Home Blog Page 16

Aha Momen

Ⓜ️ melekberita.com – Jumat, 15/07/2022, di kantor, ketika saya sedang asik ngoding tetiba buntu. Pikiran hang, stackoverflow. Tidak ketemu solusinya.

Nyerah? Enggak lah.

Saya kerahkan seluruh daya. Saya tingkatkan konsentrasi untuk menemukan solusi. Googling sana sini. Youtube sana sini. Medsos sana sini. Buka web sana sini.

Berbagai ide yang muncul langsung saya coba. Beraneka tutorial saya ikuti. Mungkin sudah puluhan cara, saya kerjakan. Hasilnya, zonk.

Semakin saya pikir, ulik, coba, lha kok tetap saja masih error. Benar-benar gelap. Blank. Null.

Akhirnya, saya pasrah. Saya pulang.

Baca juga: Eskalator Pertama di Indonesia

Aha Momen

Di tengah perjalanan pulang, otak saya kembali memproses baris-baris kode yang error itu. Otak menganalisa dan mencari solusi sendiri. Aktivitas ini berlangsung otomatis tanpa saya perintahkan. Semua berjalan di luar alam sadar saya.

Aha! Ujuk-ujuk, mak bedunduk ketemu solusinya. Pas saya mau sampai rumah. Kira-kira lima menit perjalanan lagi.

Saat otak saya rileks, tetiba saya bisa melihat sisi-sisi yang sebelumnya tidak saya lihat. Saya sering mengalami hal seperti ini. Sudah tak terhitung jumlahnya.

Bagaimana dengan Anda? Pernah seperti itu?

Aha momen bisa datang kapan dan di mana saja. Aha momen bisa datang di tengah perjalanan, di atas sepeda, di dalam mobil, bus, KRL, MRT, di dalam sholat, bahkan di dalam toilet.

Saat aha momen itu datang, ia seakan menuntut untuk segera dilaksanakan. Kalau tidak maka Anda berpotensi besar kehilangan aha itu.

Begitulah rupanya cara otak itu bekerja, gaess. Ia juga butuh pengendapan dan proses. Gak sak dek sak nyet.

Jadi ketika Anda sudah mentok maka menyerahlah, pasrah. Siapa tahu Anda menemukan aha!

Salam aha.

(©️DPS)

Kemayoran, Jakarta, 15/07/2022 17:43

#melekberita

Eskalator Pertama di Indonesia

melekberita.com – Apa itu eskalator? Menurut wikipedia, eskalator atau tangga berjalan adalah salah satu transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan oleh motor.

Sedangkan menurut KBBI, eskalator adalah tangga dengan anak-anak tangga yang bergerak naik atau turun sebagai bagian dari rangkaian rantai angkut tidak berujung yang bergerak terus-menerus dengan motor listrik, biasanya dilengkapi dengan pegangan yang turut bergerak.

Karena kepraktisannya dalam memindahkan orang, eskalator banyak digunakan di fasilitas umum, seperti: bandara, stasiun, hotel, kantor, dan juga pusat perbelanjaan.

Tahukah Anda, di manakah eskalator pertama di Indonesia?

Eskalator pertama di Indonesia ada di Mal Sarinah, Jakarta. Eskalator di Sarinah sudah ada sejak tahun 1966. Tidak ada keterangan yang detail tentang eskalator tersebut selain tahun keberadaanya.

Baca juga: Logika Harga Ayam dan Telur

Sekarang, eskalator pertama itu sudah tidak dioperasikan. Di kanan dan kirinya, sudah ada eskalator baru yang menggantikan fungsinya.

Sebagai alat, tugas eskalator itu sudah selesai. Tapi sebagai artefak, belum. Ia menjadi cagar budaya.

Eskalator pertama itu menunjukkan kepada saya dan Anda tentang kejayaan masa lalu. Masa lalu yang ternyata juga sudah modern dan maju.

Masa lalu yang dalam kajian ilmu sejarah dikatakan selalu aktual dan relevan. Maksudnya aktual dan relevan untuk dipelajari karena ia akan memberi manfaat dalam kehidupan.

Ok gaess, kembali ke laptop, masih ingatkah, di mana pertama kali Anda naik eskalator?

Salam eskalator.

(©DPS)

Kemayoran, Jakarta, 13/07/2022 19:45

#melekberita

Image by DPS

Logika: Harga Ayam dan Telur

melekberita.com – Berpikir logis edisi kali ini akan membahas tentang harga ayam dan telur. Anda akan belajar logika harga ayam dan telur. Bagaimana kita menalar antara harga dan barang?

Apa itu berpikir logis? Secara sederhana, berpikir logis adalah kemampuan Anda menemukan suatu kebenaran berdasarkan aturan, pola atau logika tertentu sehingga Anda memperoleh kebenaran secara rasional.

Berpikir ini berhubungan erat dengan penalaran dalam menarik sebuah kesimpulan. Di mana Anda harus berpikir secara ilmiah, baik dalam metodologi maupun melihat fakta.

Baca juga: Logika Tiga Sapi

Ada beberapa cara mengasah kemampuan berpikir logis. Salah satunya dengan menjawab soal logika.

Soal di bawah ini, tidak butuh hitung menghitung yang rumit. Hanya butuh penalaran logis Anda saja.

Logika Harga Ayam dan Telur

Soal:

Total harga ayam dan telur emas adalah 1,1 juta. Harga ayam emas 1 juta lebih mahal. Berapakah harga telur emas?

Jawab:

Salam telur emas

Kemayoran, Jakarta, 13/07/2022 11:49

©DPS

#melekhitung
#melekberita

*Image by DPS

Logika: Tiga Sapi

melekberita.com – Berpikir logis edisi kali ini akan membahas tentang tiga sapi. Anda akan belajar logika tiga sapi dan rumput. Bagaimana kita menalar antara kecepatan dan persediaan?

Apa itu berpikir logis? Secara sederhana, berpikir logis adalah kemampuan Anda menemukan suatu kebenaran berdasarkan aturan, pola atau logika tertentu sehingga Anda memperoleh kebenaran secara rasional.

Berpikir ini berhubungan erat dengan penalaran dalam menarik sebuah kesimpulan. Di mana Anda harus berpikir secara ilmiah, baik dalam metodologi maupun melihat fakta.

Baca juga: Perang Dagang

Ada beberapa cara mengasah kemampuan berpikir logis. Salah satunya dengan menjawab soal logika.

Soal di bawah ini, tidak butuh hitung menghitung yang rumit. Hanya butuh penalaran logis Anda saja.

Logika Tiga Sapi

Soal:
Jika 3 ekor sapi makan 3 lapangan rumput dalam 3 hari maka 100 ekor sapi makan 100 lapangan rumput dalam berapa hari?

Jawab:

Salam hari

Kemayoran, Jakarta, 03/07/2022 12:48

©DPS

#melekhitung
#melekberita

*Image by DPS

Analogi Perang Dagang

Ⓜ️ melekberita.com – Alkisah tentang perang dagang di negeri dongeng. Kota Rika membeli beras dari Desa Ongkok. Desa Ongkok membeli HP dari Kota Rika. Perdagangan biasa dan saling menguntungkan.

Kota Rika sangat bergantung pada Desa Ongkok dalam hal bahan mentah. Demikian juga sebaliknya. Desa Ongkok membutuhkan teknologi dari Kota Rika.

Kedua belah pihak sudah saling ketergantungan dalam waktu yang lama. Normal, lazim, biasa saja.

Dari aktivitas perdagangan ini, mendadak ekonomi Desa Ongkok tumbuh pesat dalam 20 tahun terakhir. Ekonomi Desa Ongkok menjadi nomor satu dan mengalahkan ekonomi Kota Rika.

Perang Tarif

Pejabat Kota Rika tidak terima. Mereka menaikkan tarif masuk beras ke kotanya. Orang desa keberatan. Mereka protes terhadap kebijakan itu. Protes mereka tak digubris. Langkah tersebut kemudian dibalas oleh pejabat desa dengan menaikkan tarif masuk HP ke desanya.

Terjadilah perang tarif, perang dagang antara Kota Rika dan Desa Ongkok untuk pertama kalinya dalam sejarah. Suasana yang tadinya adem ayem berubah menjadi panas.

Bagaimana dengan nasib beras dan HP? Apa yang terjadi?

Harga beras di kota dan HP di desa langsung naik. Kedua barang itu menjadi mahal. Permintaan menurun. Produksi HP dan beras ikut menurun.

Karena Kota Rika dan Desa Ongkok adalah pusat rantai pasok dunia maka efek dominonya menyebar ke mana-mana. Ekonomi di berbagai daerah mengalami kontraksi. Terjadilah perlambatan laju perekonomian dunia.

Baca juga: Standar Internasional

Perang Fisik

Setelah beberapa bulan, perang dagang ternyata tak kunjung selesai. Tidak ada titik temu antara kedua belah pihak.  Yang terjadi justru sebaliknya. Tensi makin tinggi.

Dari kenaikan tarif masuk, pejabat kota sekarang memblacklist barang-barang olahan dari desa. Mulai dari mebel, kain, sampai camilan. Pejabat kota juga menghentikan dukungan teknologi yang selama ini digunakan di desa. Seperti teknologi untuk telekomunikasi, komunikasi, dan informasi.

Kebijakan ini sangat memukul Desa Ongkok. Tapi rakyat Desa Ongkok terkenal ulet.

Pejabat desa tak mau kalah. Mereka balas dengan menghentikan suplai bahan mentah ke kota. Mereka tak lagi mengirim buah, daging, telur, sayur mayur dan sembako.

Dalam ketegangan tinggi, kedua pihak akhirnya terlibat adu fisik secara tidak langsung. Mereka ada di kubu yang berbeda saat terjadi perang antara Desa Rus dan Desa Ukra.

Di sinilah masalah makin ruwet. Masalah yang awalnya ekonomi, perang dagang, kini sudah menjalar ke ranah politik. Perang fisik.

Damai Di Desa Ali

Pada bulan November 2022, di Desa Ali akan diadakan KTT G200. Di forum itu, beberapa pemimpin desa dan kota bertemu. Di situlah wadah tali silaturahmi, di situlah komunikasi bisa terajut kembali, di situlah miskom bisa ditabayunkan.

Jadi, apakah Kota Rika dan Desa Ongkok akan segera berdamai? Perang antara Desa Rus dan Desa Ukra akan segera berakhir? Dan Desa Ali menjadi saksi perdamaian itu semua? Semoga.

Salam semoga.

© DPS

Kemayoran, Jakarta, 30/06/2022 22:05

#melekcerita
#melekberita

Image by Pixabay

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Kamis (30/6/2022). Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kyiv, Rabu (29/6/2022). Presiden Jokowi membawa misi perdamaian dalam kedua pertemuan tersebut.

Standar Internasional

Ⓜ️ melekberita.com – Puncak Jakarta Hajatan ke-495 dirayakan di stadion standar internasional, JIS (Jakarta International Stadium) pada Sabtu, 25/06/2022. Acara itu dihadiri lebih dari 60 ribu orang.

Pagi ini, Minggu, 26/06/2022, saya melihat anak-anak bermain bola di lapangan yang juga berstandar internasional (FIFA), Lapangan Pors, Kemayoran.

Standar internasional adalah standar tertinggi. Sebuah kebanggaan jika Anda bisa mencapai standar itu.

Kenapa? Karena dengan standar tersebut artinya dunia sudah mengakui Anda. Dan tentu proses yang tidak mudah untuk mencapainya.

Baca juga: Bejo Mencari Tuhan

Pada usianya yang ke-495, tidak hanya dihadirkan stadion yang berstandar internasional di Jakarta. Ada juga : tansportasi berstandar internasional, halte berstandar internasional, trotoar berstandar internasional, dan tempat pentas seni dan kebudayaan berstandar internasional.

Sebuah pencapaian pembangunan yang mungkin layak untuk dibanggakan.

Bicara soal standar internasional, ah saya jadi teringat nasib sekolah berstandar internasional.

Salam internasional.

©️ DPS

Kemayoran, Jakarta, 26/06/2022 9:16

#melekbahasa
#melekberita

*Image by DPS

Bejo Mencari Tuhan

melekberita.com – Bejo mengembara mencari Tuhan. Katanya Tuhan ada di tempat ibadah. Bejo segera bergegas. Sampai di tempat ibadah matanya menyalak, memperhatikan dengan serius tapi dia tidak menemukan Tuhan. Yang dilihat hanya sekumpulan orang yang sedang berdoa.

Bejo keluar, melanjutkan perjalanannya. Perjalanan yang dia sendiri tak tahu sampai kapan akan berakhir.

Waktu telah berganti hari. Sudah dua kali matahari muncul dari ufuk Timur. Di jalan, udara mendidih. Panasnya bisa membakar kulit. Di tengah terik seperti itu Bejo beristirahat di bawah pohon mangga. Raut mukanya kusut, kelelahan terbakar letih.

Sarinem

“Kisanak bangun kisanak, silahkan istirahat di dalam” terdengar suara membuyarkan mimpinya.

Bejo terbangun dengan kaget. Spontan dia pasang kuda-kuda. Matanya mencari sumber suara. Jangan-jangan rampok, desahnya dalam hati.

“Tenang kisanak, tidak ada bahaya. Maaf kalau mengagetkan. Perkenalkan, nama saya Sarinem”.

Mendengar suara kedua, sikap Bejo berubah drastis. Dari siaga sempurna kembali ke wajah malasnya. “Ooo, tidak papa. Saya juga minta maaf sudah tertidur di pekarangan nyisanak tanpa izin. Nama saya Bejo” balasnya.

Itulah awal pertemuan Bejo dengan Sarinem. Gadis desa yang berwajah pas-pasan, pas ayunya.

“Dari tadi saya perhatikan dari dalam rumah, sepertinya kisanak kelelahan. Saya tidak tega. Udara di luar sangat menyengat, tidak baik buat kesehatan. Mari masuk, istirahat di dalam”.

Suara Sarinem sangat dingin, menetes membasahi kerongkongan Bejo yang kerontang. Entah kenapa Bejo mengikuti begitu saja langkah Sarinem menuju rumah. Suara Sarinem sepertinya mengandung tenaga dalam dan telah membius Bejo.

Sampai di dalam rumah, Bejo heran. Kok masih ada orang baik seperti Sarinem. Dari tingkah polah dan penampilan sepertinya dia bukan orang sembarangan, kanuragannya pastilah tinggi. Bejo membatin.

“Mohon maaf, kalau boleh saya tahu. Nama desa ini apa ya?” tanya Bejo penasaran.

“Desa Makmuroto. Penduduk di desa ini pekerja keras semua. Namun, di musim panas seperti ini mereka biasanya bermalasan di rumah. Kalau juga boleh saya tahu, kisanak hendak pergi kemana?”

“Entahlah, saya tidak tahu. Saya hanya ingin mencari Tuhan. Apakah nyisanak tahu, dimana Tuhan berada?”

“Istirahatlah dulu barang sebentar. Saat letih sudah hilang silahkan kisanak melanjutkan perjalanan. Kamar itu sudah lama tidak ada yang meniduri, namun masih sering saya bersihkan. Saya akan buatkan kopi kalau ada perlu apa-apa tiup saja seruling ini” ucap Sarinem tidak menjawab pertanyaan Bejo sekatapun.

Suara di Balik Cahaya

Seperti tadi, suara Sarinem kali ini masih sama dinginnya. Bejopun seperti terhipnotis, mengikuti apa yang dikatakan Sarinem, menuju pembaringan dan merebahkan tubuhnya yang sudah lama payah.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba terdengar suara dari balik cahaya.

“Wahai jiwa yang sedang gelisah, untuk apa kamu mencari Tuhan”.

“Saya ingin bertanya kepada-Nya, kenapa di bumi ini manusia membuat kerusakan, bahkan saling bunuh atas nama Tuhan” jawab Bejo.

“Ouw, ketahuilah wahai jiwa yang gelisah. Sejatinya Tuhan ada di dalam hati setiap manusia. Hati adalah misteri terbesar bagi manusia itu sendiri. Jika kamu bisa memecahkan misteri itu mungkin kamu akan menemukan Tuhan. Sayang, hati suka terselimuti kabut tebal. Sehingga manusia tidak bisa lagi membedakan antara yang haq dan bathil. Itulah kenapa angkara murka merajalela. Oleh karena itu, hanya mereka yang berhati bersihlah yang bisa merasakan-Nya. Tuhan tidak bisa dilihat dengan kasat mata, sebab Tuhan hanya bisa dijumpai setelah semua urusan di bumi ini tamat”

Bejo terperanjat. Bersamaan dengan itu, hilang pula suara dari balik cahaya. Juga musim panas, pohon mangga, desa Makmuroto, Sarinem dan rumahnya. Yang tinggal hanya dirinya sendiri bersama keringat dingin yang membasahi tubuhnya. Detak jantungnya tak teratur, Bejo menggigil bingung.

Salam bingung

©DPS

Kemayoran – Jakarta, 08 September 2007 00:22

*Image by DPS

FWB Artinya

melekberita.com – Sebuah video yang membahas tentang FWB viral. Pro kontra terjadi di kalangan netizen. Ada yang setuju dengan konten tersebut dan ada yang tidak setuju. FWB artinya?

Secara bahasa, FWB artinya Friend With Benefits. FWB merujuk pada hubungan pertemanan lawan jenis yang berorientasi pada seksual.

FWB terjadi antara orang-orang yang menganggap diri mereka sebagai teman tetapi tanpa ikatan. Dengan kata lain, hubungan pertemanan antara pria dan wanita ini hanya untuk mendapatkan kesenangan (seks) tanpa ikatan.

FWB adalah singkatan dari Friend With Benefits, yaitu merujuk pada hubungan pertemanan lawan jenis yang berorientasi pada seksual.

Baca juga: Balik

Hubungan FWB tidak didasari pada rasa cinta. Hubungan ini terbentuk hanya atas dasar nafsu dan kepuasan. Hubungan yang didasarkan pada orientasi seksual ini menghindari perasaan atau ikatan emosional.

Kenapa? Karena dengan begitu, baik pria dan wanita tidak saling terikat. Hubungan FWB bisa berakhir kapan saja dan begitu saja tanpa meninggalkan perasaan sakit hati.

Fenomena ini memang banyak ditemui di Barat yang menganut kebebasan. Namun kini, fenomena tersebut sudah mulai diadaptasi oleh masyarakat di berbagai negara.

Gimana gaess. Sekarang jadi tahu kan, apa itu FWB?

Salam FWB.

Kemayoran, Jakarta, 18/06/2022 13:17

© DPS

#melekbahasa
#melekberita

Image by DPS

Balik

Ⓜ️ melekberita.com – Balik adalah satu kata yang ambigu buat Paijo. Kata itu membingungkan. Kenapa? Karena kata tersebut mengandung dua makna. Ia memiliki arti ganda.

Kok bisa?

Begini ceritanya.

Lebaran kemarin, tepatnya H-5, Paijo mudik ke kampung halamannya. Hari Kamis, 28 April 2022, Paijo sudah sampai di desanya.

Lebaran tahun ini jatuh pada hari Rabu, 3 Mei 2022.

Delapan hari di kampung, Kamis, 5 Mei 2022, saat lagi nongkrong di depan rumah, Mawar, tetangga Paijo menyapanya.

“Eh Mas Paijo. Kapan balik mas?” tanya Mawar.

Paijo bingung. Ia loading. Pertanyaan Mawar yang sepele ini, tidak bisa langsung ia jawab. Ada delay sekian detik.

“Mmm..kemarin, Hari Kamis tanggal 28, mbak,” jawab Paijo agak ragu.

Paijo bimbang. Yang dimaksud Mawar balik itu, balik dari kota atau balik ke kota. Dua-duanya jelas berbeda. Bedanya jauh sekali.

Paijo menjawab sekenanya. Ia memilih jawaban kapan balik dari kota ketimbang kapan balik ke kota.

Sebenarnya, bisa saja ia bertanya. Maksud Mbak Mawar itu, balik dari kota atau balik ke kota, ya?

Namun, ia tak melakukan itu. Kenapa? Sebab, jika pertanyaan itu ia tanyakan maka obrolan akan jadi tidak luwes. Canggung dan kaku. Hilang kehangatannya.

Mawar mesti menjelaskan lebih detail tentang maksudnya. Hal ini yang dihindari oleh Paijo. Ia tak ingin menjadi orang yang tidak peka.

Paijo paham betul, sebagai orang desa sini, dari kecil ia dididik untuk bisa merasa. Bisa merasakan apa yang dirasa/dimau/dipikir oleh orang lain tanpa ia harus bertanya.

Lingkungan yang mendidiknya. Empati. Tepo seliro. Rasa yang sudah diasah sejak dari kecil. Sing biso rumongso (yang bisa merasa).

Baca juga: Tiket Borobudur

Balik Artinya

Menurut KBBI, balik artinya ialah kembali atau pulang.

Sayang, di KBBI tidak dijelaskan. Yang dimaksud pulang di situ, pulang ke mana? Pulang ke rumah orang tua? Atau pulang ke rumah sendiri?

Dulu, waktu Paijo masih bujang, ia tidak bingung ketika ditanya soal balik. Dengan lekas, ia bisa menjawab waktu kedatangannya, ke desa.

Kenapa?

Jelas. Paijo tidak punya rumah selain rumah orang tuanya. Jadi yang dimaksud orang dengan kata balik, pasti balik dari kota.

Waktu itu, seratus persen Paijo yakin, maksud penanya dan maksud dia, pasti sama.

Kini, ketika Paijo sudah berumah tangga, punya rumah sendiri di rantau, kata balik ini ternyata ambigu buat dia. Ia memiliki makna ganda.

Kembali ke laptop.

Lebaran kemarin, kamu mudik enggak gaess? Kapan balik?

Salam balik.

– ©️ DPS

Kemayoran, Jakarta, 06/96/2022 – 21:44

#melekbahasa
#melekberita

*Image by DPS

Tiket Borobudur

Ⓜ️ melekberita.com – Pemerintah berencana menaikkan harga tiket masuk ke kawasan wisata, Candi Borobudur. Kebijakan ini menghebohkan netizen dan citizen. Kenapa? Karena kenaikan harganya relatif tinggi.

Tiket yang awalnya dibanderol dengan harga 50 ribu, naik menjadi 750 ribu. Harga naik 700 ribu. Nilai kenaikannya adalah empat belas kali lipat, 1.400 persen.

Ini mah bukan naik tapi ganti harga, kata Paijo dalam hati.

Sebagai nom-noman (anak muda) yang pas-pasan, Paijo ndilalah pas punya uang. Sehingga liburan sekolah tahun ini, ia bisa mengajak Paijem, Paini dan Paino berwisata ke Candi Borobudur.

Paijo ingin menunjukkan kebesaran masa lalu kepada anaknya, Paino dan Paini. Masa lalu yang selalu aktual, kata Lek Kempitz, teman Paijo dulu di kantor

Baca juga: Ojo kesusu dan Kemlinthi

Paijo ke Borobudur

Di depan loket, Paijo memesan tiket.

Paijo: “Dua orang, mas.”
Petugas: “Satu juta lima ratus.”
Paijo: “Untuk pelajar.”

Pelajar cap opo. Pelajar kok wis tuwek (udah tua), batin petugas.

Melihat wajah Paijo yang sudah dewasa (tua), petugas loket jelas tak percaya kalau Paijo masih pelajar.

Paijo kemudian menyodorkan dua buah kartu pelajar. Petugas mengecek kartu tersebut. Di sana tertulis nama Paini dan Paino. Kelas tiga SMA dan SMP.

Petugas: “Sepuluh ribu saja.”

Harga tiket untuk pelajar memang tidak naik. Harga tiket untuk pelajar adalah lima ribu per orang.

Paijo mengeluarkan gocengan (lima ribuan) dua dari kantongnya. Uang kembalian, sisa beli kacang godhok semalam.

Sat set wat wet, dua tiket sudah di tangannya. Paijo kemudian memberikan kedua tiket tersebut kepada Paini.

“Ni, adiknya dijaga ya. Jangan sampai berpisah. Bapak sama ibuk tunggu di semak-semak taman sini,” kata Paijo kepada Paini.

Akhir kata, Paini senang. Paino senang. Paijo senang. Paijem senang. Petugas juga senang. Mereka semua senang. Happy ending.

Yu Ngatni, tetangga Paijo yang sedih. Ia dan Kang Ngatno belum pernah ke Candi Borobudur. Impiannya untuk melihat salah satu keajaiban dunia, yang ada di negerinya itu, mesti ia buang jauh-jauh.

“Ora ndelok candi, ora patheken. Pitung atus seket ewu?” batin Yu Ngatni.
(Tidak melihat candi, tidak apa-apa. Tujuh ratus lima puluh ribu?)

Salam pitung atus seket ewu.

Kemayoran, Jakarta, 05/06/2022 17:13

– ©️ DPS

#melekcerita
#melekberita

Image by Pixabay

*cerita ini hanya fiktif belaka.