilaian ulang teori secara terus-menerus dalam menghadapi bukti baru. Para skeptis ilmiah menganjurkan penyelidikan empiris dan komitmen terhadap kesimpulan berbasis bukti.

3. Skeptisisme Filsafat:

Skeptisisme filosofis melampaui klaim pengetahuan spesifik dan menggali pertanyaan filosofis yang lebih luas tentang realitas, keberadaan, dan hakikat kebenaran. Ini mendorong pemeriksaan terus-menerus terhadap keyakinan mendasar.

Dampak Skeptisisme terhadap Pemikiran Kontemporer:

1. Berpikir Kritis dan Pendidikan:

Skeptisisme adalah landasan berpikir kritis, sebuah keterampilan yang penting untuk menavigasi lanskap informasi yang kompleks di dunia modern. Dalam lingkungan pendidikan, menumbuhkan pola pikir skeptis mendorong siswa untuk mempertanyakan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara kritis.

2. Kemajuan Ilmiah:

Skeptisisme ilmiah merupakan bagian integral dari kemajuan pengetahuan. Metode ilmiah itu sendiri berakar pada skeptisisme, karena hipotesis diuji dan direvisi berdasarkan bukti empiris. Pendekatan ini telah membawa kemajuan luar biasa di berbagai bidang.

3. Melek Media:

Di era informasi yang berlebihan, literasi media menjadi semakin penting. Skeptisisme membantu individu membedakan sumber yang kredibel dari misinformasi, mendorong sikap cerdas terhadap berita, iklan, dan konten online.

Tantangan dan Kritik terhadap Skeptisisme:

Meskipun skeptisisme adalah alat intelektual yang berharga, hal ini bukannya tanpa tantangan. Skeptisisme yang berlebihan dapat menimbulkan keraguan yang melumpuhkan sehingga menghambat pengambilan keputusan dan kemajuan. Mencapai keseimbangan antara skeptisisme yang sehat dan keterlibatan konstruktif dengan ide-ide sangatlah penting.

Kesimpulan:

Skeptisisme, sebagai prinsip panduan, mengundang kita untuk mempertanyakan, mengeksplorasi, dan menyempurnakan pemahaman kita tentang dunia. Ini adalah katalis untuk pertumbuhan intelektual, penemuan ilmiah, dan pencarian pengetahuan. Menganut skeptisisme tidak berarti menolak semua keyakinan, melainkan mengadopsi pola pikir yang menghargai penyelidikan, bukti, dan upaya berkelanjutan untuk memahami lebih dalam tentang rumitnya kehidupan. Di dunia yang dipenuhi dengan informasi, skeptisisme berfungsi sebagai kompas, membimbing kita melewati lanskap ide dan pengetahuan yang terus berkembang.

Salam berkembang.

(©ADS)

Kelapa Gading, Jakarta, 31/12/2023 13:39

Dinamika Uang, Nilai, dan Kekuasaan

Dinamika uang memegang peran sentral dalam rumitnya peradaban manusia. Dari sistem barter kuno hingga struktur keuangan canggih di dunia modern.

Uang adalah alat tukar universal. Uang telah mengalami evolusi yang menakjubkan.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari berbagai dimensi uang, mengeksplorasi akar sejarah, fungsi, dan interaksi kompleks antara mata uang, nilai, dan kekuasaan.

Evolusi Sejarah Uang:

1. Barter ke Koin:

Konsep uang berasal dari zaman kuno ketika sistem barter masih lazim. Ketika masyarakat menjadi semakin kompleks, keterbatasan barter menjadi jelas, sehingga menyebabkan munculnya uang komoditas. Logam mulia seperti emas dan perak menjadi bentuk awal mata uang standar.

2. Uang Kertas dan Perbankan:

Peralihan ke uang kertas menandai lompatan signifikan dalam evolusi mata uang. Pemerintah dan lembaga keuangan mulai menerbitkan uang kertas yang didukung oleh cadangan logam mulia. Pembentukan bank sentral semakin memformalkan sistem moneter, memperkenalkan konsep seperti mata uang fiat, di mana uang tidak memiliki nilai intrinsik namun diakui sebagai alat pembayaran yang sah melalui keputusan pemerintah.

Fungsi Uang:

1. Media Pertukaran:

Uang berfungsi sebagai alat tukar yang diterima secara luas, memfasilitasi transaksi antara individu dan bisnis. Sifatnya yang dapat dipertukarkan dan penerimaannya yang luas menjadikannya alat yang mudah digunakan untuk membeli dan menjual barang dan jasa.

2. Satuan Rekening:

Uang menyediakan unit pengukuran standar untuk nilai barang dan jasa. Harga dinyatakan dalam mata uang bersama, sehingga memudahkan perbandingan dan evaluasi transaksi ekonomi.

3. Penyimpan Nilai:

Sebagai penyimpan nilai, uang memungkinkan individu menyimpan dan mentransfer daya beli sepanjang waktu. Fungsi ini bergantung pada stabilitas mata uang dan kemampuannya mempertahankan nilai dalam jangka panjang.

4. Standar Pembayaran Ditangguhkan:

Uang memungkinkan terjadinya transaksi yang pembayarannya ditunda ke tanggal yang akan datang. Kontrak dan pengaturan keuangan sering kali melibatkan penggunaan uang sebagai standar pembayaran yang ditangguhkan, sehingga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi.

Dinamika Uang, Nilai, dan Kekuasaan:

1. Mata Uang dan Sistem Ekonomi:

Jenis mata uang yang digunakan suatu masyarakat dapat berdampak signifikan terhadap struktur perekonomiannya. Transisi dari uang komoditas ke mata uang fiat telah mempengaruhi dinamika inflasi, kebijakan moneter, dan keterhubungan perekonomian global.

2. Pengaruh Globalisasi:

Di era globalisasi, uang melampaui batas negara. Perdagangan internasional, keuangan, dan investasi difasilitasi oleh jaringan mata uang, sehingga menyebabkan hubungan yang kompleks dan dinamika kekuasaan antar negara.

3. Pasar Keuangan dan Spekulasi:

Pasar keuangan, tempat berbagai aset diperjualbelikan, memainkan peran penting dalam lanskap moneter modern. Spekulasi dan perdagangan mata uang, saham, dan komoditas berkontribusi terhadap volatilitas dan dinamisme sistem keuangan global.

4. Mata Uang Kripto dan Perbatasan Digital:

Munculnya mata uang kripto, yang dipimpin oleh Bitcoin dan teknologi blockchain, telah memperkenalkan dimensi baru pada konsep uang. Mata uang digital yang terdesentralisasi menantang struktur keuangan tradisional dan menawarkan alternatif potensial terhadap bentuk mata uang yang sudah ada.

Tantangan dan Kontroversi:

1. Ketimpangan dan Distribusi:

Distribusi uang dalam suatu masyarakat menimbulkan pertanyaan tentang kesenjangan ekonomi. Akses terhadap sumber daya keuangan, akumulasi kekayaan, dan mobilitas sosial sangat terkait dengan sistem moneter.

2. Krisis dan Stabilitas Keuangan:

Sepanjang sejarah, krisis keuangan telah menyoroti kerapuhan sistem moneter. Sifat keuangan global yang saling berhubungan menimbulkan tantangan dalam menjaga stabilitas dan mencegah kemerosotan ekonomi yang meluas.

Kesimpulan:

Uang dengan sejarahnya yang kaya dan fungsinya yang rumit, berfungsi sebagai tulang punggung struktur sosial ekonomi peradaban manusia. Evolusinya mencerminkan kompleksitas interaksi manusia, perdagangan, dan organisasi masyarakat. Saat kita menavigasi lanskap mata uang dan sistem keuangan yang terus berubah, memahami dinamika uang menjadi penting bagi individu dan masyarakat, sehingga membentuk jalan menuju kemakmuran, kesetaraan, dan stabilitas ekonomi.

Salam ekonomi.

(©ADS)

Jakarta, 03/01/2024 09:56

*Image by Barta IV from Pixabay

New Technology Will Help Keep Your Smart Home from Becoming Obsolete

0

Find people with high expectations and a low tolerance for excuses. They’ll have higher expectations for you than you have for yourself. Don’t flatter yourself that this has much to do with you – this is just who they are. Don’t look for “nice” in these relationships. Look for trust.

Be fearless in front of them with your ideas as many times as they’ll let you

Beauty Dust is very pretty to look at and it tastes like nothing, which is great. Here is what it’s supposed to do: This ancient empiric formula expands beauty through alchemizing elements legendary for their youth preserving, fortifying and tonifying qualities. Glowing supple skin, lustrous shiny hair and twinkling bright eyes are holistically bestowed from the inside out.

I actually first read this as alkalizing meaning effecting pH level, and I was like, OK I guess I understand how that could positively effect your body, but alchemizing means turning elements to gold basically through magic. That lead me to research each ingredient because I know alchemy is not actually happening in my body when I eat this, since alchemy is not real.

In addition to loving beauty and taking care of myself, I also love opening people minds to other paths of self-care, and good marketing and I can honestly say that I use and personally love this product but I’m not sure for which reason.

I think it made me think about it more and really consider why I was choosing to add this to my routine

It poses an interesting question for me on the wellness category – will people be willing to buy in, or does eating something change your “sniff” test on the believe-ability of the claims?

The color is very long lasting and they have an interesting texture that’s like a powder and a cream but neither really. They’re made with pure pigments and oils and will never melt with the warmth of your skin because they don’t contain any waxes. You can literally use them for anything – obviously as eye shadow and liner, but the light shade is a great highlighter, and the red can be used for lip or blush with a little balm.

There’s also a little pouch to store the rollerballs, and a card with different inspirations as to how to blend them on your skin – but it’s foolproof. You can’t make a mess if you mix them all up.

Badger Beard Balm is perfect for the bearded gents in your life (is this everyone? beards are so trending). It is filled with good things such as vitamins A, D, E & F to keep his beard healthy, thicker and cleaner, as well as helping to relieve itchiness as it soothes the skin under the hair.

If you’re looking to get rid of this beard, maybe this is not the right angle for your gifting

Further, no one wants to cuddle with a dirty beard – who knows, maybe you already are and are dying for a nice way to help this problem of yours his. Beard Wash made by Beard Buddy. Started in 2011 in California, all Beard Buddy products are hand crafted by beards for beards. Both founders have large beards of their own to tame, and wanted to do this with organic products – kudos, and cuddles, to them.

Sanders Gets Respectful Welcome at Conservative College

0

Find people with high expectations and a low tolerance for excuses. They’ll have higher expectations for you than you have for yourself. Don’t flatter yourself that this has much to do with you – this is just who they are. Don’t look for “nice” in these relationships. Look for trust.

Be fearless in front of them with your ideas as many times as they’ll let you

Beauty Dust is very pretty to look at and it tastes like nothing, which is great. Here is what it’s supposed to do: This ancient empiric formula expands beauty through alchemizing elements legendary for their youth preserving, fortifying and tonifying qualities. Glowing supple skin, lustrous shiny hair and twinkling bright eyes are holistically bestowed from the inside out.

I actually first read this as alkalizing meaning effecting pH level, and I was like, OK I guess I understand how that could positively effect your body, but alchemizing means turning elements to gold basically through magic. That lead me to research each ingredient because I know alchemy is not actually happening in my body when I eat this, since alchemy is not real.

In addition to loving beauty and taking care of myself, I also love opening people minds to other paths of self-care, and good marketing and I can honestly say that I use and personally love this product but I’m not sure for which reason.

I think it made me think about it more and really consider why I was choosing to add this to my routine

It poses an interesting question for me on the wellness category – will people be willing to buy in, or does eating something change your “sniff” test on the believe-ability of the claims?

The color is very long lasting and they have an interesting texture that’s like a powder and a cream but neither really. They’re made with pure pigments and oils and will never melt with the warmth of your skin because they don’t contain any waxes. You can literally use them for anything – obviously as eye shadow and liner, but the light shade is a great highlighter, and the red can be used for lip or blush with a little balm.

There’s also a little pouch to store the rollerballs, and a card with different inspirations as to how to blend them on your skin – but it’s foolproof. You can’t make a mess if you mix them all up.

Badger Beard Balm is perfect for the bearded gents in your life (is this everyone? beards are so trending). It is filled with good things such as vitamins A, D, E & F to keep his beard healthy, thicker and cleaner, as well as helping to relieve itchiness as it soothes the skin under the hair.

If you’re looking to get rid of this beard, maybe this is not the right angle for your gifting

Further, no one wants to cuddle with a dirty beard – who knows, maybe you already are and are dying for a nice way to help this problem of yours his. Beard Wash made by Beard Buddy. Started in 2011 in California, all Beard Buddy products are hand crafted by beards for beards. Both founders have large beards of their own to tame, and wanted to do this with organic products – kudos, and cuddles, to them.

The Hottest Wearable Tech and Smart Gadgets of 2021 Will Blow Your Mind

0

This Content Is Only For Subscribers

Please subscribe to unlock this content. Enter your email to get access.
Your email address is 100% safe from spam!

New Harvard Student Candidates Presented Minutes Before Results

0

This Content Is Only For Subscribers

Please subscribe to unlock this content. Enter your email to get access.
Your email address is 100% safe from spam!

Things You Didn’t Know About the American Past Politicians

0

Find people with high expectations and a low tolerance for excuses. They’ll have higher expectations for you than you have for yourself. Don’t flatter yourself that this has much to do with you – this is just who they are. Don’t look for “nice” in these relationships. Look for trust.

Be fearless in front of them with your ideas as many times as they’ll let you

Beauty Dust is very pretty to look at and it tastes like nothing, which is great. Here is what it’s supposed to do: This ancient empiric formula expands beauty through alchemizing elements legendary for their youth preserving, fortifying and tonifying qualities. Glowing supple skin, lustrous shiny hair and twinkling bright eyes are holistically bestowed from the inside out.

I actually first read this as alkalizing meaning effecting pH level, and I was like, OK I guess I understand how that could positively effect your body, but alchemizing means turning elements to gold basically through magic. That lead me to research each ingredient because I know alchemy is not actually happening in my body when I eat this, since alchemy is not real.

In addition to loving beauty and taking care of myself, I also love opening people minds to other paths of self-care, and good marketing and I can honestly say that I use and personally love this product but I’m not sure for which reason.

I think it made me think about it more and really consider why I was choosing to add this to my routine

It poses an interesting question for me on the wellness category – will people be willing to buy in, or does eating something change your “sniff” test on the believe-ability of the claims?

The color is very long lasting and they have an interesting texture that’s like a powder and a cream but neither really. They’re made with pure pigments and oils and will never melt with the warmth of your skin because they don’t contain any waxes. You can literally use them for anything – obviously as eye shadow and liner, but the light shade is a great highlighter, and the red can be used for lip or blush with a little balm.

There’s also a little pouch to store the rollerballs, and a card with different inspirations as to how to blend them on your skin – but it’s foolproof. You can’t make a mess if you mix them all up.

Badger Beard Balm is perfect for the bearded gents in your life (is this everyone? beards are so trending). It is filled with good things such as vitamins A, D, E & F to keep his beard healthy, thicker and cleaner, as well as helping to relieve itchiness as it soothes the skin under the hair.

If you’re looking to get rid of this beard, maybe this is not the right angle for your gifting

Further, no one wants to cuddle with a dirty beard – who knows, maybe you already are and are dying for a nice way to help this problem of yours his. Beard Wash made by Beard Buddy. Started in 2011 in California, all Beard Buddy products are hand crafted by beards for beards. Both founders have large beards of their own to tame, and wanted to do this with organic products – kudos, and cuddles, to them.