Home Blog Page 20

Kripto: Investasi atau Spekulasi?

melekberita.com – Kripto itu apa? Tidak ada cadangannya (underlying). Harga naik turun, fluktuatif. Valuasi tidak jelas.  Penuh spekulasi, dan lain sebagainya.

Apakah Anda adalah salah satu orang yang punya pandangan seperti di atas? Wajar, maklum.

Kripto adalah barang baru. Barang yang penuh misteri. Barang yang belum dikenali 100 persen, masih abu-abu.

Yang perlu dicatat adalah sekarang ini eranya digital.

Emang kenapa dengan era digital?

Di zaman ini, bit tumbuh dan berkembang dengan pesat. Bit bisa lebih bernilai daripada atom.  Banyak perusahaan aplikasi yang sukses dan menjadi unicorn.

Valuasi ojek mengalahkan pesawat?

Perusahaan aplikasi yang tidak punya ojek satupun itu valuasinya bisa mengalahkan perusahan penerbangan yang punya ratusan pesawat. Bahkan valuasinya bisa 14 kali lipat lebih tinggi. 

Perusahaan aplikasi lain, yang tidak punya toko juga bisa mengalahkan perusahaan ritel besar dengan puluhan cabang. Perusahaan aplikasi yang tidak punya hotel juga bisa mengalahkan perusahaan hotel besar dengan puluhan cabang. Dan masih banyak perusahaan sejenis, seperti: aplikasi travel, pendidikan, kesehatan, dan dompet digital.

Kok bisa? Bagaimana itu terjadi?

Begini ceritanya.

Di era digital, aset sebuah perusahaan itu ternyata tidak hanya yang tangible saja. Seperti pesawat, gedung, tanah. Tetapi ada aset intangible. Aset yang tidak bisa (sulit) diukur dan dicatat pada buku akuntansi.

Apa itu aset intangible?

Aset intangible adalah aset yang tidak berwujud, tidak dapat disentuh. Aset intangible ini tidak memiliki keberadaan fisik. Aset tidak berwujud adalah aset jangka panjang, seperti: skill, brand, hak cipta, paten, pengetahuan dan data.

Aset ini dipercaya dan diyakini bisa membawa masa depan ke hari ini. Aset ini memiliki valuasi yang tinggi. Kenapa? Karena potensi pertumbuhan dan keuntungannya besar. 

Data is the new oil. Data is the new currency.

Apa hubungannya? Tidak bisa dibandingkan begitu dong. Tidak apel ke apel itu.

Oke lah, kalau memang dianggap tidak apel ke apel. Pesawat memang tidak bisa dibandingkan dengan ojek.

Benang merah yang ingin ditarik di sini adalah perusahaan bit (digital) bisa mengalahkan perusahaan atom (analog).

Kembali ke judul.

Bukankah kripto adalah aset digital?

Per Maret 2021, Bappebti mencatat transaksi aset kripto, termasuk bitcoin di Indonesia mencapai Rp 126 triliun. Jumlah yang tidak sedikit. Dengan jumlah sebesar itu, BEI pun khawatir, investor saham beralih ke kripto.

Maksudnya?

Jika investasi di pasar saham menurun, perusahaan tentu semakin tidak mudah untuk bangkit dari keterperukan akibat pandemi. Hal ini akan berimbas terhadap produk dan jasa yang akan dihasilkan. Yang ujungnya akan berpengaruh juga terhadap PDB.

Coba Anda ngobrol dengan Gen Z (kids zaman now) yang suka beli kopi itu. Tanyakan bab investasi kepada mereka. Mulai dari sektor riil, deposito, emas, obligasi, reksadana, saham, properti, hingga kripto.

Investasi apa yang mereka pilih?

Tapi kan kripto itu resikonya tinggi. Mereka belum mengerti. Tugas kita untuk mengingatkan mereka agar tidak salah langkah.

Setuju. Dulu juga begitu. Generasi dulu juga takut main atau investasi saham. Saham dianggap sesuatu yang tidak ada barangnya. Resikonya besar. Spekulatif dan tidak jelas.

Ya bedalah? 

Ok ok, santai.

Sebagai penutup, saya ingin bercerita tentang film superman. Di dalam film Superman, kripto adalah  kelemahan Superman. Kripto bisa membuat Superman lemas bahkan pingsan. Di depan kripto, manusia super itu tidak berdaya.

Di dalam film ekonomi, apakah kripto ini akan melemahkan Bank Sentral? Apakah kripto bisa membuat lemas bahkan pingsan sistem perbankan?

Kembali ke laptop: apakah kripto itu investasi atau spekulasi?

Setiap uang ada zamannya. Setiap zaman ada uangnya.

Salam uangnya.

Jakarta, 13/06/2021 21:33

Image by WorldSpectrum from Pixabay

 

Lain di Bibir Lain di Hati

0

Wis telung dino Paijo ora enak awak. Mambengi awake rodhok cas ces. Mangane ora lhas lhes. Turune juga ora blas bles. Akhire, Paijo nang dokter. 

Paijo (P): Dok, saya ini sebenarnya sakit apa? Kepala saya pusing, bibir pecah-pecah, hati deg-degan.

Dokter (D): Itu penyakit baru.

Paijo: Penyakit baru? Penyakit apa Dok?

Dokter: Penyakit lain di pikiran, lain di bibir, dan juga lain di hati.

Paijo: …

Dokter: …

Penulis: …

Pembaca: …

Salam …

© DPS

Jakarta, 11/06/2021 16:55

Teori Nyuluh Kodok

0

katasimbah.com – Sejak 20 tahun lalu, tim sepakbola Desa Sukamaju sering kalah jika bertanding antar desa. Nyaris 99%, kalah.

Yang bikin heran Bejo, berita kekalahan tim sepakbola ini kok selalu saja jadi buah bibir di warkop, kantor, dan pos kamling.

Dalam waktu sekejap, berita lain lenyap. Berita soal bal ini durasinya bisa berhari-hari. Bahkan bisa berminggu-minggu.

Lebih heran lagi, dari tiap obrolan itu, selalu saja ada yang berpendapat pun berharap jika seharusnya tim bisa menang.

Coba kalau formasinya 7-2-1. Coba kalau Si Boy dimainkan lebih awal. Andai saja wasitnya tegas. Tadi pemain desa sebelah diving. Dan lain sebagainya.

Mendadak dangdut muncul pandit bal-balan dadakan. Bak jamur di musim sop.

Padahal dari kajian statistik yang Bejo pelajari, hal itu termasuk hil yang mustahal.

Tapi Bejo juga paham ilmu nyuluh kodok. Teori yang dia temukan.

Apa itu?

Begini ceritanya. Di tengah sawah yang gelap gulita, meski lampu petromak atau senter tak bisa menerangi gelapnya sawah, secercah cahaya itulah yang akan jadi fokus.

Penyuluh kodok (katak) tidak akan banyak melihat area yang gelap. Dia akan konsentrasi ke arah yang terang.

Jika penyuluh lebih banyak melihat ke area yang gelap maka dia tidak nyari kodok. Tapi nyari masalah. Uji nyali, mencari makhluk astral, auuwww.

Jadi, mesti cuma 1%, tidak ada yang tidak mungkin. Impossible is nothing, kata para motivator.

Angka satu persen ini amazing. Tidak sembarangan. Ia punya daya magis. Dan ia sering dimanfaatkan untuk situasi tertentu.

Misalnya: Bill Gates putus sekolah kaya, Mbah Joyo klepas klepus panjang umur, Lek Jah sering makan gorengan sehat aja, dan lain-lain.

Gimana gaess, aku duga, dipikiranmu sudah tertanam angka 1% ini, sejak dulu.

Salam nyuluh kodok.

Jakarta, 11/06/2021 09.20

Demam TWK

katasimbah.com – Muleh kerjo, Bejo kaget. Krayone Si Cuplis pedot kabeh.

Naluri intelkame langsung murup. Kudu diinvestigasi forensik iki, batine Bejo.

Why? Agar supaya tidak terjadi kerusakan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Dampaknya bisa dilokalisir.

Dengan niat tulus, Bejo berencana akan segera mengadakan Tes Wawasan Kekrayonan (TWK).

Target Operasi (TO) sudah jelas, Si Cuplis.

Bar mangan wareg karo Si Cuplis, Bejo face to face. Ngobrol empat mata. Ngobrol santai tanpa rekaman CCTV dalam rangka TWK.

Bejo: B
Cuplis: C

B: Le, gimana tadi sekolahnya?

C: Seru Yah, belajar nyanyi dan mewarnai.

B: Oya, wah asik dong. Kalau suruh milih, kamu lebih suka nyanyi atau mewarnai.

C: Mewarnai lah Yah. Kan aku suka gambar, gambar bis, robot, gambar asal, gambar apa saja pokoknya.

B: … (nah, sudah mengerucut ini)

C: Aku campur-campur saja warnanya Yah, bagus tahu Yah, sampai bajuku kotor semua.

B: Iya gak papa. Oiya kok krayonnya pada patah semua, kenapa itu Nak?

C: Tadi bu guru kan cerita tentang pahlawan gitu, terus kata bu guru patah satu tumbuh seribu. Ya udah, krayonnya aku patah-patahin aja, nanti kan bisa jadi seribu kan Yah?

B: (..loading..)

C: Iya kan Yah?

B: Iii..iya (Iya nggak gitu Nak)

Singkat cerita TWK selesai. Dan Si Cuplis dinyatakan lulus.

Salam TWK.

Jakarta, 10/06/2021 20:42

Cara Belanja Online Aman, Nyaman dan Tidak Tertipu

melekberita.com – Paket adalah kata yang sedang trending. Di depan rumah tetangga maupun di depan rumah sendiri kata tersebut mungkin sering Anda dengar. Entah sebulan sekali, seminggu sekali, atau bisa jadi sehari tiga kali. Kata yang keluar dari seorang kurir yang sedang mengantarkan paket ke rumah-rumah.

Empat, lima tahun yang lalu tidak ada fenemona tersebut. Pertanda apakah ini? Ya benar, pertanda semakin maraknya belanja online.

Belanja online sudah menjadi gaya hidup netijen.

Dulu, jika Anda ingin beli barang maka Anda harus ke toko, pasar, atau mal. Anda lihat langsung barangnya, membandingkan harga dari toko ke toko, jika cocok baru membelinya. Saat itu juga, Anda sudah bisa menggunakan barang yang Anda beli.

Sekarang tidak lagi. Cukup di depan handphone, Anda bisa membeli barang apa saja yang Anda butuhkan. Mulai dari beras, jepitan rambut, baju, sepatu, tas, hingga handphone sekalipun. Anda bisa membandingkan harga dan barang cukup dari layar handphone. Tinggal klik-klik, barang akan dikirim ke rumah.

Cara belanja model baru seperti ini, ternyata juga memberikan pengalaman baru. Karena kita hanya membeli barang berdasarkan gambar dan video. Di sinilah letak seninya. Yaitu waktu menunggu kedatangan barang.

Ada perasaan harap-harap cemas saat menunggu kedatangan barang. Apakah barang sesuai dengan harapan? Apakah barang tidak palsu? Apakah barang dikirim tepat waktu? Apakah barang tidak rusak saat pengiriman? Apakah data tidak disalahgunakan? Apakah tidak ditipu?

Untuk menjawab semua keraguan di atas, ada beberapa cara yang bisa Anda coba agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Penasaran?

Simak tips penting berikut ini agar Anda bisa belanja online dengan aman, nyaman dan tidak mudah tertipu.

1. Cek Reputasi Penjual

Penjual yang terpercaya is a king.

Sebelum Anda membeli barang, Anda harus mengetahui reputasi penjual dengan baik. Di sinilah, pentingnya Anda melakukan  riset terhadap penjual.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, yaitu: apakah penjual adalah toko resmi, cek reputasi penjual (bintang empat atau lima), pastikan status toko masih aktif, ketahui lokasi toko, umur toko, persentase chat dibalas, jumlah pengikut, hingga testimoni dari pembeli lain (lebih banyak positif atau negative).

2. Cek Ulasan Produk

Karena Anda belanja hanya melihat gambar atau video, cek lebih detail ulasan produk.

Saat belanja online, Anda tidak melihat secara langsung barang yang Anda beli. Sehingga Anda tidak mengetahui secara tepat kualitas produk. Oleh karena itu, cek secara detail ulasan produk dari pembeli lain.

Berapa banyak barang laku terjual? Bagaimana kualitas produk? Bagaimana kecepatan pengiriman? Bagaimana testimoni pembeli lain? Bagaimana skor produk dari pembeli lain?

Dengan demikian, Anda akan semakin yakin terhadap produk yang akan Anda beli.

3. Cek Deskripsi Produk

Teliti sebelum membeli. Baca deskripsi sebelum transaksi.

Deskripsi produk sangat penting. Di sinilah biasanya aturan-aturan dari penjual dijelaskan. Aturan terkait pengiriman, detail produk, garansi, pengembalian, syarat dan ketentuan.

Oleh karena itu baca deskripsi produk dengan saksama. Pastikan nama barang, varian, spesifikasi, stok, kelengkapan hingga aturan yang ditawarkan sudah cocok.

Jika informasi kurang lengkap, Anda bisa menanyakan langsung ke penjual melalui fitur chat.

4. Cek Harga Masuk Akal?

Harga adalah faktor penggoda seseorang membeli barang.

Jangan mudah tergiur oleh harga murah. Ingat pepatah, ada harga ada rupa. Anda bisa membandingkan harga produk yang sama dengan beberapa toko sekaligus.

Apakah harganya masuk akal?

Jika harganya terlalu murah, Anda harus waspada. Harga yang sangat murah dibanding produk sejenis dari toko lain, layak dicurigai. Jangan-jangan barang yang dijual palsu atau rusak.

5. Jangan Transfer Langsung ke Penjual

Pihak ketiga (marketplace) bisa menjadi wasit jika terjadi sengketa antara penjual dan pembeli.

Dalam jual beli secara online di marketplace, hindari transfer uang langsung ke penjual. Pembayaran Anda akan ditampung dulu oleh pihak marketplace.

Jika ada penjual yang meminta Anda mentransfer pembayaran langsung ke rekening mereka, jangan dilakukan. Dengan mengirim pembayaran langsung ke rekening pribadi penjual, akan sulit bagi Anda untuk meminta uang dikembalikan jika barang ternyata tidak dikirim.

6. Hancurkan Jejak Data

Hancurkan jejak data di bungkus paket agar tidak disalahgunakan.

Setelah Anda menerima barang dan tidak ada komplain, segera hilangkan jejak data Anda yang ada di bungkus paket. Saat barang dikirim akan ada identitas pembeli yang berisi data-data pribadi, seperti: nama, alamat hingga nomor telepon.

Jangan biarkan data tersebut terbuang begitu saja di tempat sampah. Sebelum Anda buang, hancurkan terlebih dulu data tersebut agar tidak terbaca.

Hal ini untuk menghindari penipuan yang bisa saja mengatasnamakan nama Anda, berbekal dari data yang didapatkan dari bungkus paket pengiriman.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui cara berbelanja online yang aman, nyaman dan tidak mudah tertipu. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, semoga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari demi keamanan dan kenyamanan bertransaksi secara online.

Selamat mencoba!

Jakarta, 08/06/2021 12:37

Image by Photo Mix from Pixabay

Belajar dari Elang

melekberita.com – Alkisah tentang Sang Elang. Di dalam piramida makanan, Elang adalah konsumen puncak. Elang adalah unggas yang kuat. Umur Elang lebih panjang jika dibanding burung yang lainnya. Elang bisa berumur hingga 70 tahun.

“Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung Elang terbang sendirian,” kata Bung Karno.

Untuk mencapai usia itu, Elang mesti melewati perjuangan yang tidak mudah. Perjuangan yang sangat berat dan melelahkan.

Ketika berumur 40 tahun, Elang menghadapi masa kritis dalam siklus hidupnya. Paruhnya yang tajam jadi panjang dan bengkok. Cakarnya tak lagi kokoh karena kukunya panjang dan lentur. Kedua sayapnya mulai tua, bulunya tebal dan menjadi beban punggungnya sehingga sulit terbang.

Paruh, kuku, dan sayap adalah peralatan tempur Elang dalam berburu makanan. Paruhnya yang tajam tak bisa lagi untuk mengoyak. Cakarnya juga tak bisa lagi untuk mencengkeram. Dan sayapnya nyaris disfungsi untuk terbang.

Elang tak lagi mudah untuk mencari makan.

Menghadapi situasi seperti itu, hanya ada dua pilihan bagi Elang, yaitu: mati atau berubah. Diam menunggu kematiannya dengan damai atau berjuang menjalani proses perubahan yang berat dan menyakitkan selama 150 hari.

Elang memilih berubah. Untuk menjalani proses perubahan, Elang terbang ke puncak gunung. Ia membangun sarang diantara tebing dan bebatuan. Di sanalah kawah candradimuka, yang menjadi tempat buat Sang Elang menempa diri.

Di puncak gunung, Elang membenturkan paruhnya ke bebatuan. Benturan yang cukup keras dan berulang-ulang sampai paruhnya lepas. Proses yang berdarah-darah.

Setelah paruh lepas, Elang menunggu paruh barunya tumbuh. Di sini, ia menahan semua kesakitan dan keperihan dalam kesunyiannya. Ia juga menahan lapar dan dahaga.

Ketika paruh barunya tumbuh, harapan baru juga tumbuh. Elang kini memiliki paruh yang tajam. Paruh ini ia gunakan untuk mematuk-matuk cakarnya hingga copot. Setelah cakar barunya tumbuh, ia mematuk-matuk bulu sayapnya hingga rontok agar bulu yang baru bisa tumbuh.

Proses perubahan yang tidak instan, penuh perjuangan dan menyakitkan.

Setelah 150 hari, Elang akan terlahir kembali. Dengan paruh, cakar, dan sayap baru, Elang siap menghadapi tantangan hidup untuk 30 tahun ke depan.

Dalam kajian motivasi, hal ini dinamakan rejuvenasi.

Demikian gaess. Dalam hidup atau bisnis, kadang Anda dihadapkan pada situasi kritis. Dan Anda harus mengambil pilihan yang tidak selalu mudah. Sudah siapkah rejuvenasi?

Salam rejuvenasi.

Jakarta, 31/05/2021 20:10

Image by Torben Stroem from Pixabay

Aku iki Lara Apa?

Paijo wis telung ndino ora nang sawah. Awake gemreges. Mangan ora enak, turu ora nyenyak, jarene. Padahal lawuh iwak wis cemepak.

Kang Peno, sedulur sing pengertian tidak tinggal diam. Krungu kabar Paijo lara, Kang Peno langsung niliki.

Dengan segala kebijaksanaannya, Kang Peno menyarankan Paijo lekas berobat nang puskesmas. Ben ndang sehat, pikire.

Maklum, Paijo iki nom-noman sing rodok angel lek kon urusan karo nakes. Akeh alesane, mulai wedi dom sampek wegah ngombe obat. Males sing jelas.

Tapi dalam rangka menghormati Kang Peno, isuk mruput sesuke, Paijo budhal nang puskesmas. Jare ben oleh nomer siji. Ben cepet muleh.

Dokter : Selamat pagi. Sakit apa Pak?

Paijo : …

Dokter : Bapak sakit apa?

Paijo : Tidak tahu Dok. Saya ini sakit apa?

Dokter : Bla bla bla bla wes hewes hewes

Singkat cerita, jam songo Paijo wis nebus resep. Jam sepuluh wis sampek omah. Jam rolas awake wis kemringet, entek rawon sak mangkok, saje sejinah, rujak cingur sak pincuk. Lhab lheb, telap telep.

Sesuke, Paijo dolan nang omahe Kang Peno. Arep curhat, ngetokne unek-uneke.

Paijo : Aku kapok Kang nang puskesmas.

Peno : Lho, opoo Jo? Disuntik ta awakmu?

Paijo : Enggak Kang. Wingi iku, aku nang puskesmas kan pengen ngerti, aku iki lara opo?

Peno : Iyo, terus.

Paijo : Lha kok doktere malah takok, Bapak sakit apa? Aku kan bingung dewe. Nek aku iku ngerti, aku lara apa, lapo aku nang puskesmas barang. Aneh banget iku dokter.

Peno : …

Sing nulis cerito iki : …

Sing moco : ???

Salam ???

Jakarta, 26/95/2021 16.50

Tips Investasi Untung Berkali Lipat dari Mr. X

Ⓜ️ melekberita.com – Dalam perjalanan ke Barat, Bejo bertemu dengan investor kelas kakap di sebuah acara seminar investasi. Acara tersebut dihadiri pengunjung dari berbagai kalangan. Meriah.

Bejo nggumun (heran) dengan kesuksesan sebut saja Mr. X.

Mr. X ini sugih poll (kaya sekali). Sultan, kata kids zaman now. Hartanya bak sungai yang mengalir deras. Duitnya meteran gak berseri.

Midas. Manusia bertangan emas. Apa yang beliau pegang, sukses. Pokoknya, mantab jiwa melegenda.

Usaha Mr. X ini diberbagai sektor. Mulai dari sandang, pangan, dan papan. Ada semua.

Serakah? Bukan.

“Hanya ikhtiar meraih berkah, berusaha menjadi insan yang bermanfaat bagi yang lain,” kata Mr. X.

Salah satu kisah yang acap kali diceritakan adalah bagaimana saat beliau merintis usahanya, yaitu: dagang ayam goreng.

Saat itu, pada suatu pagi, entah apa yang terjadi tetiba warungnya antri pengunjung. Dagangan yang biasanya habis dalam sehari, ludes dalam sejam.

Laris manis tanjung kimpul. Dagangan habis duitnya kumpul.

Heran bin ajaibnya, keesokan hari juga begitu. Jumlah pengunjung malah semakin banyak, berkali lipat.

Jika biasanya sehari laku 10 ayam maka tetiba bisa laku 500 ayam, per hari. Dan kondisi ini stabil, ramai terus hingga lima tahun ke depan.

Dari sinilah, kemudian Mr. X bisa mengembangkan bisnisnya.

Lebay? Mungkin. Tapi begitulah faktanya menurut beliau.

Saat face to face, empat mata, Bejo ngobrol dengan Mr. X.

Bejo : Mr. X, investasi apa yang cocok untuk pemula seperti saya ini. Agar bisa sukses seperti Mr. X. Apakah tabungan, emas, deposito, obligasi, reksadana, saham, properti, sektor riil, P2P lending, atau crypto?

Mr. X : Bukan. Investasi yang dijamin untung adalah sedekah. Returnnya bisa 10 kali, 700 kali, bahkan sampai tak terbayangkan.

Bejo : (Plak! Bejo kaget dan serasa bangun dari kesadaran palsu. Runtuh semua teori-teori investasi yang selama ini ia pelajari.)

Mr. X : Latih dari 2 ribu dulu per hari. Kemudian 5 ribu, lalu naikkan jadi 10 ribu, 50 ribu, 100 ribu, 1 juta, dan seterusnya.

Bejo : (Manthuk-manthuk, nyimak)

Mr. X : Amazing mas. Nanti akan datang rezeki yang tak terduga. Dari mana-mana. Gaib. Ya, sampeyan boleh percaya boleh tidak. Tapi itulah tips investasi sukses dari saya.

Bejo : (Masih blank, loading, antara nggumun dan tercerahkan)

Obrolan singkat tapi sangat membekas di hati dan pikiran Bejo.

Bagaimana gaes? Berani mencoba? Resiko ditanggung masing-masing ya.

Salam sedekah.

Jakarta, 26/05/2021 06:33

#melekcerita
#melekberita

Apa itu Non Biner?

melekberita.com – Beberapa hari yang lalu, tepatnya 19 Mei 2021, artis papan atas Amerika peraih dua nominasi Grammy Awards, Demetria Devonne Lovato (Demi Lovato) menyatakan diri sebagai non biner. Apa itu non biner?

Jika selama ini Anda tahu bahwa manusia itu hanya laki-laki dan perempuan maka Anda belum update. Di dunia yang majemuk ini, kenyataannya tidak demikian.

Dalam kajian gender terkini, manusia itu tidak hanya laki-laki dan perempuan. Ada yang namanya non biner.

Dalam bahasa sederhana, non biner adalah kelompok yang tidak mengidentifikasi dirinya sebagai laki-laki atau perempuan.

Wah jangan menyimpang sampeyan. Maksudnya bagaimana ini? Lalu ikut kelompok mana mereka itu?

Non biner merasa memiliki dua gender atau lebih. Atau mereka malah tidak merasa ada di gender manapun, netral. Identitas mereka bisa bervariasi sesuai apa yang diyakininya.

Jadi semaunya sendiri ya? Ya, boleh dibilang seperti itu.

Jika pada umumnya identitas gender itu merujuk pada jenis kelamin berdasar fakta biologis maka tidak demikian dengan non biner. Bagi non biner, identitas gender adalah persepsi internal seseorang terhadap dirinya maupun manusia lainnya. Bagaimana seseorang itu menilai jati dirinya sendiri.

Apa itu gender?

Menurut Wikipedia, Gender adalah serangkaian karakteristik yang terikat kepada dan membedakan maskulinitas dan femininitas. Karakteristik tersebut dapat mencakup jenis kelamin (laki-laki, perempuan, atau interseks), hal yang ditentukan berdasarkan jenis kelamin (struktur sosial sepeti peran gender), atau identitas gender. Orang-orang yang tidak mengidentifikasi dirinya sebagai pria atau wanita umumnya dikelompokkan ke dalam masyarakat nonbiner atau genderqueer.

Jelas di atas, pengertian gender itu berbeda dengan pengertian jenis kelamin.

Gender dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana individu yang lahir secara biologis sebagai laki-laki dan perempuan yang kemudian memperoleh pencirian sosial sebagai laki-laki dan perempuan melalui atribut-atribut maskulinitas dan feminitas yang sering didukung oleh nilai-nilai atau sistem dan simbol di masyarakat yang bersangkutan.

Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.

Lebih singkatnya, gender dapat diartikan sebagai suatu konstruksi sosial atas seks, menjadi peran dan perilaku sosial. Gender itu sendiri adalah perilaku atau pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang sudah dikonstruksikan atau dibentuk di masyarakat tertentu dan pada masa waktu tertentu pula.

Jadi gender adalah konstruksi sosial atas seks.

Sistem Biner

Bagaimana hukumnya non biner?

Menurut keyakinan saya, non biner jelas tidak boleh. Jenis kelamin hanyalah laki-laki dan perempuan. Jika ada konstruksi seks di luar itu maka konstruksi tersebut harus patuh pada keyakinan yang sudah ada.

Tapi kan gender bukan jenis kelamin?

Betul. Sebagaimana kata biner yang tidak hanya terkait gender saja. Kata biner sudah lama digunakan dalam matematika. Yaitu pada sistem bilangan biner yang ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17.

Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan berbasis dua. Sistem bilangan ini hanya mengenal angka 0 dan 1. Setelah 0 dan 1 adalah 10, 11, 1000 dan seterusnya.

Selain sistem bilangan biner, di dalam matematika juga ada sistem bilangan oktal (basis 8), heksadesimal (basis 16), atau desimal (basis 10). Setiap sistem ini bisa dikonversi ke sistem yang lain.

Apakah matematika telah menginspirasi kajian gender? Entahlah. Yang jelas sistem biner sudah dikenal sejak empat abad yang lalu, jauh sebelum kajian gender ada.

Salam biner.

Jakarta, 24/05/2021 19.37

Apakah Semua akan Kripto pada Waktunya?

melekberita.com – Dalam satu dua minggu ini, dunia ekonomi diguncang oleh uang kripto khususnya bitcoin. Nilai bitcoin terjun bebas akibat cuitan Mas Elon (Kamis, 13/05/2021) yang gak mau mobilnya (Tesla) dibeli dengan bitcoin.

Alasan Mas Elon, uang kripto tidak ramah lingkungan. Bitcoin menghabiskan banyak energi fosil untuk transaksi dan mining, khususnya penggunaan batubara yang memiliki gas emisi paling buruk.

Investor uang kripto getem-getem sama Mas Elon. Bagaimana tidak, dalam sehari uang mereka menguap ratusan juta.

Yang menarik adalah apakah kejadian ini hanya siasat belaka, untuk memasyarakatkan uang kripto yang pada ujungnya akan meroketkan kembali nilainya? Entahlah, hanya Mas Elon yang tahu persis jawabannya.

Pada awal peluncuran, tahun 2008, harga 1 bitcoin < 1 usd (9 ribuan).

Sekarang, tahun 2021, harga 1 bitcoin + – 40 ribuan usd (500 jutaan).

Wow! Fenomena apakah ini? Apakah akan ada perubahan tatanan dunia baru?

Begini ceritanya:

Uang fiat (fisik) yang sekarang dipakai di semua negara itu dibangun di atas sistem terpusat (sentralisasi) lewat perbankan. Menurut wiki, bank pertama kali didirikan pada tahun 1690. Artinya sudah 3 abad lebih sistem perbankan digunakan.

Tahun 2008, uang kripto ditemukan. Sistem ini berbeda 180 derajat dengan sistem yang ada. Uang kripto dibangun di atas sistem desentralisasi lewat blockchain.

Jika uang fiat menggunakan ledger terpusat maka uang kripto menggunakan ledger terdistribusi.

Diakui atau tidak, keberadaan uang kripto telah ‘mengancam’ sistem keuangan yang  ada. Uang kripto tidak terikat oleh Negara. Banyak tokoh dan negara yang masih wait n see dalam memandang uang kripto ini. Ada yang pro dan juga kontra.

Transparansi, kemudahan transfer, biaya (murah), dan keamanan (sulit dimanipulasi) adalah beberapa kelebihan dari uang kripto yang cukup menggoda pelaku ekonomi wabil khusus kids zaman now, yang punya mindset ‘sendiri’ soal uang. Kekurangannya hanya ada di volatilitas.

Sedikit cerita.

Bayangkan saat ini Anda sedang antri di gerbang tol. Kendaraan sangat padat. Kemacetan sudah mencapai 5 Km. Udara di luar mobil berdebu dan sangat panas.

Sudah 30 menit Anda mengantri dan belum ada tanda-tanda mobil akan mendekati gerbang tol. Kendaraan Anda benar-benar merayap bahkan nyaris parkir.

Petugas tol mesti melayani transaksi dari pengemudi satu per satu. Mereka cukup kerepotan menghitung pembayaran dan kembalian.

Ruwet! Tidak efektif dan efisien.

Kemacetan di gerbang tol menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi. Ekonomi berbiaya tinggi menurunkan daya saing. Berapa waktu, bbm, energi, dan produktifitas yang hilang di jalan.

Tanpa daya saing yang baik, ekonomi tidak akan tumbuh dan berkembang. Kesejahteraan akan semakin jauh terwujud.

Apa yang bisa diambil pelajaran?

Pertama: kemacetan. Pembayaran tol dengan uang fisik tidak lagi efektif dan efisien.

Kedua: uang palsu. Keruwetan di gerbang tol berpotensi digunakan oleh oknum untuk bertransaksi dengan uang palsu. Ramainya antrian membuat petugas tol tidak punya waktu untuk mengecek uang secara teliti.

Ketiga: data. Dengan transaksi uang fisik, tidak ada data terkait mobilitas kendaraan. Padahal di era digital, data ini adalah new oil.

Bagaimana solusinya? Jawabannya adalah pembayaran non tunai. Gerbang tol sekarang menggunakan sistem pembayaran non tunai.

Singkat cerita, kisah di atas hanyalah contoh kecil saja, bagaimana uang fisik itu tak lagi digunakan untuk transaksi. Ngomong-ngomong, apakah saat ini Anda masih menggunakan uang fisik untuk naik ojek atau belanja online?

Dulu, klise, kaset, disket, cd, dvd, pernah berjaya. Sekarang, klise, kaset, disket, cd, dvd, sudah menjadi kenangan. Mereka tak mampu bertahan di era digital.

Bagaimana dengan uang fisik? Apakah mereka juga akan menjadi kenangan? Mungkin. Mungkin iya, mungkin tidak.

Ini bukan soal uang fisik atau kripto. Lebih dari itu. Ini adalah pertarungan dua sistem. Sistem manakah yang lebih baik dan yang akan memenangkan pertarungan.

Yang jelas zaman tak bisa dilawan.

Apakah semua akan kripto pada waktunya? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Salam kripto!

Jakarta, 19/05/2021 22.33

Image by MichaelWuensch from Pixabay