Home Blog Page 15

Mangkat

0

melekberita.com – Ratu Elizabeth II mangkat. Beliau meninggal dunia pada usia 96 tahun di Kastil Balmoral, Skotlandia, Kamis (8/9/2022) pukul 12.32 siang.

Apa itu mangkat?

Menurut KBBI mangkat artinya meninggal (tentang raja). Contoh penggunaan dalam kalimat: Setelah raja itu mangkat, putra mahkota dinobatkan menjadi raja.

Saya googling dengan kata kunci: Elizabeth II mangkat, ternyata banyak sekali media yang menggunakan diksi ini.

Seperti:
1. Ratu Elizabeth II Mangkat (Detik).
2. Kronologi Ratu Elizabeth II Mangkat (Investor).
3. Setelah Bertakhta 70 Tahun, Ratu Elizabeth II Mangkat (Kompas).

Baca juga: Pintu Masuk

Berbeda dengan orang di kampung saya. Menurut orang di kampung saya, mangkat artinya budhal (berangkat). Wis mangkat rung (sudah berangkat belum)?

Kata ini biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Misalnya:
1. Aku iso mangkat dewe nang sekolah.
2. Jam enem isuk, kakangku mangkat kerjo.
3. Suwi banget, ket mau gak mangkat-mangkat.

Dari contoh di atas, apakah orang di kampung saya tidak paham KBBI? Atau apakah KBBI yang sudah tidak relevan lagi? Ataukah ini hanya soal homonim saja?

Salam saja.

– ©️ DPS

Kemayoran, Jakarta, 9/9/2022 22:04

#melekbahasa
#melekberita

*Image by DPS

Pintu Masuk

Setelah melalui proses kalkulasi, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM, Sabtu (3/9/2022). Ini adalah pilihan terakhir. Netijen geger. Kebijakan tersebut ternyata menjadi pintu masuk dunia pro kontra. Ada yang mendukung dan menolak. Anda iku yang mana?

Apa pun pilihan Anda, satu hal yang mesti Anda ingat adalah tetap jaga persatuan dan kesatuan. Hati boleh panas, kepala harus tetap dingin.

Dalam siaran persnya, Sabtu (3/9/2022), diksi yang digunakan oleh pemerintah adalah menyesuaikan harga. Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi, antara lain pertalite dari harga Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 ribu per liter. Kemudian, solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara itu, pertamax non subsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Pintu Masuk

Ngomong-ngomong, tulisan kali ini tidak membahas itu. Tulisan kali ini bukan soal naik atau turun. Tetapi soal masuk atau keluar.

Gambar di atas adalah salah satu pintu masuk di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). B3 Zona Hijau adalah tanda penunjuk lokasi, yaitu: basement 3, area berwarna hijau.

Kenapa dinamakan pintu masuk? Saya tidak tahu pasti. Dugaan saya, mungkin sebagai petunjuk arah saja. Lewat pintu tersebut, pengunjung bisa masuk ke dalam mall.

Baca juga: Cerita Kopi

Apakah ada pengunjung yang keluar dari pintu itu? Ada.

Jadi meskipun namanya pintu masuk ternyata banyak juga pengunjung yang keluar dari pintu tersebut.

Sehingga pintu masuk telah menjadi pintu masuk dan pintu keluar.

Kalau begitu, kenapa tidak diganti saja namanya. Misalnya menjadi pintu keluar masuk atau pintu masuk keluar.

Ah kepanjangan dong. Rumit banget. Tidak estetis dan sulit nanti membuat desainnya. Atau jangan-jangan hal itu malah membuat bingung pengunjung. Anda mau masuk atau keluar?

Ya terserah Anda saja sih. Yang jelas, bagaimana Anda mau keluar kalau tidak masuk?

Salam masuk.

– ©️ DPS

Tebet, Jakarta, 3/9/2022 17:09

#melekbahasa
#melekberita

*Image by DPS

Cerita Kopi

0

melekberita.com – Ini adalah cerita kopi. Sejak kapan saya minum kopi? Sejak kecil. Tahun pastinya, saya lupa. Yang saya ingat, kira-kira sekitar akhir tahun 80 an.

Cerita kopi saya dimulai dari Bapak. Bapak yang mengenalkan minuman kopi kepada saya. Setiap hari, Bapak minum kopi. Dan saya biasa mencicipi kopinya Bapak.

Namun, jika saya runut kebelakang, kebiasaan saya minum kopi ini diwariskan dari Mbah, Ibunya Bapak. Mbah Putri biasa bangun sebelum subuh, masak, dan selalu menyeduh kopi.

Mbah Putri juga membuatkan kopi buat Bapak. Ngopi dhisek, ben gak mumet, kata Bapak kepada saya suatu hari.

Minum kopi pagi sebelum beraktifitas sudah menjadi tradisi di keluarga kami. Jauh hari sebelum kopi kenangan, lain hati, mantap jiwa dan janji jiwa.

Apa tidak sakit jiwa perut? Jelas tidak.

Kok bisa? Mungkin karena suasana saat itu yang mendukung. Desa kami yang dingin. Dan kehidupan kami yang adem ayem. Tidak ada cicilan eh maksud saya belum ada SJW, buzzerp, apalagi cebong kampret.

Baca juga: Langkah Pertama itu Penting, Selanjutnya Terserah Anda

Mulai dari Kopi

Minum kopi di pagi hari memberikan tenaga bagi kami untuk memulai hari. Untuk memulai aktifitas dan nyambut gawe.

Kopi buatan Mbah sangat enak. Waktu kecil, saya suka minta kopinya Mbah Putri. Mbah Putri menuangkan kopi di lepek untuk saya sruput.

Mbah Putri biasa menyeduh kopi di cangkir blirik hijau atau gelas plastik kuning. Kedua wadah itu legendaris dan melekat kuat di ingatan saya. Termasuk suasana dapur dengan luweng (tungku) kayu bakarnya yang selalu mengebul di pagi hari.

Kopi Mbah Putri adalah gorengan sendiri. Biji kopi dicampur beras disangrai di atas luweng dengan kayu bakar yang sangat panas. Setelah matang, kopi didinginkan kemudian dideplok (ditumbuk) lalu diayak (disaring) hingga jadi bubuk yang siap seduh.

Setiap tahapan proses itu, saya sering menyaksikannya. Bahkan tak jarang turun tangan. Saya ikut ngewangi (membantu) di dalamnya. Entah betulin kayu bakarnya, bantu ndeplok, ngayak, atau nyendoki.

Sebuah pengalaman mahal. Pelajaran yang berharga tentang proses pengolahan kopi. Mulai dari biji kopi, sangrai (roasting), hingga menjadi bubuk.

Kenapa dicampur beras Mbah? tanya saya pada suatu hari.

Ben gak mendem. Nek kopi tok, nggarai mendem, jawab Mbah Putri singkat.

Kelak di kemudian hari, saya baru tahu. Kenapa mesti dicampur beras, karena kalau kopi saja, mahal.

Kafein

Kakak dan adiknya Bapak, nyaris semua juga minum kopi. Jika tidak minum kopi, mereka merasa ada yang kurang. Badan tidak enak, berasa malas, dan yang jelas, pusing. Mungkin ini efek kafein yang ada di tubuhnya.

Saya pernah mengetes sejauh mana efek (candu) kafein di tubuh ini bisa dihilangkan. Ternyata mudah. Cukup tiga hari tidak minum kopi, efek samping di atas ternyata hilang. Beda amat sangat jauh sekali dengan efek nikotin.

Nomong-ngomong, Anda sudah ngopi belum? Suka yang pahit, manis, encer atau kental?

Pagi ini saya baca berita harga BBM akan dinaikkan. Kebijakan ini dikuatirkan memicu inlflasi dan semakin melemahkan daya beli. Ah sudahlah, hidup bukan hanya soal mengaduh dan mengeluh. Ada kalanya Anda mesti berpeluh dan menyeduh.

Salam Menyeduh.

– © DPS

Kemayoran, Jakarta, 31/8/2022 9:14

#melekcerita
#ceritakopi

*Image by DPS

Langkah Pertama

melekberita.com – Semua dimulai dari langkah pertama. Anda ingin menjadi entrepreneur, langkah pertamamu apa? Ingin lulus kuliah, langkah pertamamu apa? Anda ingin bekerja, menikah, keliling dunia, membangun koalisi, dan lain sebagainya, langkah pertamamu apa?

Langkah pertamamu itu penting. Oleh karena itu mulailah. Sebab ia akan menentukan langkah-langkah berikutnya.

Singkat kata, Anda ingin ini, itu, inu, selalu dimulai dari langkah pertama. Kerjakan/eksekusi langkah pertamamu itu.

Perjalanan ribuan kilometer dimulai dari langkah pertamamu. Tanpa memulai langkah pertamamu, Anda tidak akan ke mana-mana. Berhenti, diam ditempat.

Langkah pertamamu dalam memulai hal baru memang tidak mudah. Ada kalanya langkah itu tak selalu mulus, tak selalu lancar, dan beresiko tinggi.

Jalan ke depan boleh jadi terjal, licin, berliku, penuh onak duri, diiringi hujan badai, dan menakutkan. Meski demikian, bukan berarti jalan itu tidak bisa dilalui.

Baca juga: Jejak Pertemuan Petinggi Partai Politik Jelang Pemilu 2024

Bagaimana memulai langkah pertama?

Ya mulai saja.

Apa yang dimulai? Mulai dari mana?

Ingat rumus 3M: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.

“Bahkan yang terhebat pun pernah menjadi pemula. Jangan takut untuk mengambil langkah pertama itu.” – Muhammad Ali

Dulu, saya punya teman yang ingin menjadi pengusaha. Ia sering bercerita jika usaha ini bagus, usaha itu bagus, usaha ini itu bagus. Pengetahuan teman saya ini luas dan mendalam. Baik soal produk, rantai pasok, hingga pemasaran.

Sayangnya, teman saya ini tak pernah mengambil langkah pertamanya. Ia tidak pernah memulai usaha, sekecil apapun. Sehingga mimpinya berhenti sebatas keinginan saja.

Yang seperti teman saya ini ternyata banyak. Termasuk saya. Banyak dari kita yang ingin ini, itu, inu, tapi tak pernah mengambil langkah pertama. Jadi, mulailah langkah pertama.

Salam langkah pertama.

Kemayoran, Jakarta, 27/8/2022 10:49

– © DPS

#melekcerita
#melekberita

*Image by DPS

Jejak Pertemuan Petinggi Partai Politik Jelang Pemilu 2024

melekberita.com – Jejak pertemuan petinggi partai politik jelang pemilu 2024 mulai terlihat jelas. Empat hari yang lalu, tepatnya Senin (22/8/2022) Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani bertemu Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem, Surya Paloh di Tower Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat. Jauh hari sebelumnya, beberapa petinggi partai politik juga sudah saling bertemu.

Saya mencoba mencatat jejak pertemuan petinggi partai politik tersebut. Catatan dimulai dari terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Catatan di bawah ini akan berusaha saya perbarui sesuai dinamika yang terjadi, sampai nanti terbentuk koalisi yang bisa mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden tahun 2024.

Jejak Pertemuan Petinggi Parpol

Mei

12 Mei 2022

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa di Rumah Heritage Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). Dari pertemuan ini kemudian terbentuk Koalisi Indonesia Bersatu.

Baca juga: Belajar dari Mukidi

Juni

1 Juni 2022

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto diundang Ketum Partai Nasdem Surya Paloh bertemu di Tower Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juni 2022.

18 Juni 2022

Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6/2022).

22 Juni 2022

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu bertemu Ketum Partai Nasdem Surya Paloh di Tower Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022).

23 Juni 2022

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Ketum Partai Nasdem Surya Paloh di Tower Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2022).

Agustus

13 Agustus 2022

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra resmi mendeklarasikan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, pada penutupan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).

22 Agustus 2022

Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu Ketum Partai Nasdem Surya Paloh di Tower Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2022).

September

04 September 2022

Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Minggu (4/9/2022).

Sampai tanggal 22 Agustus 2022, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh adalah tokoh yang paling banyak dikunjungi.

Salam pertemuan.

– © DPS

Kemayoran, Jakarta, 26/8/2022 21:03

#melekberita

*Update terbaru pada 5/9/2022

*Image by DPS

Belajar dari Mukidi

Ⓜ️ melekberita.com – Mukidi kerjo serabutan. Sok-sok nukang, sok-sok nguli, sok-sok ngojek. Pokoke penggawean opo ae dilakoni. Sing penting halal.

Bayarane Mukidi jauh dari UMR. Jam kerjone sing ora mesti, bayarane dadi yo ra mesti. Kadang oleh selawe, seket, sewidak, satus ewu. Kadang yo blas ora oleh duit. Nganggur soale.

Sebagai pemuda harapan bangsa, Mukidi gak putus asa. Mukidi termasuk arek sregep. Ora kesed.

Mukidi juga nrimo ing pandum. Enek dipangan. Nek gak enek, yo mangan opo eneke. Filosofi urip sing simpel.

Sifat koyok ngono iku sing nggarai uripe Mukidi iku santai. Seneng. Gak kemrungsung. Nek jare arek kutho, bahagia kuwi sederhana. Padahal Mukidi tahu nang kutho, dekne eruh sederhana kuwi Warung Padang. “Opo maksudte isok mangan nang Warung Padang, baru bahagia ngono ta?” jare Mukidi.

Enek dipangan. Nek gak enek, yo mangan opo eneke. – Mukidi

Baca juga: Reputasi dan Hoax

HP Anyar, Mukidi dan Kang Paino

Wulan iki, soko nglumpokne, Mukidi nduwe duit limang yuto limang atus seket ewu. Duite iku, rencanane malem Minggu arep nggo tuku HP anyar karo nraktir Mukinem andok bakso. HP anyar kepengenane ket biyen. Mukidi blas ra tahu gablek HP.

Pas cangkruk nang pos ronda, Mukidi cerito karo Kang Paino. Kang Paino sesepuh deso sing terkenal linuwih nang bab kebijaksanaan.

“Kang aku sesok arep mlaku-mlaku karo Mukinem nang Pasar Baru, tuku HP sing regone limang yutoan,” jare Mukidi.

“Oalah Dii..di, kon iku lapo tuku HP larangmen. Tuku sing rong yutoan ae. Sisane isok kok nggo liyane, nabung nggo tuku sepeda motor opo nggo tuku omah” jare Kang Paino.

Dengan terawangan ilmu kebijaksanaannya, menurut Kang Paino Mukidi iki gak bijak blas. Dengan kemampuannya yang pas-pasan, duit mang yuto nggo tuku HP iki bukanlah pilihan yang tepat. Salah, keliru. Ngawur. Mubazir. Duite kan iso nggo liyone. Kang Paino berpikir besar, visioner.

Kang Paino bener tapi salah. Salahe Kang Paino iki, Kang Paino gak menyelami secara mendalam profil potongan uwong koyok Mukidi. Dadine Kang Paino gak ngerti detak hati dan pikirane Mukidi. Gagal paham.

Kepenginane Mukidi sing paling duwur saiki yo tuku HP. Top of mind jare Pak Renald. Mukidi gak pengen tuku sepeda motor, opo maneh tuku omah. Jauh.

Tapi kan sepeda motor, omah, yo penting to?

Penting memang tapi gak prioritas gawe Mukidi.

Urip mung Sak Dermo Nglakoni

Banyak dari kita yang bersikap seperti Kang Paino. Suka menghakimi liyan dari cara belanjanya. Yang boroslah, yang konsumerismelah, yang gak pentinglah, yang gak ngerti apa-apalah.

Mereka luput bahwa Mukidi berpikir hanya satu langkah ke depan. Tidak seperti Kang Paino sing iso mikir dua, tiga, sepuluh langkah ke depan. Mikire Mukidi saiki nduwe duwit, saiki pengen tuku HP. Titik.

Lagian, mosok Mukidi nduwe impian ket suwi, pengen tuku HP limang yutoan, terus saiki dekne iso mujudne, eh kok mok larang? Ngene iki sing gak bijak sopo?

Perkoro bar ngono piye, iso tuku sepeda motor pora, iso tuku omah pora, iso plesir pora, iso berobat pora, iso mangan pora? Aku yo ra ngerti lan ora mikir.

Mukidi berpikir hanya satu langkah ke depan.

Uripe Mukidi lumintu. Mukidi wis nglakoni urip model ngene iki wis suwi. Wis ket lahir.

Mukidi iku urip nang lapisan masyarakat bawah. Saking bawahe, Mukidi sadar diri lan paham. Mukidi gak tahu nduwe keinginan sing ndakik-ndakik.

Mukidi gak hidup di dunia yang serba kompetitif. Dunia sing cepet, bergegas, lan lekas. Dunia sing kudu ngene, kudu ngono. Target ngene, target ngono. Duit, duit, lan duit.

Duniane Mukidi kalem. Selow. Uripe mung nrimo ing pandum. Wayahe mangan, mangan. Waktune turu, turu. Wayahe kerjo, kerjo. Waktune nganggur, nganggur. Wayahe sholat, sholat. Wayahe wayahe, wayahe.

Mukidi mung sak dermo nglakoni.

Salam nglakoni.

Kemayoran, Jakarta, 18/8/2022 21:45

(©️ DPS)

*Image by Pixabay

Reputasi dan Hoax

0

melekberita.com – Apa itu reputasi dan hoax? Bagaimana hubungan keduanya? Mana yang lebih dominan? Apakah hoax yang mempengaruhi reputasi? Ataukah reputasi yang mempengaruhi hoax?

Hoax yang mempengaruhi reputasi sudah banyak dibahas. Seperti bagaimana maraknya hoax bisa mempengaruhi reputasi sebuah calon pemimpin, mulai dari calon kepala desa sampai calon presiden. Di bidang bisnis, isu hoax ini juga bisa mempengaruhi reputasi sebuah perusahaan. Baik perusahaan kecil maupun besar.

Kali ini, saya akan membahas pertanyaan yang kedua, yaitu soal reputasi dan hoax. Reputasi yang mempengaruhi hoax.

Begini ceritanya..

Pesatnya perkembangan teknologi digital menyebabkan banjir informasi. Saya sering mengistilahkannya dengan tsunami informasi. Informasi menjadi mudah. Mudah dibuat, mudah disebarkan, dan juga mudah diakses.

Dulu, di era media arus utama, orang mesti melewati percetakan, radio, atau TV untuk menyebarkan informasi. Sekarang, cukup dengan HP, saya dan Anda sudah bisa membuat, menyebarkan, dan mengakses informasi.

Kemudahan informasi ini ternyata bak pedang bermata dua. Ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya, saya tidak akan bahas. Sisi negatifnya adalah informasi sulit dibedakan antara yang hak atau hoax. Antara fact atau fake.

Ada yang berpendapat bahwa fenomena ini terjadi karena masyarakat awam memiliki kemampuan literasi digital yang rendah. Mereka malas membaca, hanya membaca judul, tidak cek dan ricek, dan masih belum cerdas.

Menurut saya, kesimpulan di atas benar tetapi salah.

Kasus Duren Tiga memberi pelajaran kepada saya bahwa hoax ternyata tidak mengenal status sosial. Hoax tidak hanya menyerang masyarakat awam. Siapa saja bisa terpapar hoax. Baik itu masyarakat awam atau para elit.

Sebelumnya, pada tahun 2018, ada kasus Ratna Sarumpaet. Kasus yang juga menghebohkan karena menyeret banyak elit. Bukan masyarakat awam.

Baca juga : Apa itu Penjenamaan?

Bagaimana Reputasi Mempengaruhi Hoax?

Mengapa hal seperti di atas bisa terjadi? Mengapa kaum terdidik bisa terpapar hoax?

Manusia memiliki kesederhanaan kognitif. Simplifikasi. Dalam mencerna informasi yang komplek, secara sederhana, manusia akan menilai dari reputasi sumber.

Reputasi sumber ini kemudian yang membuat rasa skeptis kita tersisihkan. Pikiran kritis kita terpinggirkan.

Informasi dinilai dari siapa sumbernya. Informasi yang datang dari sumber yang mempunyai reputasi bagus akan kita terima begitu saja (percayai) sebagai sebuah kebenaran. Kebenaran yang kemudian menumbuhkan keyakinan.

Setelah timbul keyakinan, muncul disonansi kognitif pada diri kita.

Apa itu disonansi kognitif? Disonansi kognitif yaitu seseorang akan lebih mudah menolak fakta daripada ia mengubah keyakinan yang sudah ada.

Jadi ketika saya mendapat informasi dari sumber yang saya anggap memiliki reputasi bagus maka informasi itu akan saya terima begitu saja sebagai sebuah kebenaran. Tanpa saya ragukan. Tanpa perlu saya cek ricek kembali.

Mesti ada fakta baru, tidak mudah bagi saya untuk mengubah keyakinan yang sudah masuk ini.

Contoh Simplifikasi dan Disonansi Kognitif

Orang yang menurut saya memiliki reputasi bagus, merokok. Katanya lelaki sejati dan cerdas itu merokok. Karena reputasi orang tersebut maka saya percaya begitu saja kebenaran informasi ini.

Tiga hari kemudian, saya mendapatkan informasi baru, fakta baru. Menurut orang lain, yang saya baru kenal, merokok tidak baik untuk kesehatan.

Dari sinilah kemudian terjadi pertentangan nilai pada diri saya, antara keyakinan dan fakta baru itu.

Fakta baru lebih mudah saya tolak daripada saya mesti mengubah kebenaran yang sudah saya percayai sebelumnya.

Tidak hanya kepada saya, hal seperti ini juga bisa terjadi kepada Anda. Tidak percaya? Berapa banyak dari Anda yang memutuskan membeli barang secara online setelah melihat reputasi penjual?

Oleh karena itu, di sinilah pentingnya sebuah kejujuran. Terutama bagi Anda yang saat ini diamanahi reputasi.

Pertanyaan selanjutnya, dari mana reputasi ini diperoleh. Apakah dia organik atau ia bisa direkayasa?

Salam rekayasa.

– © DPS

Kemayoran, Jakarta, 13/08/2022 14:36

#melekbahasa
#melekberita

*Image by Pixabay

Penjenamaan Artinya

melekberita.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan melakukan penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lima wilayah Ibu Kota menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Penjenamaan artinya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penjenamaan artinya proses penciptaan nama dan citra unik untuk suatu produk di benak konsumen, khususnya melalui iklan. Sedangkan jenama artinya merek; jenis.

Penjenamaan adalah kata lain dari branding. Penjenamaan umum dilakukan di dunia bisnis. Dalam perkembangannya, penjenamaan lazim juga digunakan di sektor publik (pemerintahan).

Penjenamaan merupakan bagian kecil dari pemasaran. Apa tujuannya? Tentu sangat beragam. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk membangun citra baik organisasi di benak masyarakat.

Citra di sini sangat penting. Kata citra ini perlu digaribawahi. Kenapa? Karena kata pencitraan mempunyai makna peyorasi, yang berkonotasi buruk. Citra yang dibangun seharusnya bersifat tulen (genuine) dan bukan hasil pemutarbalikan fakta untuk mengelabui publik.

Penjenamaan adalah proses penciptaan nama dan citra unik untuk suatu produk di benak konsumen, khususnya melalui iklan.

Baca juga: Autopsi atau otopsi, manakah kata yang benar (baku)?

Kembali ke laptop..

Terkait penjenamaan rumah sehat, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan  dalam pidatonya di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (4/8/2022) mengatakan:

“Dengan penamaan baru ini, penjenamaan ini, kami berharap masyarakat pun akan memandang rumah sehat dengan cara pandang berbeda daripada ketika dulu memandang rumah sakit.

Lalu percakapan di rumah pun bicaranya tentang sehat bukan tentang sakit. Karena alam bawah sadar kita kemudian menggarisbawahi terus kata sakit daripada kata sehat. Kita ingin warga Jakarta hidup sehat dan berorientasi kesehariannya untuk bisa lebih sehat.

Itulah sebabnya penjenamaan ini dilakukan.”

Salam dilakukan.

Kemayoran, Jakarta, 6/8/2022 12:54

(© DPS)

#melekbahasa
#melekberita

Autopsi atau Otopsi?

melekberita.com – Dewasa ini, kita sering mendengar dan membaca kata autopsi atau otopsi di media. Hal ini tak lepas karena ramainya berita terkait insiden tembak-menembak di rumah dinas Irjen Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). Dalam peristiwa tersebut, Brigadir J meninggal dunia.

Autopsi atau otopsi? Mana kata yang benar? Mana kata yang baku? Apakah autopsi sama dengan otopsi?

Penasaran, saya membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) secara daring. Saya masukkan kata autopsi dan otopsi.

Hasilnya sebagai berikut :

Autopsi artinya pemeriksaan tubuh mayat dengan jalan pembedahan untuk mengetahui penyebab kematian, penyakit, dan sebagainya; bedah mayat. Bentuk tidak baku: otopsi.

Sedangkan kata otopsi, tidak saya temukan dalam KBBI.

Dengan demikian jelas, menurut KBBI, autopsi adalah kata baku. Sedangkan otopsi adalah bentuk tidak baku dari autopsi.

Autopsi artinya pemeriksaan tubuh mayat dengan jalan pembedahan untuk mengetahui penyebab kematian, penyakit, dan sebagainya; bedah mayat. Bentuk tidak baku: otopsi.

Baca juga: Aha Momen

Selain kata autopsi dan otopsi, ternyata banyak juga kata yang dimulai dengan auto atau oto. Seperti kata: automotif dan otomotif, automobil dan otomobil, dan lainnya.

Coba tebak, manakah kata di bawah ini yang baku :

  1. Automotif atau otomotif
  2. Automobil atau otomobil
  3. Autorisasi atau otorisasi
  4. Autonomi atau otonomi
  5. Autoriter atau otoriter
  6. Automatis atau otomatis
  7. Automasi atau otomasi
  8. Autodidak atau otodidak
  9. Autopilot atau otopilot
  10. Autobiografi atau otobiografi

Ah mendadak kok saya jadi autobingung (otobingung)?

Salam Auto.

(© DPS)

Kemayoran, Jakarta, 5/8/2022 09:41

#melekbahasa

#melekberita

*Image by DPS

Logika: Lomba Lari

melekberita.com – Berpikir logis edisi kali ini akan membahas tentang lomba lari. Anda akan belajar logika lomba lari. Logika lomba lari ini juga bisa Anda gunakan dalam logika lomba balap sepeda, motor, atau mobil.

Apa itu berpikir logis? Secara sederhana, berpikir logis adalah kemampuan Anda menemukan suatu kebenaran berdasarkan aturan, pola atau logika tertentu sehingga Anda memperoleh kebenaran secara rasional.

Berpikir logis berhubungan erat dengan penalaran dalam menarik sebuah kesimpulan. Di mana Anda harus berpikir secara ilmiah, baik dalam metodologi maupun melihat fakta.

Baca juga: Logika Tiga Sapi

Ada beberapa cara mengasah kemampuan berpikir logis. Salah satunya dengan menjawab soal logika.

Soal di bawah ini, tidak butuh hitung menghitung yang rumit. Hanya butuh penalaran logis Anda saja.

Soal:

Peserta lomba lari berjumlah 57 orang. Jika Anda berhasil menyalip peserta nomor dua dari depan maka ada di posisi berapa Anda sekarang?

Jawab:

Salam sekarang.

Kemayoran, Jakarta, 16/07/2022 11:40

©DPS

#melekhitung
#melekberita

*Image by DPS