Home Blog Page 17

Ojo Kesusu Artinya

Ⓜ️ melekberita.com – Ojo kesusu dan kemlinthi mendadak jadi populer. Belakangan ini, dua istilah tersebut banyak digunakan oleh citizen maupun netizen. Ojo kesusu artinya?

Saya sering mendengarnya di TV. Dan saya sering membacanya di media sosial.

Sering? Iya, sering.

Ukurannya? Ukurannya lebih dari tiga kali dalam sehari lah. Dan yang mengucapkan istilah tersebut juga orang dari berbagai latar belakang, yang bukan Jawa.

Bahkan, istilah tersebut sampai dibahas dan jadi bahan perdebatan di dalam sebuah talkshow.

Emang kenapa? Tidak kenapa-napa.

Barangkali sebagian dari Anda tidak tahu. Kesusu itu apa? Ojo kesusu itu apa? Kemlinthi itu apa?

Apa itu ojo kesusu?

Ojo kesusu adalah kalimat dalam Bahasa Jawa. Ojo artinya jangan. Kesusu artinya tergesa-gesa. Ojo kesusu artinya jangan tergesa-gesa.

Contoh: Ojo kesusu (jangan tergesa-gesa), meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini.

Baca juga: Spill Artinya

Apa itu kemlinthi?

Kemlinthi adalah kata dalam Bahasa Jawa. Kemlinthi artinya sombong.

Contoh: Sudah kemlinthi (sombong) dia, harusnya sabar dulu dia jalankan tugasnya.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah tahu kan, arti dari istilah kemlinthi dan ojo kesusu.

Salam ojo kesusu.

Kemayoran, Jakarta, 04/06/2022 – 13:42

©️ DPS

*Image by DPS

#melekbahasa
#melekberita

Orientasi Makan

Ⓜ️ melekberita.com – Dua kelompok berdebat di TV tentang orientasi seksual seseorang. Pertanyaan yang mendasar adalah apakah orientasi seksual seseorang itu bisa dinilai benar atau salah? Bagaimana sains dan kepercayaan melihat problem orientasi seksual ini?

Topik yang rumit. Jika orientasi seksual itu seperti orientasi makan maka mari kita bahas orientasi makan saja.

Bagaimana pendapat Anda tentang orientasi makan seseorang yang suka manis?

Kontra Manis

Orang suka makan manis itu tidak boleh. Banyak sekali penyakit yang disebabkan karena manis. Mulai dari obesitas, disfungsi ereksi, ejakulasi dini, hingga diabetes.

Kita hidup di masyarakat yang mayoritas tidak suka manis. Menurut kepercayaan siapa pun, suka manis itu adalah sebuah penyakit, perilaku yang menyimpang. Sesat.

Kita tidak memusuhi. Justru kita berusaha mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Jangan sampai orientasi makan manis ini merusak tatanan masyarakat kita.

Jika melihat data, perkembangan penderita orientasi makan manis ini cukup tinggi. Tahun 2012 saja sudah ada 1 juta orang yang suka manis. Saat ini tentu jauh lebih banyak. Sekarang mereka sudah semakin berani dan promotif. Ini kan menguatirkan.

Pro Manis

Anda tidak bisa begitu. Kenapa orang bisa suka makan manis? Latar belakangnya kan macam-macam. Mungkin mereka kurang pendidikan, mungkin mereka hidup di dekat prabik gula, mungkin mereka dibiasakan makan manis dari kecil, mungkin mereka jualan manisan. Banyak faktornya.

Suka manis itu kan bukan penyakit. Orang suka manis adalah soal orientasi makan. Secara sains ia adalah variasi saja. Bukan kelainan. Anda anggap menyimpang kan karena mereka minoritas. Masak orang suka manis tidak boleh. Harus dihukum. Sesat. Ini kan tidak adil.

Lagian ya, mereka itu makan manis kan di ruang privat. Tidak di ruang umum. Apanya yang dilanggar. Masak Anda mau intip-intip urusan pribadi seseorang.

Anda harus berempati dong. Kenapa seseorang bisa suka manis. Hormati hak mereka. Bukan malah mengucilkan, diskriminasi dan mestigma mereka seperti itu.

Oalah, seru kan.

Baca juga: Diskongrafi dan Pornografi

Pandangan Sains dan Kepercayaan

Begini gaess, sains itu bebas moral. Sains tidak mengenal baik dan buruk. Yang dikenal sains adalah kenapa fenomena itu bisa terjadi dan bagaimana terjadinya. Bukan soal fenomena itu boleh atau tidak boleh.

Boleh dan tidak boleh ada di ranah moral. Ranah kepercayaan.

Jika mayoritas orang tidak suka manis, masak orang yang suka manis itu berarti sesat?

Ya bukan begitu. Wah, berarti sampeyan pendukung orientasi makan manis ya?

Sek, sek, begini maksud saya. Untuk menanggapi argumen sains yang logis, ya Anda mesti logis juga. Tidak bisa main dengan argumen kepercayaan. Menurut kepercayaan saya, makan manis itu tidak boleh. Tidak bisa seperti itu. Karena mereka (sains) tidak percaya dengan kepercayaan.

Sering kali, saya melihat orang yang debat berlandaskan kepercayaan itu cukup kesulitan, bahkan kuwalahan dalam berargumen dengan orang yang berpikiran logis.

Otak mudah menerima argumen yang logis. Sehingga kepercayaan juga harus dilogiskan.

Jadi sebelum Anda berdebat lebih dalam, coba tanyakan saja dulu: mbak, mas, menurut sampeyan, bumi atau alam semesta ini ujug-ujug ada sendiri atau ada yang menciptakan?

Nahh, dari jawaban pertanyaan di atas, baru Anda bisa lanjut membahas soal orientasi makan tadi.

Apa hubungannya? Kenapa?

Karena dari jawaban pertanyaan di atas akan membawa konsekuensi logis atas banyak hal dalam hidup ini. Salah satunya pandanganmu soal orientasi makan. Seperti boleh tidak suka manis-manis. Boleh tidak orientasi makan sejenis, misal jeruk makan jeruk?

Salam jeruk makan jeruk.

– ©️ DPS

Pondok Labu, Jakarta, 29/05/2022 16:22

#melekcerita
#melekberita

Image from Pixabay

Pentingnya Belajar kepada Satu Guru

Ⓜ️ melekberita.com – Dalam sebuah pengarahan, sang guru matematika yang sudah terkenal atas prestasinya membimbing siswa menjuarai berbagai kejuaran olimpiade, baik tingkat nasional atau internasional memberikan tips pentingnya belajar kepada satu guru.

Bagaimana cara belajar matematika yang baik dan benar?

Ketika anak mulai tahap awal atau pemula, belajarlah matematika cukup kepada satu guru saja. Jangan banyak les.

Murid yang sudah belajar matematika sama saya, saya larang les di tempat lain.

Mungkin Anda berpikir, semakin banyak les, semakin pintar anak karena semakin banyak pengetahuan dan latihan yang ia dapat.

Hal ini benar tetapi juga salah. Benar, ketika anak sudah mengerti dasar-dasarnya. Salah jika anak tersebut baru belajar matematika.

Kenapa?

Karena dengan belajar atau les di banyak tempat/guru, anak akan mendapatkan teori maupun tips dan trik mengerjakan soal yang berbeda-beda.

Teori, tips, dan trik antar guru ini terkadang justru berlawanan satu sama lain.

Alih-alih membuat anak paham dan mengerti. Hal ini malah membuat anak bingung. Sehingga ketika mengerjakan soal, anak bingung memilih teori , tips, dan trik  mana yang akan ia pakai. Bukan bingung menjawab soal.

Baca juga: Menahan Lelahnya Belajar

Jadi, Anda tidak perlu kuatir. Ketika anak mulai belajar, fokus saja belajar kepada satu guru.

Pentingnya belajar kepada satu guru, anak bisa belajar secara mendalam. Anak bisa paham pondasi-pondasi ilmu yang ia pelajari. Anak bisa belajar lebih detail dalam mengeksplorasi diri.

Bagaimana sebuah teori diturunkan, bagaimana sebuah teori diaplikasikan, bagaimana menganalisa dan menghitung, bagaimana tips dan trik mengerjakan soal dengan cepat, dan lain sebagainya.

Jika dirasa gurunya kurang mumpuni atau tidak cocok, silahkan cari guru yang lain.

Tidak perlu banyak les. Karena cara belajar ini tidak efektif. Selain buang-buang biaya juga akan buang-buang waktu.

Salam buang waktu.

– ©️ DPS

Kemayoran, Jakarta, 23/05/2022 20:59

#melekcerita
#melekberita

Image from Pixabay

Basket Indonesia Meraih Emas Sea Games 2021

melekberita.com – Timnas basket Indonesia meraih emas setelah mengalahkan Filipina dengan skor 85-81 di Thanh Tri Gymnasium, Hanoi, Minggu (22/5/2022).

Hasil ini adalah sejarah buat timnas basket Indonesia. Untuk pertama kali timnas berhasil merebut medali emas sepanjang partisipasi di ajang SEA Games.

Sebelumnya, prestasi terbaik timnas basket Indonesia yaitu empat kali meraih medali perak dan tiga medali perunggu.

Baca Juga: Eko Yulis Raih Emas Sea Games 2021

Image from Pixabay

Eko Yuli Meraih Emas SEA Games 2021

melekberita.com – Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan meraih medali emas SEA Games untuk keenam kalinya, sejak 2007 (2007, 2009, 2011, 2013, 2019, 2021), di Hanoi Sports Training Center, pada Jumat (20/5/2022).

Di usia 32 tahun, Eko masih belum tertandingi di kelas 61 kilogram SEA Games Vietnam 2021. Eko mendominasi para kompetitor lewat angkatan total 290 kg (snatch 135 kg dan clean and jerk 155 kg).

Medali perak diraih wakil Malaysia, Muhamad Aznil Bidin (287 kg) dan perunggu menjadi milik tuan rumah (Vietnam) Nguyen Ngoc Trung (286 kg).

Image from Pixabay

Rest Area

Ⓜ️ melekberita.com – Di tengah perjalanan mudik, tak jarang Anda temukan rest area. Ada yang besar, ada yang kecil. Ada yang fasilitasnya lengkap, ada yang biasa.

Rest area adalah tempat untuk Anda rehat sejenak, mengecek kendaraan, memulihkan tenaga, mengisi energi, sebelum melanjutkan kembali perjalanan.

Coba Anda bayangkan, sebuah perjalanan panjang tanpa ada rest area. Apa yang akan terjadi? Iya, tepat sekali. Bahaya.

Perjalanan panjang tanpa rest area adalah berbahaya.

Ketika Anda sudah menempuh perjalanan panjang, Anda bisa lelah, bosan, dan capek. Kendaraan Anda juga butuh untuk dicek. Saat kondisi seperti ini, penting sekali buat Anda masuk ke rest area. Istirahat sejenak, mengecek kendaraan dan memulihkan tenaga.

Baca juga: Jalan Mudik

Ketergesaan dan kelelahan dalam perjalanan bisa berakibat fatal. Ia bisa menyebabkan kewaspadaan Anda berkurang. Padahal kewaspadaan ini sangat diperlukan agar perjalanan Anda aman. Anda selamat sampai tujuan.

Begitulah pentingnya rest area di dalam sebuah perjalanan. Ia adalah titik singgah yang membantu menjaga keselamatan perjalanan.

Hidup ini juga demikian gaes. Tak selamanya dalam perjalanan hidup ini, Anda mesti berlari atau berjalan terus.

Ada kalanya Anda harus masuk ke rest area untuk rehat sejenak. Instropeksi diri, bertafakur, muhasabah, dan melihat perjalanan ke belakang. Anda mengevaluasi apa yang sudah dilalui dan menyiapkan bekal, sebelum melanjutkan kembali perjalanan berikutnya.

Kenapa? Agar Anda aman dan selamat sampai tujuan.

Waktu berlalu begitu cepat. Tak berasa, saat ini mungkin Anda sudah 40 tahun, 50 tahun, atau di atas 60 tahun?

Sudahkah Anda menemukan rest area di dalam hidup Anda?

Salam rest area.

Kemayoran, Jakarta, 20/05/2022 19:55

©️ DPSasongko

#melekcerita
#meleberita

Image by DPS

Jalan Mudik

Ⓜ️ melekberita.com – Jalan mudik itu tak selamanya ramai. Kadang ia juga sepi. Tak ada kendaraan lain. Tak ada macet. Hanya mesin mobil Anda saja yang berderu. Suaranya sayup-sayup masuk ke dalam kabin. Lengang dan Sunyi.

Saat kondisi seperti itu, banyak pemudik senang. Kesempatan baik untuk memacu kendaraan secara maksimal. Mereka menginjak gas sekuat tenaga dengan harapan ingin lekas sampai tujuan.

Jika lengah maka akibatnya fatal. Kendaraan tidak bisa dikendalikan. Kecelakaan pun tak terhindarkan.

Baca juga: Rest Area

Ketika jalan ramai dan macet, pengemudi terkadang malah lebih berhati-hati. Mereka sigap dan tangkas dalam memainkan rem dan gas.

Meski perjalanan lebih lama dan melelahkan, kemacetan bisa membuat pengemudinya waspada.

Jadi sesungguhnya bukan jalan yang menjadi persoalan di dalam perjalanan mudik. Tetapi sikap pengemudi saat berkendara.

Demikian juga dengan hidup ini gaes. Bukan jalan hidup yang menjadi masalah. Tapi sikap Anda saat mengemudikan hidup Anda.

Salam hidup Anda.

Kemayoran, Jakarta, 16/05/2022 17:28

©️DPSasongko

#melekcerita
#melekberita

Image by DPS

Apakah Alam Semesta ini Diciptakan atau ada dengan Sendirinya?

Ⓜ️ melekberita.com – Dalam perjalanan ke Barat, saat Bejo melewati alas gung lewang-lewung (hutan belantara), ia menemukan gawai di hutan. Gawai terbaru. Iphone 13 Pro Max, 5G dengan memori internal 1 TB. Gawai masih tersegel di dalam box.

Bejo kaget dan senang. Kaget, kok bisa ada gawai di hutan yang tak terjamah ini. Senang, ia mendapat iphone yang harganya 30 jutaan itu.

Singkat cerita, Bejo unboxing dan mengaktifkan gawai di hutan tersebut. Sebagai orang teknis, tak butuh waktu lama buat Bejo untuk menyalakannya. Ia cukup paham dengan kemampuan gawai itu. Baik kemampuan rekamnya maupun kemampuan onlinenya.

Bejo cukup tahu, gawai tersebut disusun dari komponen yang saling terintegrasi dengan baik, benar, dan indah. Bagaimana di dalamnya ada ratusan, mungkin ribuan sirkuit terpadu (ic).

Yang mana di dalam ic tersebut ada ratusan/ribuan gerbang logika yang rumit dan saling berkolaborasi.

Gerbang logika menghasilkan sistem biner. Sistem 1 dan 0. Sistem inilah yang menjalankan gawai canggih itu.

Sistem biner yang menghasilkan gambar yang indah. Yang bisa Anda lihat di layar gawai itu. Ia juga yang menghasilkan video, audio, dan juga pengiriman data.

Hanya sistem 1 dan 0 tetapi bisa menghasilkan sebuah sistem yang ‘maha’ kompleks yang canggih. Sistem yang menopang kegemaran kids zaman now. Sistem yang bisa menjalankan ribuan aplikasi yang dipakai netizen tiap hari itu.

Baca juga : Jalan Mudik

Saat sedang asik nglantur bab teknis, mak lap, terlintas dipikiran Bejo: dari mana asal gawai yang canggih ini? Gawai yang sistemnya rumit, kompleks, dan tersusun dengan rapi itu. Apakah ia ada dengan sendirinya atau ada yang menciptakannya?

Kemudian pikiran Bejo lompat ke alam raya.

Bagaimana dengan alam semesta ini? Yang sistemnya juga kompleks, rumit, dan canggih seperti gawai itu. Apakah ia ada dengan sendirinya ataukah ia ada yang menciptakannya?

Jawabanmu atas pertanyaan di atas seharusnya akan membawa konsekuensi logis atas banyak hal dalam hidup ini. Salah satunya pandanganmu soal LGBT yang sedang ramai, sekarang.

Salam sekarang

Kemayoran, Jakarta, 14/05/2022 08:22
©️ DPSasongko

#melekcerita
#melekberita

Image by Pixabay

Spill: Kasih Tahu Rahasia

Spill = Kasih Tahu Rahasia

Contoh:

1. Spill buku latsol UTBK kamu dong.

2. Gaeis, spill jurusan yang akan kamu ambil dong.

3. Kak, spill lisptiknya dong, belinya di mana?

Baca juga: Latsol = Latihan Soal

#melekbahasa
#melekberita

Kemayoran, Jakarta, 21/03/2022 14.36
©️ DPSasongko

Image by DPS

Latsol: Latihan Soal

Latsol = Latihan Soal

Contoh:

1. Kamu, jika latsol tipe yang kerjakan dulu baru cek kunci jawaban atau kerjakan sambil cek kunci jawaban.

2. Kamu tipe yang mana: 50% belajar, 50% latsol atau 40% belajar, 60% latsol

3. Hari ini, aku cuma nugas sama latsol matematika. Kamu ngapain?

Baca juga: Quotes: Menahan Lelahnya Belajar

#melekbahasa
#melekberita