Home Blog Page 11

Program Will Lend $10M to Detroit Minority Businesses

Find people with high expectations and a low tolerance for excuses. They’ll have higher expectations for you than you have for yourself. Don’t flatter yourself that this has much to do with you – this is just who they are. Don’t look for “nice” in these relationships. Look for trust.

Be fearless in front of them with your ideas as many times as they’ll let you

Beauty Dust is very pretty to look at and it tastes like nothing, which is great. Here is what it’s supposed to do: This ancient empiric formula expands beauty through alchemizing elements legendary for their youth preserving, fortifying and tonifying qualities. Glowing supple skin, lustrous shiny hair and twinkling bright eyes are holistically bestowed from the inside out.

I actually first read this as alkalizing meaning effecting pH level, and I was like, OK I guess I understand how that could positively effect your body, but alchemizing means turning elements to gold basically through magic. That lead me to research each ingredient because I know alchemy is not actually happening in my body when I eat this, since alchemy is not real.

In addition to loving beauty and taking care of myself, I also love opening people minds to other paths of self-care, and good marketing and I can honestly say that I use and personally love this product but I’m not sure for which reason.

I think it made me think about it more and really consider why I was choosing to add this to my routine

It poses an interesting question for me on the wellness category – will people be willing to buy in, or does eating something change your “sniff” test on the believe-ability of the claims?

The color is very long lasting and they have an interesting texture that’s like a powder and a cream but neither really. They’re made with pure pigments and oils and will never melt with the warmth of your skin because they don’t contain any waxes. You can literally use them for anything – obviously as eye shadow and liner, but the light shade is a great highlighter, and the red can be used for lip or blush with a little balm.

There’s also a little pouch to store the rollerballs, and a card with different inspirations as to how to blend them on your skin – but it’s foolproof. You can’t make a mess if you mix them all up.

Badger Beard Balm is perfect for the bearded gents in your life (is this everyone? beards are so trending). It is filled with good things such as vitamins A, D, E & F to keep his beard healthy, thicker and cleaner, as well as helping to relieve itchiness as it soothes the skin under the hair.

If you’re looking to get rid of this beard, maybe this is not the right angle for your gifting

Further, no one wants to cuddle with a dirty beard – who knows, maybe you already are and are dying for a nice way to help this problem of yours his. Beard Wash made by Beard Buddy. Started in 2011 in California, all Beard Buddy products are hand crafted by beards for beards. Both founders have large beards of their own to tame, and wanted to do this with organic products – kudos, and cuddles, to them.

Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

This Content Is Only For Subscribers

Please subscribe to unlock this content. Enter your email to get access.
Your email address is 100% safe from spam!

Ironi Sanjung Puji

0

Aku melihat
Orang yang  dulu bersahabat
Orang yang dulu mereka hormat
Kini mereka hujat

Manisnya segala sanjung puji
Berubah jadi pahit caci maki
Hanya dalam hitungan hari
Karena sudah tak satu kepentingan lagi

Dulu mereka cap tokoh hebat luar biasa
Dulu mereka cap tokoh istimewa
Dulu mereka cap tokoh terbaik sepanjang masa
Kini mereka cap berhala

Aku bertanya-tanya
Ini pelajaran apa
Apakah soal khianat dan setia
Apakah soal harta, tahta, dan kuasa

Aku menengadah
Menerawang ke antah berantah
Untuk memetik hikmah
Bahwa benci dan cinta itu secukupnya sajalah

Pagi ini indah sekali
Aku nikmati segelas kopi
Yang terasa pahit dan manis
Seperti hidup ini yang dinamis

©️ DPS

Baca juga : Ranking sekadar Angka

Kemayoran, Jakarta, 23/10/2023 7:30

Image by melekberita

Netral atau Memihak?

0

Politik itu seperti angin. Tidak sekadar berhembus tetapi ia juga mengalir. Angin mengalir dari daerah tekanan tinggi ke tekanan rendah. Politik mengalirkan gagasan kepada kepentingan. Netral atau memihak sesuai dengan kepentingannya.

Sebelum tahun 2014, gagasan netral di dalam politik, laris manis. Netral adalah sikap yang baik. Sikap idealis.

Di dalam sebuah kontestasi, sikap netral menunjukkan posisi yang adil.  Ia diam di tengah. Tidak ke kanan pun kiri.

Artis, akademisi, guru besar, dan jurnalis harus netral dalam urusan pilih memilih. Tidak boleh terjebak kepentingan sesaat. Kenapa? Karena mereka adalah milik semuanya.

Dari Netral jadi Memihak

Angin berganti, musim pun berubah. Tahun 2014 dan 2019, gagasan netral sudah tidak laku. Pada masa itu, gagasan memihak lah yang laris manis.

Kita (saya) harus memihak. Netral bukan lagi sikap yang baik. Netral dianggap sebagai sikap lemah. Sikap yang tidak bertanggung jawab. Tidak punya pendirian.

Jangan diam saja. Ambil sikap. Kita (saya) harus memihak. Memihak kepada siapa? Memihak kepada yang benar. Tentu saja kebenaran menurut versi masing-masing.

Sejak saat itulah terjadi bedol ide. Artis, akademisi, guru besar, dan jurnalis tidak lagi netral. Mereka memihak. Memihak kepada kelompoknya masing-masing.

Berita tentang artis, akademisi, guru besar, bahkan jurnalis/media dengan terang mendukung capres tertentu lazim kita (saya) baca/lihat.

Saya tidak sreg dengan ide itu. Menurut saya, mereka seharusnya tetap netral. Alasannya sederhana, mereka adalah milik semua. Bukan milik salah satu kelompok saja.

Terkait kegelisahan ini, waktu itu, saya bahkan bikin puisi. Puisi dengan judul: Seni untuk Siapa?

Ah, apalah artinya suara remah rengginang ini.

Yang jelas, sejak saat itu, dimulai era polarisasi. Cebong dan kampret. Kawan atau lawan. Aku atau kamu. Tidak ada kami pun kita.

Netral atau Memihak?

Tahun 2024, angin kembali berubah. Musim pun berganti. Di era ini, gagasan netral kembali tumbuh subur. Seruan untuk menjaga netralitas muncul di mana-mana bak jamur di musim hujan.

Artis, akademisi, guru besar, dan jurnalis diminta untuk netral.

Akan tetapi, kali ini situasi relatif pelik. Mereka yang diminta netral itu terlanjur memiliki warnanya sendiri. Tidak gampang memulihkan kepercayaan. Tidak semudah membalik telapak tangan.

Bagaimana menurut Anda? Apakah gagasan netral yang akan menang atau gagasan memihak? Bagaimana jika kita mintakan fatwa kepada mahkamah keluarga kita masing-masing. Mau?

Salam mau.

©️ DPS

Salemba, 8/11/2023 12:18

#melekopini
#melekberita

Image by melekberita

Si Murah dan Si Mahal

0

Saya punya dua orang teman, A dan B yang punya karakter menarik. Murah dan mahal, karakter yang berbeda 180 derajat. Teman A suka dan bangga dengan barang murah. Sedangkan teman B suka dan bangga dengan barang mahal.

Teman saya yang suka barang murah ini ceriwis. Ia agresif menceritakan tentang barang-barang yang dimilikinya. Misalnya pada suatu hari, ia dengan antusias bercerita tentang harga sepatunya yang 150 ribu. Di mana ia membelinya? Bagaimana ia membelinya? Kualitas barangnya seperti apa?

Teman A bisa dengan panjang lebar dan detail menceritakan barang murahnya itu. Saya merasa ada semacam kemenangan begitu, ketika ia berhasil membeli barang murah tersebut.

Asiknya, meskipun cerita di depan umum, bahkan di depan orang-orang kaya, teman saya ini tidak minder. Ia sangat percaya diri. Bahkan ia bangga terhadap barang yang dia beli dan pakai itu.

Hal seperti di atas, sering ia lakukan. Tidak hanya sepatu, pada lain kesempatan ia juga bercerita tentang baju, celana, jam, telepon genggam, bahkan laptop. Koleksi barang teman saya ini asli banyak banget. Dan murah-murah.

Baca juga : Hasil dan Proses Baik

Cerita Si Mahal

Teman saya yang suka barang mahal, relatif pendiam. Kalau pun ngobrol terkait barang-barangnya, ia sangat selektif. Ia memilih teman bicaranya. Ia cenderung ngobrol ke kelompok YTTA (yang tahu-tahu aja).

Anda tahu, barang yang harganya jutaan itu jelas tidak relate ke semua orang. Tidak semua orang mampu membelinya. Kalau pun mampu, mungkin mereka juga belum tentu mau membelinya.

Teman B ini tidak mau pamer. Ia tidak mau sombong. Dan ia juga tidak mau menyinggung perasaan teman yang lain. Teman lain yang belum punya barang mahal. Teman lain yang tidak sanggup membeli barang mahal itu.

Perasaan seperti itulah yang membuat teman saya itu memilah dan memilih kawan obrolannya. Sikap yang cukup bijak.

Sama seperti teman A, koleksi barang teman B ini juga banyak. Semua barang branded dan bermerk terkenal. Barang-barang mahal.

Kedua teman saya di atas adalah orang ‘kaya’. Mereka anak yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Mereka anak baik, tidak sombong, sopan, dan santun. Tipe menantu idaman lah.

Kalau kamu, tipe yang mana cuuuk (logat anak ‘mantan’ ibu kota)?

Salam kota.

(©DPS)

Kemayoran, Jakarta, 11/08/2023 18:00

#melekcerita
#melekberita

Image oleh pixabay

Hasil dan Proses Baik

Dalam perjalanan ke Barat, Bejo tiba di daerah Kota Raja. Penduduk di kota tersebut sedang dihebohkan dengan gerakan 30 Agustus (G30A). Apa itu? Gerakan manuver politik yang mengancam keberlangsungan kelompok perubahan menjadi perubahan kelompok pada 30 Agustus 2023.

Kelompok perubahan yang terdiri dari kelompok A, B, dan C terancam bubar karena C menjalin koalisi baru dengan D.

Warga Kota Raja akan mengadakan pemilihan presiden pada tahun 2024. Kelompok perubahan memiliki capres, sebut saja Capres ABC.

Saat ini, selain Capres ABC, ada juga Capres GHI dan Capres PQR.

Bagaimana suasana kebatinan kelompok A, B, dan C setelah G30A?

A merasa dikhianati. Mereka marah karena C menjalin koalisi baru secara diam-diam. Tidak diobrolkan sebelumnya.

Tidak hanya itu. A merasa diprank. Karena sebelumnya A dijanjikan akan dijadikan pasangan (wakil) oleh Capres ABC.

Capres ABC tidak adil. C menelikung. A akan keluar kelompok.

Baliho Capres ABC yang sudah dipasang oleh A di segala penjuru negeri, mereka turunkan.

Sikap B relatif diam. B bisa menerima manuver C dan Capres ABC. B tetap mendukung Capres ABC.

C merasa ini wajar saja. Situasi dinamis. Lazim dalam perpolitikan. Kondisi ini belum final. Kami menghormati jika A nanti keluar kelompok.

Capres ABC belum memberikan respon. Namun melalui perwakilannya, ia menjelaskan ada dinamika di lapangan. Hal ini karena ada ketidaksepakatan tentang cawapres sebelumnya. C tidak setuju jika A menjadi cawapres.

Ke depan, sepertinya drama-drama akan banyak terjadi. Hari ini saja, Bejo membaca berita kalau korupsi kementerian di era D menjabat sedang diusut kembali.

Akankah Capres ABC kelak lolos pendaftaran?

Mari kita berandai-andai. Jika A keluar kelompok akibat G30A, Capres ABC akan didukung B, C, dan D. Bagaimana kalau lima menit sebelum daftar, tetiba C menarik dukungannya.

Kalau itu terjadi, Capres ABC tentu tidak akan bisa ikut pemilihan karena suaranya tidak memenuhi ambang batas. B dan D tidak ada 20 persen, suaranya.

Apakah itu tidak mungkin terjadi? Ya mungkin saja. Jika melihat rekam jejak G30A, hal seperti itu mungkin sekali terjadi.

Ah, tetiba Bejo teringat pesan gurunya: Hasil yang baik, prosesnya harus baik. Jika prosesnya tidak baik, janganlah diketahui.

Salam diketahui.

Kalideres, Jakarta, 02/09/2023 10:06

#melekcerita
#melekberita

Pintu Masuk West Mall

Pintu masuk west mall, sebuah penunjuk di parkiran mall di Jakarta, Sabtu (26/08/2023). Papan tanda itu membuat saya bertanya-tanya. Kenapa bahasa yang digunakan di papan tanda tersebut campuran? Kenapa tidak ditulis seragam dalam satu bahasa saja?

Saya tidak tahu persis alasannya. Namun kalau boleh berasumsi, menurut saya, setidaknya ada tiga alasan utama. Apa saja alasan itu?

Pertama, orang yang membuat tulisan itu tidak tahu. Sehingga ia mencampuradukkan antara Bahasa Indonesia dan Inggris. Tulisan dengan bahasa campuran seperti di atas lazim. Jamak kita temukan di mana-mana.

Kedua, karena minder. Orang yang membuat tulisan tersebut tidak pede dengan Bahasa Indonesia. Ada perasaan inferior di sini. Sehingga ia perlu menambahkan istilah Inggris agar tambah keren. Ingat kopi item 5 ribu, black coffee 50 ribu.

Ketiga, ya memang yang benar begitu. West Mall adalah nama tempat. Sehingga ia tak perlu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Jadi pintu masuk West Mall adalah tulisan yang sudah benar.

Baca juga : Palu Pilpres 2024

Hansip bahasa

Menurut Anda mana yang tepat? Atau Anda punya alasan lain?

Ah tetiba saya ingat teman yang jadi ‘hansip’ bahasa itu. Ia pernah berkata: “Edan, sekarang makanan kita terpinggirkan, pakaian (fashion) kita terpojok, gaya hidup kita terimitasi, nama anak kita tercerabut, dan bahasa kita terhimpit. Bagaimana kita dikenal sebagai orang Indonesia?”

Salam Indonesia

©️ DPS

Jakarta, 26/8/2023 18:18

#melekbahasa
#melekberita

*Image oleh melekberita

Palu Pilpres 2024

Dalam perjalanan ke Barat, Bejo tiba di negeri Wakanda yang sedang ramai mendiskusikan soal palu pilpres 2024. Negeri Wakanda adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam. Rakyatnya hidup rukun, gotong royong, damai, adem ayem, tentram karena negerinya gemah ripah loh jinawi. Negeri elok bak zamrud di Khatulistiwa.

Tahun ini adalah tahun politik di negeri tersebut. Tahun depan (2024) akan diadakan pemilihan Presiden. Pemilihan presiden yang berlangsung setiap lima tahun sekali.

Saat ini sudah ada tiga calon presiden. Sebut saja A, G dan P. Jika diringkas dalam satu kata, karakter ketiga calon itu adalah A yang cerdas, G yang merakyat, dan P yang heroik.

Bejo beruntung, kemarin ia bisa menyaksikan secara langsung, acara debat yang diadakan oleh Lembaga Kebudayaan Rakyat Wakanda.

Baca juga : Diksi Politik

Debat palu pilpres

Adu gagasan kemarin, temanya adalah soal palu. Palu pilpres 2024. Berikut ini cerita singkat tentang acara kemarin.

Salah satu warga maju ke depan. Dengan tenang ia menghampiri mikrofon. Melihat gerak-geriknya, ia rakyat biasa. Hal ini nampak dari kaos dan celena jin yang sudah belel.

“Perkenalkan nama saya Mukidi. Saya dari Konoha. Menurut Anda bertiga, apa itu palu?” tanya Mukidi singkat, padat, dan jelas.

Jawaban diurut berdasarkan abjad. Calon A menjawab duluan, kemudian calon G, dan terakhir calon P.

Palu Cerdas

Calon A menjawab. Palu adalah sebuah perkakas yang terbuat dari besi dan kayu. Ada juga yang dari plastik. Dari perpaduan bahan yang berbeda inilah jadi sebuah alat yang sangat bermanfaat. Apa pesannya Bapak dan Ibu, pesannya adalah perbedaan jika dikelola dengan baik ia akan bermanfaat bagi semua.

Jika saya terpilih kelak, saya berjanji akan menghadirkan keadilan bagi semua. Maksudnya apa ini. Jangan melihat masyarakat itu seperti paku. Jika pemimpin melihat masyarakat seperti paku maka yang akan ia kerjakan hanya memukul.

Gerrr. Balai rakyat bergemuruh. Ribuan tepuk tangan dan aneka teriakan tumplek blek jadi satu seperti soto.

Palu merakyat

Tiba giliran Calon G menjawab. Bapak dan Ibu, ingin saya sampaikan bahwa palu adalah alat yang dekat sekali dengan rakyat. Palu hadir menemani kehidupan sehari-hari rakyat. Meski sederhana palu sangat berguna bagi kehidupan rakyat. Nampak sepele memang tetapi dari palu ini bisa membangun sifat gotong-royong yang menjadi kepribadian rakyat.

Nanti jika rakyat memberikan mandatnya, saya pastikan bahwa pemimpin selalu hadir di tengah rakyat. Sehingga ia bisa merasakan dengan baik masalah palu yang dialami rakyat. Jangan sampai pemimpin intoleran dan radikal dalam mencari solusi soal palu.

Gerrr. Balai rakyat bergemuruh. Ribuan tepuk tangan dan aneka teriakan tumplek blek jadi satu seperti soto.

Palu heroik

Terakhir, giliran Calon P menjawab. Saudara-saudara, di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, Anda harus mengerti bahwa bangsa lain tidak suka jika negara kita ini maju. Negara kita bisa memproduksi palunya sendiri. Mereka tidak rela. Mereka tidak suka jika bangsa kita mandiri. Tidak bergantung kepada bangsa lain.

Jika saya mendapatkan mandat dari rakyat, saya akan membangun industri strategis palu untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Kita perkuat. Kita mesti bersatu. Jangan mau diadu domba. Jangan mau dipecah-belah.

Gerrr. Balai rakyat bergemuruh. Ribuan tepuk tangan dan aneka teriakan tumplek blek jadi satu seperti soto.

Pilihan warga

Warga Wakanda senang. Pada hari itu mereka bisa menyaksikan gagasan, ide, pikiran calon pemimpinnya. Putra-putra terbaik yang akan memimpin bangsanya lima tahun ke depan. Apa yang hendak mereka lakukan jika kelak mereka dipilih menjadi Presiden Wakanda.

Debat masih akan diadakan dalam beberapa kali lagi. Temanya tentu lebih beragam. Tidak hanya soal palu, bisa juga soal cangkul, gergaji, solder, atau paku.

Dari perdebatan semalam, palu langsung menjadi trending topic dan viral. Citizen dan netizen membicarakannya di mana-mana. Di warung kopi dan warung internet terjadi dialog-dialog hangat.

Warga pun nampak sudah mulai menentukan pilihannya. Ada yang semakin mantab dan yakin dengan pilihan sebelumnya. Ada yang berubah pilihan. Dan ada juga yang masih ragu-ragu untuk menentukan pilihannya.

Bagaimana, Anda termasuk yang mana? Sudahkah Anda punya pilihan? Siapa?

Salam siapa.

© DPS

Kemayoran, Jakarta, 20/08/2023 08:42

#melekcerita
#melekberita

*Image oleh melekberita

Diksi Politik

Politik adalah kata yang dinamis. Ia terus bergerak, tidak kaku pun padat. Diksi politik itu cair. Bentuknya (tafsirnya) bisa berubah-ubah mengikuti wadahnya.

Apakah wadah politik? Wadah politik adalah kepentingan.

Dalilnya berbunyi tidak ada kawan atau lawan di dalam politik, yang ada adalah kepentingan.

Kepentingan apa dan siapa? Jawabnya adalah banyak. Banyak bidang dan banyak orang.

Misalnya kepentingan identitas. Ketika kepentingan seseorang adalah identitas maka kata politik lekas ditempeli identitas. Jadilah diksi politik identitas.

Apa itu politik identitas? Boleh apa tidak? Baik atau buruk? Ya ndak tahu kok nanya saya.

Lainnya adalah kegembiraan. Ketika kepentingannya adalah terlaksananya kompetisi yang penuh riang gembira, kata politik cepat ditempeli kegembiraan. Jadilah politik kegembiraan.

Adalagi gagasan. Di dalam sebuah kompetisi pemilihan seorang pemimpin, masyarakat tidak mau membeli kucing dalam karung. Oleh karena itu, di dalam proses pemilihan tersebut, tidak hanya kegembiraan pun figur yang penting tetapi juga gagasan. Gagasannya apa? Melanjutkan atau perubahan?

Di sinilah kemudian kata politik bersenyawa dengan gagasan. Jadilah politik gagasan.

Diksi politik itu cair. Bentuknya (tafsirnya) bisa berubah-ubah mengikuti wadahnya.

Baca juga : Denda Pelanggaran Ganjil Genap di Jakarta

Diksi Politik

Masih banyak lagi contoh yang lainnya. Menurut catatan saya, teman dari kata politik yang pernah digunakan menjadi diksi adalah politik santun, politik kebersamaan, politik gotong-royong, politik kebencian, politik belah bambu, politik kebenaran, politik minyak goreng, politik dagang sapi, politik kuliner, politik arsitektur, politik seni, politik akal sehat, politik elektoral, politik transaksional, politik anggaran, politik kebangsaan dan lainnya.

Yang terbaru, yang baru saya baca adalah deterjen politik. Kata deterjen yang diletakkan di depan kata politik.

Diksi deterjen politik digunakan untuk menggambarkan tentang langkah seseorang yang ia lakukan untuk membersihkan, mencuci seseorang yang dinilai kotor di masa lalu.

Jika melihat tondo-tondonya, di tahun politik ini, kata politik akan terus mengalir dan menekan ke segala arah. Seperti sifat benda cair yang saya singgung di awal tulisan. Dan ia akan datar jika kondisinya dalam keadaan tenang.

Salam tenang.

© DPS

Kemayoran, Jakarta, 24/8/2023 04:00

#melekbahasa
#melekberita

Image by melekberita

Denda Pelanggaran Ganjil Genap di Jakarta

Berapa denda Ganjil Genap yang harus dibayar jika Anda melanggar Ganjil Genap di Jakarta? Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta akan dikenakan denda dengan besaran yang telah ditentukan atau denda maksimal hingga Rp500.000.

Pelanggaran Ganjil Genap di Jakarta diatur dalam pasal 287 UU Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta akan dikenakan denda dengan besaran yang telah ditentukan atau denda maksimal hingga Rp500.000.

Bagaimana penindakan Ganjil Genap?

Pengawasan dan penindakan pelanggaran Ganjil Genap dilakukan dengan dua cara. Pertama, penindakan dilakukan secara manual oleh Aparat Kepolisian. Kedua secara otomatis, di mana penindakan dilakukan melalui tilang elektronik (ETLE).

Baca juga: Lokasi Ganjil Genap Jakarta

©️ DPS

Kemayoran, Jakarta, 10/8/2023 18:00

#melekberita