Beetle Sphere

Date:

melekberita.com – Apa jadinya hidup ini tanpa seni? Mungkin semua akan nampak hambar, monoton, statis, dan kurang berwarna.

Apa jadinya jika VW Kodok dijadikan bola?

Kurang lebih seperti gambar ini.

Saya pikir bola itu adalah transformer. Ternyata bukan. Bola itu adalah ‘The Beetle Sphere’ karya Ichwan Noor.

The Beetle Sphere adalah patung bola raksasa yang terbuat dari Volkswagen Beetle tahun 1953, gabungan poliester dan aluminium.

Idenya muncul dari persepsi sang pembuat terhadap objek yang merupakan produk dari “budaya transportasi”, yang menimbulkan isyarat/tanda emosi spiritual.

Proses pembuatannya menggabungkan teknik manipulasi dan substitusi.

Bentuk patung ini cenderung ke arah distorsi realistis, yang memungkinkan interpretasi baru tentang objek (mobil), sebagai pergeseran persepsi yang menciptakan makna asosiatif.

Bentuk visual pahatan menghasilkan kesan bulatan – dasar dari segala bentuk.

Baca juga : Analog Switch Off

VW Kodok memang penuh cerita. Saya jadi teringat cerita Juragan Madura yang beli VW Kodok baru.

Waktu pulang dari dealer, VW Sang Juragan mogok di jalan. Ia kemudian membuka kap mobil depan dan kaget. Ternyata mesinnya gak ada.

Wah, bagaimana ini! Mobil baru kok mesinnya jatuh di jalan? kata Sang Juragan.

Ia lantas menghubungi dealer. Tak lama kemudian petugas dealer datang.

Bagaimana ini, saya beli mobil baru, kok mesinnya tidak ada, masak belum satu hari mesinnya sudah copot, jatuh di jalan? kata Sang Juragan sambil menunjukkan kap depan yang kosong kepada petugas.

Maaf Pak, mobil ini mesinnya ada di belakang, kata petugas sambil membuka kap belakang dan menunjukkan mesin mobilnya.

Wahhh, dari tadi berarti saya atret (jalan mundur) ini, kata Sang Juragan dengan logat Madura yang kental.

Salam kental.

Gandaria, Jakarta, 5/11/2022 19:47

– ©️ DPS

#melekseni #melekberita

*Image by DPS

Previous article
Next article
Arya Dwi Sasangka
Arya Dwi Sasangkahttps://melekberita.com
Melekberita.com bukan produk jurnalistik. Melekberita.com adalah blog yang fokus pada ide pemikiran pribadi (orisinil) yang kadang nir referensi. Kualitas ide, bisa baik dan bisa buruk. Orisinalitas adalah cara pandang yang layak dipikirkan untuk melihat sebuah realitas.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Popular

Artikel lainnya
Terkait

Obyektifikasi: Ketika Manusia Dipandang sebagai Objek

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai bentuk interaksi...

April Mop dari Tradisi Guyon ke Ujian Literasi Publik

Setiap 1 April, ruang publik global dipenuhi lelucon. April...

Krisis Global dan Runtuhnya Kontrak Sosial Barat

Pagi ini, Sabtu (4/4/2026), saya mendapat wawasan berharga setelah...

DK PBB Siap Voting Resolusi untuk Selat Hormuz

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa diperkirakan akan segera menggelar pemungutan...