Home Blog Page 4

Apa itu Willpower: Kekuatan untuk Menguasai Diri dan Meraih Impian

0

Apa itu willpower? Willpower atau kekuatan kehendak (tekad), adalah kemampuan untuk mengendalikan diri, bertahan dari godaan, dan tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Dalam kehidupan sehari-hari, willpower sering menjadi fondasi dari setiap keputusan besar dan kecil, membantu kita mengatasi hambatan dan menghadapi tantangan.

Apa Itu Willpower?

Willpower adalah kombinasi dari kekuatan mental, disiplin diri, dan kemampuan untuk mengendalikan emosi serta dorongan impulsif. Dalam psikologi, willpower dianggap sebagai keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk menunda kepuasan demi tujuan jangka panjang.

Willpower melibatkan:

  1. Kontrol Diri: Mengelola tindakan dan respons secara sadar.
  2. Fokus: Tetap teguh pada prioritas utama meskipun ada gangguan.
  3. Ketahanan: Tidak menyerah saat menghadapi kesulitan atau kegagalan.

Mengapa Willpower Penting?

  1. Menggapai Tujuan Hidup
    Setiap impian membutuhkan usaha dan pengorbanan. Willpower membantu Anda tetap berada di jalur yang benar meskipun ada hambatan.
  2. Mengatasi Kebiasaan Buruk
    Dengan kemauan yang kuat, Anda dapat melawan kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi berlebih, atau menunda pekerjaan.
  3. Membangun Kebiasaan Positif
    Proses menciptakan kebiasaan baru, seperti berolahraga atau membaca, memerlukan konsistensi yang dipandu oleh willpower.
  4. Menghadapi Godaan
    Dalam kehidupan modern yang penuh dengan distraksi, seperti media sosial atau hiburan instan, willpower menjadi alat untuk tetap produktif dan disiplin.

Baca juga: Apa itu Femisida: Kejahatan Berbasis Gender

Cara Mengasah Willpower

Willpower adalah keterampilan yang bisa dilatih. Berikut adalah beberapa cara untuk memperkuatnya:

  1. Tetapkan Tujuan yang Realistis
    Pastikan tujuan Anda jelas, terukur, dan dapat dicapai. Tujuan yang terlalu besar tanpa perencanaan sering kali menguras kemauan Anda.
  2. Mulai dari Hal Kecil
    Uji kemauan Anda dengan langkah-langkah kecil, seperti bangun pagi 10 menit lebih awal atau mengurangi konsumsi gula sedikit demi sedikit.
  3. Kelola Energi Anda
    Tubuh dan pikiran yang lelah lebih sulit mengontrol dorongan. Pastikan Anda mendapatkan tidur cukup, makan dengan nutrisi seimbang, dan berolahraga.
  4. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
    Hilangkan godaan dari sekitar Anda. Misalnya, jika Anda ingin menabung, jauhi belanja impulsif dengan menghapus aplikasi belanja online.
  5. Gunakan Pengingat Visual
    Tempelkan catatan kecil di tempat yang sering Anda lihat untuk mengingatkan tujuan Anda. Misalnya, “Tetap Fokus!” di layar laptop.
  6. Berikan Hadiah pada Diri Sendiri
    Rayakan keberhasilan kecil Anda untuk menjaga motivasi dan memperkuat perilaku positif.

Willpower adalah kombinasi dari kekuatan mental, disiplin diri, dan kemampuan untuk mengendalikan emosi serta dorongan impulsif.

Tantangan dalam Menguatkan Willpower

Willpower bisa terkuras, terutama saat Anda menghadapi banyak tekanan, stres, atau godaan yang terus-menerus. Inilah yang disebut ego depletion. Namun, dengan istirahat yang cukup dan strategi pengelolaan stres, Anda dapat memulihkan kekuatan tersebut.

Kesimpulan

Willpower adalah kekuatan luar biasa yang dimiliki setiap individu. Dengan kemauan yang kuat, Anda dapat mengatasi rintangan, menciptakan perubahan positif, dan mencapai impian yang tampaknya mustahil. Ingatlah, willpower seperti otot: semakin sering Anda melatihnya, semakin kuat pula kekuatannya. Mulailah dari hal kecil, dan jadikan willpower senjata utama Anda dalam perjalanan menuju kesuksesan.

(© ADS)

Image by Myléne from Pixabay

Apa itu Femisida: Kejahatan Berbasis Gender

0

Apa itu Femisida? Femisida, atau pembunuhan terhadap perempuan karena mereka adalah perempuan, merupakan bentuk kekerasan ekstrem berbasis gender. Fenomena ini mencerminkan ketimpangan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan serta budaya misoginis yang mengakar di berbagai masyarakat. Femisida berbeda dengan pembunuhan umum karena didorong oleh motif diskriminasi, dominasi, dan kebencian terhadap perempuan.

Seperti dilaporkan Tempo (15/12/2024), angka kasus femisida di Indonesia terbilang tinggi. Berdasarkan catatan Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), terdapat 290 kasus femisida sepanjang periode 1 Oktober 2023 hingga 31 Oktober 2024. Angka itu diperoleh dari data sekunder berupa pemantauan pemberitaan media daring.

Viral di media sosial baru-baru ini, pegawai toko roti dianiaya di Kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Perempuan penjaga kasir di toko itu, dianiaya oleh anak dari bosnya, pada 17 Oktober 2024. Ia dilempari dengan kursi dan benda keras lainnya hingga menyebabkan luka sobek di bagian kepala, seperti diberitakan Tempo.

Artikel ini akan membahas pengertian femisida, penyebab utamanya, contoh kasus, dampaknya, serta upaya untuk mengatasi masalah ini.


Apa Itu Femisida?

Femisida didefinisikan sebagai pembunuhan yang dilakukan terhadap perempuan karena jenis kelaminnya. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Diana E.H. Russell, seorang feminis dan sosiolog, pada 1976. Femisida tidak hanya merujuk pada pembunuhan fisik, tetapi juga mencakup konteks sosial dan budaya yang memungkinkan terjadinya kekerasan ini.

Jenis Femisida:

  1. Femisida Intim: Dilakukan oleh pasangan atau mantan pasangan, biasanya sebagai akibat kekerasan dalam hubungan.
  2. Femisida Non-Intim: Dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki hubungan dekat dengan korban, sering kali karena kebencian atau pelecehan seksual.
  3. Femisida Sistemik: Berakar pada kondisi struktural, seperti perdagangan manusia, eksploitasi seksual, atau praktik budaya berbahaya (seperti pembunuhan karena kehormatan).

Penyebab Femisida

Femisida tidak terjadi dalam ruang hampa; ia dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  1. Budaya Patriarki: Sistem sosial yang memberikan kekuasaan dominan kepada laki-laki menciptakan ketimpangan gender yang ekstrem, memungkinkan perempuan menjadi korban.
  2. Normalisasi Kekerasan: Di beberapa masyarakat, kekerasan terhadap perempuan dianggap wajar atau bahkan diterima.
  3. Ketimpangan Gender: Perempuan sering kali dianggap subordinat, yang membuat mereka lebih rentan terhadap kekerasan.
  4. Kurangnya Penegakan Hukum: Dalam banyak kasus, pelaku femisida tidak dihukum dengan setimpal, menciptakan impunitas yang memperparah masalah ini.

Baca juga: Apa itu Malapropism

Contoh Kasus Femisida di Dunia

  1. Ciudad Juárez, Meksiko
    Kota ini dikenal dengan tingginya angka femisida. Sejak tahun 1990-an, ratusan perempuan muda yang bekerja di pabrik ditemukan tewas secara brutal, sering kali setelah mengalami pelecehan seksual. Hingga kini, banyak kasus yang belum terselesaikan.
  2. Kasus Pembunuhan Karena Kehormatan (Honor Killing)
    Di beberapa negara, perempuan dibunuh oleh keluarga mereka sendiri karena dianggap melanggar “kehormatan” keluarga, seperti menikah tanpa persetujuan atau menjadi korban perkosaan.
  3. Pembunuhan Pasangan Intim
    Di banyak negara, pembunuhan terhadap perempuan oleh pasangan atau mantan pasangan adalah bentuk femisida yang paling umum.

Dampak Femisida

Femisida tidak hanya merenggut nyawa perempuan, tetapi juga memiliki dampak luas, termasuk:

  1. Trauma Keluarga dan Komunitas: Kehilangan perempuan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sosial mereka.
  2. Kehilangan Sumber Daya Sosial dan Ekonomi: Perempuan sering kali menjadi pilar ekonomi dan sosial dalam keluarga mereka.
  3. Memperkuat Ketakutan di Kalangan Perempuan: Tingginya angka femisida menciptakan rasa takut di kalangan perempuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Upaya untuk Mengatasi Femisida

  1. Peningkatan Kesadaran Publik: Kampanye pendidikan dan advokasi untuk mengubah budaya patriarki dan menghapus normalisasi kekerasan terhadap perempuan.
  2. Penegakan Hukum yang Tegas: Negara harus memastikan bahwa pelaku femisida dihukum dengan setimpal dan tidak ada toleransi terhadap kekerasan berbasis gender.
  3. Perlindungan Perempuan:
    • Memberikan tempat perlindungan bagi perempuan yang terancam kekerasan.
    • Menyediakan layanan psikologis dan hukum untuk mendukung korban dan keluarganya.
  4. Pemberdayaan Perempuan: Memberikan akses pendidikan, pekerjaan, dan sumber daya kepada perempuan untuk mengurangi ketergantungan mereka pada pelaku kekerasan.
  5. Pengumpulan Data: Statistik yang akurat diperlukan untuk memahami skala masalah ini dan merancang kebijakan yang efektif.

Kesimpulan

Femisida adalah bentuk kekerasan yang sangat serius dan mencerminkan kegagalan dalam melindungi hak asasi perempuan. Upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat, dan individu diperlukan untuk mengakhiri kejahatan ini. Mengubah budaya misoginis, meningkatkan kesadaran, dan menegakkan hukum secara tegas adalah langkah penting untuk menciptakan dunia di mana perempuan dapat hidup dengan aman dan bermartabat.

Setiap nyawa perempuan berharga. Femisida bukan hanya masalah perempuan, tetapi juga masalah kemanusiaan yang harus diselesaikan bersama.

(© ADS)

#melekberita
#melekbahasa

Image by Daria Obymaha from Pixabay

Apa itu Malapropism

0

Apa itu Malapropism? Malapropism adalah kesalahan dalam penggunaan kata atau frasa yang terjadi ketika seseorang secara tidak sengaja menggunakan kata yang terdengar mirip dengan kata yang sebenarnya dimaksudkan, tetapi memiliki arti yang sama sekali berbeda. Hal ini sering menghasilkan efek yang lucu atau membingungkan.

Asal Istilah

Istilah ini berasal dari nama karakter Mrs. Malaprop dalam drama “The Rivals” karya Richard Brinsley Sheridan (1775). Mrs. Malaprop dikenal karena sering menggunakan kata-kata yang salah namun terdengar mirip dengan kata yang dimaksud, menciptakan situasi humoris.

Contoh Malapropism

  1. Salah: “He is the pineapple of politeness.”
    Benar: “He is the pinnacle of politeness.”
    (Pinnacle = puncak, sementara Pineapple = nanas)
  2. Salah: “I need to go to the optometrist to get my spectacles prescribed.”
    Benar: “I need to go to the ophthalmologist to get my spectacles prescribed.”
    (Optometrist dan ophthalmologist adalah profesi berbeda dalam bidang kesehatan mata.)
  3. Salah: “Texas has a lot of electrical votes.”
    Benar: “Texas has a lot of electoral votes.”
    (Electoral = terkait pemilihan, sementara electrical = terkait listrik.)

Mengapa Malapropism Terjadi?

  • Kebingungan Fonetik: Kata-kata yang salah digunakan sering terdengar mirip dengan kata yang benar.
  • Kurangnya Pemahaman Makna: Pengguna mungkin tidak memahami sepenuhnya arti kata yang digunakan.
  • Kesalahan Berbicara: Terjadi secara spontan ketika berbicara tanpa persiapan.

Efek Malapropism

  • Humor: Malapropism sering digunakan dalam komedi untuk menciptakan efek lucu. Contohnya, karakter seperti Mrs. Malaprop atau Joey Tribbiani dari serial Friends sering melakukan kesalahan semacam ini.
  • Kebingungan: Dalam percakapan sehari-hari, malapropism dapat menyebabkan kebingungan jika lawan bicara tidak memahami konteksnya.

Perbedaan dengan Spoonerism

Malapropism berbeda dengan spoonerism. Jika malapropism melibatkan kesalahan kata berdasarkan arti, spoonerism melibatkan pertukaran suara atau suku kata dalam kata-kata (misalnya, “You have hissed all my mystery lectures” untuk “You have missed all my history lectures”).

Malapropism mencerminkan bagaimana bahasa dapat menjadi lucu dan menantang pada saat yang sama!

(© ADS)

Image by StartupStockPhotos from Pixabay

Apa itu Dopamin: Hormon Kebahagiaan dan Perannya

0

Apa itu Dopamin? Dopamin adalah salah satu neurotransmitter penting dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai “pembawa pesan kimia” antara otak dan tubuh. Neurotransmitter ini dikenal luas sebagai “hormon kebahagiaan” karena perannya dalam mengatur perasaan senang, motivasi, dan kesejahteraan. Selain itu, dopamin juga memiliki fungsi lain yang penting dalam berbagai sistem tubuh.

Apa Itu Dopamin?

Dopamin adalah zat kimia yang diproduksi di otak, khususnya di area substantia nigra dan ventral tegmental. Zat ini dilepaskan ke berbagai bagian otak untuk memengaruhi emosi, gerakan, dan pengambilan keputusan.

Fungsi Utama Dopamin

1. Penghargaan dan Motivasi

Dopamin berperan besar dalam sistem penghargaan otak. Ketika seseorang melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti makan makanan favorit, berolahraga, atau mencapai tujuan, dopamin dilepaskan. Inilah yang menciptakan perasaan puas dan mendorong seseorang untuk mengulangi perilaku tersebut.

2. Pengendalian Gerakan

Dopamin juga penting untuk mengatur gerakan tubuh. Kekurangan dopamin di area otak tertentu, seperti pada penderita penyakit Parkinson, dapat menyebabkan kesulitan bergerak atau tremor.

3. Pengaruh pada Konsentrasi dan Pembelajaran

Dopamin membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Neurotransmitter ini memungkinkan otak untuk fokus pada tugas tertentu dan mempelajari informasi baru.

4. Regulasi Mood

Tingkat dopamin yang seimbang berkontribusi pada suasana hati yang stabil. Sebaliknya, kadar dopamin yang terlalu rendah sering dikaitkan dengan gangguan mood, seperti depresi.

Baca juga: Slow Living: Gaya Hidup Lambat yang Membawa Kedamaian

Faktor yang Mempengaruhi Dopamin

Beberapa faktor dapat memengaruhi kadar dopamin dalam tubuh, seperti:

Pola Makan: Konsumsi makanan kaya tirosin, seperti daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan, dapat meningkatkan produksi dopamin.
Aktivitas Fisik: Olahraga teratur merangsang pelepasan dopamin, yang dapat meningkatkan suasana hati dan energi.
Tidur: Kurang tidur dapat menurunkan kadar dopamin, sehingga menyebabkan kelelahan dan mood buruk.

Gangguan yang Terkait dengan Dopamin

1. Kelebihan Dopamin

Tingkat dopamin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan seperti skizofrenia atau perilaku adiktif, di mana seseorang menjadi terlalu bergantung pada aktivitas tertentu untuk merasakan kebahagiaan.

2. Kekurangan Dopamin

Kekurangan dopamin sering dikaitkan dengan penyakit Parkinson, gangguan depresi, dan kurangnya motivasi atau energi, yang dikenal sebagai sindrom motivasi rendah.

Cara Meningkatkan Dopamin Secara Alami

Meditasi dan Relaksasi: Teknik ini membantu mengurangi stres dan meningkatkan produksi dopamin.
Paparan Cahaya Matahari: Sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang berkontribusi pada sintesis dopamin.
Hindari Stres Berlebih: Stres kronis dapat menghambat produksi dopamin.

Kesimpulan

Dopamin memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur gerakan hingga menciptakan perasaan senang dan termotivasi. Memahami dan menjaga keseimbangan dopamin dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, baik secara fisik maupun mental. Dengan pola hidup sehat dan manajemen stres yang baik, kita dapat mendukung fungsi dopamin untuk menjaga kesejahteraan kita.

Jika Anda tertarik untuk menggali lebih jauh tentang topik ini, berbicaralah dengan ahli kesehatan atau lakukan riset mendalam untuk memahami bagaimana dopamin memengaruhi tubuh Anda.

(© ADS)

Image by Franz Bachinger from Pixabay

Slow Living: Gaya Hidup Lambat yang Membawa Kedamaian

0

Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serba cepat, di sinilah konsep slow living menjadi relevan dan semakin diminati. Banyak orang mulai merasa terjebak dalam rutinitas yang melelahkan. Jadwal padat, pekerjaan yang menumpuk, dan tekanan sosial untuk terus produktif sering kali membuat kita lupa menikmati hidup.

Apa Itu Slow Living?

Slow living adalah gaya hidup yang mengajak kita untuk menjalani hidup dengan lebih santai, penuh kesadaran, dan fokus pada apa yang benar-benar penting. Filosofi ini menekankan pentingnya kualitas daripada kuantitas, baik dalam hal pekerjaan, hubungan, maupun kebiasaan sehari-hari.

Gerakan ini berakar pada gagasan untuk melawan budaya hustle yang terlalu menuntut, dengan mengembalikan kendali atas waktu dan perhatian kita. Slow living tidak berarti hidup lambat secara harfiah, melainkan hidup dengan ritme yang lebih sesuai dengan kebutuhan pribadi kita.

Prinsip Dasar Slow Living

1. Kesadaran Penuh (Mindfulness): Fokus pada momen saat ini dan nikmati setiap aktivitas yang dilakukan, baik itu bekerja, memasak, atau sekadar menikmati secangkir kopi.
2. Prioritas pada Hal Penting: Hindari mengisi waktu dengan aktivitas yang tidak bermakna. Pilih kegiatan yang memberi kebahagiaan dan kepuasan.
3. Koneksi dengan Alam: Berinteraksi dengan alam, seperti berjalan-jalan di taman atau berkebun, dapat membantu kita merasa lebih tenang dan terhubung dengan dunia di sekitar.
4. Kesederhanaan: Mengurangi hal-hal yang tidak perlu, baik dalam bentuk barang, hubungan, maupun kewajiban, untuk menciptakan ruang bagi hal-hal yang benar-benar berharga.

Baca juga: Apa itu Dongeng dan Fabel?

Manfaat Slow Living

1. Mengurangi Stres: Dengan mengurangi tekanan untuk terus terburu-buru, tubuh dan pikiran kita menjadi lebih rileks.
2. Meningkatkan Kesejahteraan: Hidup yang lebih teratur dan fokus pada hal penting membantu kita merasa lebih puas dan bahagia.
3. Hubungan yang Lebih Bermakna: Menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terkasih memperkuat ikatan emosional.
4. Kreativitas yang Lebih Tinggi: Dengan melambat, pikiran kita memiliki ruang untuk berimajinasi dan menciptakan ide-ide baru.

Cara Memulai Slow Living

1. Kurangi Multitasking: Fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu untuk hasil yang lebih baik dan perasaan puas.
2. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri: Sisihkan waktu untuk melakukan hobi, meditasi, atau sekadar beristirahat.
3. Atur Prioritas: Buat daftar prioritas harian dan kerjakan hal-hal yang benar-benar penting.
4. Jauhkan Gangguan: Batasi penggunaan media sosial dan teknologi yang berlebihan untuk menghindari kelelahan digital.

Bukan Berarti Tidak Produktif

Ada kesalahpahaman bahwa slow living identik dengan kemalasan atau kurangnya ambisi. Padahal, gaya hidup ini justru membantu kita menjadi lebih produktif dengan cara yang sehat. Fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna membuat kita lebih efisien dan puas dengan hasilnya.

Penutup

Slow living adalah undangan untuk berhenti sejenak dan menikmati perjalanan hidup, bukan hanya mengejar tujuan. Dengan mengadopsi gaya hidup ini, kita dapat menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan, hubungan, dan waktu untuk diri sendiri. Ingat, hidup bukanlah perlombaan, melainkan perjalanan untuk dinikmati.

Apakah Anda siap untuk melambat dan menikmati hidup dengan slow living?

Salam.

(©ADS)

#melekide
#melekberita

Image by Anh Le from Pixabay

Dongeng dan Fabel

0

Dongeng dan fabel memang sering dianggap serupa karena keduanya merupakan cerita fiksi yang disampaikan secara turun-temurun. Namun, keduanya memiliki ciri khas yang membedakan.

Dongeng

  • Tokoh: Bisa berupa manusia, hewan, atau makhluk gaib.
  • Latar: Beragam, bisa di dunia nyata atau dunia khayal.
  • Tema: Beragam, mulai dari cinta, persahabatan, keberanian, hingga konflik antara kebaikan dan kejahatan.
  • Amanat: Biasanya mengajarkan nilai-nilai moral, etika, atau kepercayaan tertentu.
  • Contoh: Cinderella, Putri Salju, Pangeran Kodok.

Fabel

  • Tokoh: Hewan yang berperilaku dan berbicara seperti manusia.
  • Latar: Biasanya di alam bebas.
  • Tema: Fokus pada perilaku manusia, seringkali menyindir atau memberikan kritik sosial.
  • Amanat: Memberikan pesan moral yang bersifat universal dan berlaku untuk semua orang.
  • Contoh: Sang Kancil dan Buaya, Semut dan Belalang, Siput dan Burung.

Perbedaan Utama:

  • Tokoh: Dongeng memiliki tokoh yang lebih beragam, sedangkan fabel selalu menggunakan hewan sebagai tokoh utama.
  • Fokus: Dongeng lebih menekankan pada cerita dan keajaiban, sementara fabel lebih fokus pada penyampaian pesan moral melalui perilaku hewan.

Baca juga: Debat harimau dan Keledai

Ringkasnya:

  • Dongeng: Cerita fantasi yang menghibur dan mengajarkan nilai-nilai.
  • Fabel: Cerita yang menggunakan hewan sebagai simbol untuk menyampaikan pesan moral.

Contoh Perbandingan:

Ciri Dongeng Fabel
Tokoh Putri Salju (manusia) Sang Kancil (hewan)
Latar Hutan yang terkutuk Hutan
Tema Cinta, pengorbanan Kecerdasan, kelicikan
Amanat Kebaikan akan selalu menang Jangan meremehkan orang lain

 

Kesimpulan:

  • Dongeng dan fabel sama-sama cerita fiksi, tetapi dengan fokus yang berbeda.
  • Dongeng lebih bersifat magis dan imajinatif, sedangkan fabel lebih realistis dan sarat dengan pesan moral.

Semoga penjelasan ini bermanfaat ya!

(ADS)

Image by Amore Seymour from Pixabay

Gejolak Tangis dan Tawa

Gelak tangis dan tawa terkadang membawa kebingungan. Beberapa hari yang lalu, Asep mergoki Entin sesenggukan di kamarnya. Asep panik. Ini bocah kenapa? Apakah ada masalah di sekolah? Ada urusan di circle pertemanannya? Apakah sakit? Siapa yang telah membuatnya sedih?

1001 pertanyaan spontan uhui menggedor-gedor otak Asep. Semuanya minta jawaban. Lekas, segera, dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Kamu kenapa nduk? tanya Asep.

Ini, filmnya sedih banget Yah, jawab Entin enteng.

Mak plong. Asep lega. Jebule film to yang membuat Entin nangis sesenggukan. Bukan yang ia khawatirkan.

Di lain sisi, Asep kuatir. Produk hiburan macam apa itu? Ada agenda terselubung? Konspirasi global? Nonton film kok bisa sampai nangis-nangis gitu. Arep dadi opo iki? Generasi macam apa? Strawberry?

Ah, tidak. Ini harus dihentikan. Tidak bisa dibiarkan.

Baca juga: Halal Haram antara Bungkus atau Isi

Nduk. Nonton film mbok ya ga perlu sampai nangis-nangis gini. Semuanya itu kan setingan. Buatan. Kejadiannya itu cuma adegan. Kamu juga sudah pernah Ayah tunjukkan cara pembuatannya. Akting dramanya. Kalau kamu sampai nangis gitu, berarti yang bikin film itu pinter. Berhasil mempengaruhi kamu.

Tapi ini ceritanya sedih banget Yah, jawab Entin.

Ya ayah paham. Ya sudah nduk, gak papa. Tapi kamu mesti tetap ingat, bahwa film itu fiksi lho ya.

Iya, Ayah.

Asep kemudian meninggalkan Entin di kamarnya. Asep merenung. Batinnya bergejolak melihat fenomena ini. Ada-ada aja anak sekarang.

Sejenak kemudian Asep tercerahkan. Ah, menangis ini kan soal perasaan. Sah-sah saja manusia itu menangis. Apa bedanya kalau saya nonton ludruk atau dagelan terus ketawa cekakan gitu.

Bagaimana kalau pas gitu, saya dilarang ketawa? Nrunyam, ribet tentu. Tangis dan tawa adalah ekspresi perasaan. Fitrah manusia memiliki keduanya.

Ya wis nduk. Pokoke jangan sampai melampaui batas.

Salam batas.

©️ DPS

Kemayoran, Jakarta, Selasa (8/10/2024) 17:31

#melekcerita

Image by Amrulqays Maarof from Pixabay

Halal Haram antara Bungkus atau Isi

0

Halal haram antara bungkus atau isi? Pertanyaan sederhana yang menarik untuk dibicarakan. Nampak para narasumber sedang membahas halal haram terkait bungkus atau isi dalam acara Apa Kabar Indonesia, Rabu (2/10/2024).

Halal haram itu memang bukan pada nama tetapi pada esensi. Sesuatu yang halal, hendaknya juga toyib. Sehingga ia menjadi halalan toyiban.

Misalnya sampeyan jual beras kencur, kasih namanya jangan bir kencur, tuak kencur, atau ciu kencur.

Baca juga : Makan Siang Gratis, dari Warsini ke Ernst Engel

Emang kenapa mas? Nama ini kan untuk menarik pembeli aja. Biar mereka penasaran lalu membeli produknya. Teknik pemasaran jitu to. Semacam klik bait lah.

Iya sih. Tapi bikin gaduh. Jadi bahas sesuatu yang gak penting. Berisik. Isi yang baik, hendaknya bungkusnya juga baik, kan?

Lah itu kan masalah sampeyan yang gaduh. Bukan masalah saya. Itu kutang bagus-bagus, meskipun isinya saya ga tahu bagus atau tidak. Yang penting kan isinya mas. Bukan bungkusnya. Hahaha.

Iya juga. Tapi kan karena Anda, saya gaduh. Sampeyan meski paham bahwa setiap kata itu memiliki makna. Ada konteksnya. Sampeyan jangan melepaskan teks dari konteks secara serampangan. Ini namanya ngawur. Sak penake dewe.

Dari pikiran kecil ngawur begini, kalau dibiarkan nanti makin rusak. Kelak, bisa saja ada hotel halal yang namanya hotel zina? Liberal sampeyan.

Lah, kok gitu. Jangan menghukumi sesuatu di luar batas dong. Sesuatu yang memang halal, jangan Anda haramkan. Anda jangan berlebihan. Jangan melampaui batas.

Do loop until ctrl + c

Salam ctrl + c

© ADS

Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/9/2024) 21:07
#melekberita

*Image by melekberita

Makan Siang Gratis, dari Warsini ke Ernst Engel

0

Bejo heran kepada Warsini. Keluarga miskin itu, senang sekali jajan. Padahal uangnya pas-pasan. Hemat sedikit, uangnya bisa ia gunakan untuk pemberdayaan keluarga. Misalnya: biaya les renang, musik, public speaking, Bahasa Inggris, matematika, komputer, atau piknik.

Lewat jalan itu, kelak, Warsini bisa mengubah nasib keluarganya. Anak-anaknya bisa menjadi orang.

Suka jajan ini, maksudnya bagaimana? Dari hal sederhana saja, seperti bekal sekolah. Anak-anak mereka tidak dibuatkan bekal sekolah. Mereka diberi uang jajan. Padahal waktu Warsini cukup longgar. Ia bukan wanita karir.

Dengan modal 20 ribu, ia bisa masak sayur dengan lauk tahu tempe untuk makan seluruh keluarga. Sekarang, uang jajan anaknya sepuluh ribu per orang. Artinya, Warsini harus mengeluarkan uang 30 ribu per hari. Satu minggu 150 ribu dan satu bulan 600 ribu.

Pengeluaran itu belum nanti jajan bubur ayam, nasi goreng, mie ayam, bakso, ayam kentaki, seblak, martabak, cilok, kue pancong, es teh/kopi, dan aneka jajan mak nyus lainnya.

Sekilas, hidup dan kehidupan Warsini hanya makan ke makan. Dari warung ke warung. Dari jajan ke jajan.

Warsito, suami Warsini adalah pegawai serabutan. Sementara Warsini buruh cuci. Mereka tinggal di gang sempit. Rumahnya 3 x 4,5 meter. Di sana ia tinggal dengan suami dan tiga anaknya.

Dalam sebuah kesempatan, Bejo pernah memberi tahu Warsini bab ini. Tapi kata-katanya masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. Warsini tak menggubris.

Baca juga : Rizki Juniansyah dan Jalan Ninja Atlet

Hukum Engel

Beberapa hari yang lalu, Bejo membaca koran digital. Di sana, ia menemukan tulisan ekonom terkemuka yang menjelaskan bab Warsini ini.

Begini bunyinya:

Hukum Engel mengajarkan: semakin rendah pendapatan seseorang, semakin besar porsi konsumsi makanan dalam total pengeluarannya.

Eureka! Bejo menemukan Aha moment. Ia googling, eh enggak, ia chatgpt dengan kata kunci hukum engel.

Hukum Engel menurut ChatGpt

Hukum Engel atau “Engel’s Law” adalah konsep dalam ekonomi yang menyatakan bahwa ketika pendapatan sebuah keluarga meningkat, persentase pendapatan yang mereka belanjakan untuk makanan akan menurun, sementara proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk barang dan jasa lain seperti hiburan, pendidikan, dan tabungan cenderung meningkat.

Seorang ahli statistik dan ekonom asal Jerman, yang pertama kali mengemukakan teori ini pada abad ke-19. Oleh karena itu hukum ini dinamakan hukum engel sesuai dengan penemunya, Ernst Engel.

Dengan kata lain, Engel menemukan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan akan menyerap sebagian besar pendapatan rumah tangga berpendapatan rendah, tetapi ketika pendapatan naik, proporsi yang dihabiskan untuk makanan menurun karena konsumen mulai mengalokasikan lebih banyak uang untuk kebutuhan sekunder dan tersier.

Ini adalah konsep penting dalam studi tentang standar hidup, pola konsumsi, dan kebijakan sosial ekonomi.

Hukum Engel menurut Wikipedia

Sedangkan menurut Wikipedia, hukum engel adalah :

Dalam ilmu ekonomi, hukum Engel menyatakan bahwa saat pendapatan meningkat, proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk membeli makanan berkurang, bahkan jika pengeluaran aktual untuk makanan meningkat. Dalam kata lain, elastisitas pendapatan makanan selalu di antara 0 dan 1.

Hukum ini dinamakan dari statistikawan Ernst Engel (1821–1896).

Hukum Engel tidak menunjukkan bahwa pengeluaran makanan tetap tak berubah saat pendapatan meningkat: hukum ini menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran konsumen untuk produk makanan (dalam persenan) meningkat lebih kecil daripada peningkatan pendapatan.

Salah satu penerapan hukum Engel adalah untuk melihat standar hidup suatu negara. Apabila “koefisien Engel” meningkat, maka negara ini lebih miskin, dan jika koefisiennya lebih kecil maka negara tersebut punya standar hidup yang tinggi.

Semakin rendah pendapatan seseorang, semakin besar porsi konsumsi makanan dalam total pengeluarannya.

Penutup

Warsini hanyalah sample. Ada jutaan orang yang seperti Warsini. Mereka hidup dari jajan ke jajan. Sebagian besar uang mereka dihabiskan untuk makan.Tekanan hidup membuat mereka mengandalkan bansos ke bansos.

Ah, tetiba Bejo ingat dengan program makan siang gratis yang memenangkan pertandingan. Apakah Anda sudah dapat makan siang gratis.

Merdeka! Salam makan siang gratis.

©️ DPS

*Direktur Eksekutif, Center for Strategic and Netizen Studies (CSNS). Penyuka kopi, pemerhati puisi, penikmat komedi.

Menteng, Jakarta, Sabtu (17/08/2024) 08:08

#melekberita

*Foto oleh npx dari Pixabay

Rizki Juniansyah dan Jalan Ninja Atlet

Atlet angkat besi Indonesia Rizki Juniansyah meraih medali emas dalam Olimpiade 2024 pada kelas 73 kilogram putra di South Paris Arena 6 Paris, Jumat (9/8/2024). Prestasi Rizki yang memilih jalan ninja atlet mampu menyumbangkan medali emas kedua bagi Indonesia di ajang Olimpiade 2024.

Rizki menyelesaikan total angkatan sebesar 354 kilogram, terdiri dari 155 kilogram untuk angkatan snatch dan 199 kilogram untuk clean and jerk.

Rizki tumbuh dalam keluarga atlet. Sang ayah, Mohamad Yasin, adalah mantan atlet angkat besi nasional yang berpengalaman meraih prestasi di SEA Games antara 1983-1993. Sang ibu, Yeni Rohaeni, merupakan atlet angkat berat Provinsi Banten.

Rekor ke Rekor

Di Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah menorehkan beberapa rekor, yaitu:
1. Lifter pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.
2. Atlet Indonesia termuda yang meraih medali emas Olimpiade dalam usia 21 tahun 52 hari.
3. Ia memecahkan rekor olimpiade angkatan Clean and Jerk dengan angkatan 199 kg.

Selain itu, Rizki Juniansyah juga memegang beberapa rekor 73 kg, diantaranya 1 rekor dunia senior (Total), 3 rekor SEA Games (Snatch, Clean & Jerk, Total), 1 rekor dunia junior (Snatch) dan 1 rekor dunia remaja (Snatch).

Miliarder Muda

Berapakah bonus yang akan diterima Rizki?

“Yang jelas kisarannya sekitar satu emas mungkin Rp5 miliar, Rp6 miliar ya sekarang,” kata Yohan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (9/8) seperti dikutip CNN Indonesia.

Rizki telah menjadi miliarder muda lewat jalur prestasi. Pada usia 21 tahun, ia sudah memiliki Rp5 – Rp6 miliar.

Baca juga: Hubungan antara Pengetahuan dan Ketakutan

Latihan sejak Usia Belia

Apa resep Rizki bisa sukses di Olimpiade di usia 21 tahun? Salah satunya adalah latihan sejak belia.

”Sejak kecil, Rizki sudah menunjukkan minat sangat besar pada olahraga angkat besi. Dia mulai berlatih saat usianya masih 7 tahun pada tahun 2010. Hasilnya cetak sejarah di Olimpiade Paris,” ungkap Ayah sekaligus pelatih Rizki Mohamad Yasin kepada wartawan, Sabtu (10/8/2024) seperti dikutip SINDOnews.

Rizki bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) dan mengikuti berbagai kejuaraan sejak usia 11 tahun. Rizki telah meraih berbagai prestasi, mulai dari level daerah, provinsi, nasional, hingga internasional (dunia).

Jalan Ninja Atlet

Di saat anak lain sedang bermain gawai, Rizki kecil sudah bermain dengan besi-besinya. Sebuah perjuangan panjang yang penuh keringat, disiplin, konsistensi dan dedikasi yang tinggi.

Jalan yang tidak mudah. Selain bakat, kerja keras inilah yang mengantarkan Rizki menjadi juara dan menorehkan berbagai rekor.

Orang seperti Rizki ini hanyalah satu diantara ribuan anak-anak lain yang mengambil jalan ninja menjadi seorang atlet. Atlet di bidang olahraga apapun. Baik bulutangkis, renang, karate, taekwondo, wushu, senam dan lainnya.

Mereka mendedikasikan penuh hidupnya di bidang olahraga sejak dini. Bahkan, mereka mengorbankan pendidikan akademisnya. Hasilnya, belum tentu mereka bisa menjadi juara dunia. Bagaimana nasib mereka kelak?

Di sinilah pentingnya kebijakan negara mengatur hal yang seperti ini untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional. Memperhatikan jalan ninja atlet tidak hanya ketika mereka naik podium tetapi juga saat mereka berkeringat dan ‘berdarah’ di medan latihan.

Salam latihan.

©️ DPS

*Direktur Eksekutif, Center for Strategic and Netizen Studies (CSNS). Penyuka kopi, pemerhati puisi, penikmat komedi.

Kemayoran, Jakarta, Minggu (11/08/2024) 12:45

#melekberita