Home Blog Page 22

Kemenangan Digital atas Analog

melekberita.com – Wall Street Journal mengabarkan saham Apple naik 1,9% menjadi $122,02, Selasa (10/2/2015). Kapitalisasi pasarnya menjadi 710,7 miliar dollar. Sejak penawaran saham perdana pada Desember 1980, nilai pasar Apple telah naik lebih dari 50.600%.

Apple menjadi perusahaan pertama sepanjang sejarah yang memiliki nilai pasar di atas 700 milyar dollar, sekitar 8.850 triliun rupiah. Sebuah nilai yang sangat fantastis. Nilai tersebut nyaris 4,4 kalinya APBN Indonesia. APBN Indonesia tahun 2015 sebesar 2.039,5 triliun rupiah.

Perusahaan kedua yang memiliki nilai pasar besar adalah Exxon Mobil. Nilai pasar raksasa minyak ini hampir setengah kali nilai Apple. Nilai pasar Exxon sebesar 383 miliar dollar, sekitar 4.830 triliun rupiah.

Selain Apple, dua raksasa digital lainnya, Google dan Microsoft juga membukukan nilai yang sangat bombastis. Nilai pasar Google sebesar 365 miliar dollar (4.615 triliun rupiah) dan nilai pasar Microsoft sebesar 349 miliar dollar (4,363 triliun rupiah).

Nilai pasar Apple yang mengalahkan Exxon menjadi tonggak baru dalam sejarah dunia digital. Ini adalah simbol kemenangan perusahaan digital atas perusahaan analog.

Selama ini, dunia digital masih dianggap sebagai dunia yang penuh teka-teki. Ekosistem bisnis di dunia digital masih dianggap belum matang. Tingginya antusiasme masyarakat sering tak sebanding dengan tingginya investasi yang dikeluarkan. Investasi tinggi, pendapatan rendah. Tidak banyak perusahaan yang mampu bertahan lama di bisnis ini.

CEO Apple, Tim Cook telah menemukan jalan. Ia adalah sosok yang luar biasa di balik fenomena 8000 triliun ini. Setelah ditinggal Steve Jobs, Tim Cook mampu membawa Apple ke puncak kejayaan tertinggi.

Show me the money? Bagaimana strategi Tim Cook dan apa resep kesuksesannya?

Pertama, Tim Cook berani melawan arus. Seperti slogan Apple, think different. Tim Cook mengabaikan keyakinan umum perusahaan-perusahaan besar yang percaya bahwa konsumen Cina sensitif terhadap harga.

“Itu hanya bualan. Tidak benar,” kata Tim Cook seperti dikutip Wall Street Journal di acara konferensi Goldman Sachs Technology and Internet di San Francisco, Selasa (10/2).

Pertambahan kalangan menengah di Tiongkok tidak bisa dianggap remeh. Ini adalah potensi pasar yang besar bagi Apple untuk memasarkan produknya. Terbukti, strategi Apple menjual produk mahal ke konsumen Cina sukses. Tiga bulan menjelang tahun 2015, penjualan Apple di Tiongkok Daratan, Hong Kong dan Taiwan tumbuh 70%.

Kedua, inovasi dan kreatifitas tanpa henti khas Apple. Dua hal tersebut melahirkan kekuatan desain Apple yang wow.

Di bulan September, Apple memperkenalkan iPhone model layar lebar. Layar lebar iPhone ini mampu memicu peralihan pengguna smartphone dari produk pesaing atau iPhone lama.

Menurut data penelitian Canalys, Apple bisa menjual lebih banyak smartphone dibanding perusahaan manapun di Cina. Dalam kuartal terakhir tahun 2014, Apple mampu menghalau tekanan agar Apple mau menjual smartphone murah di pasar Cina. Penjualan iPhone di periode ini justru tumbuh dan berhasil membukukan rekor laba kuartalan sebesar $18 miliar.

Terakhir, Cook mengaku bahwa ia tak mempercayai “hukum angka besar”. Konsep bahwa tingkat pertumbuhan melambat kala suatu perusahaan bertumbuh kian pesat itu adalah “dogma” yang tidak benar. Dengan nilai pasar Apple, Tim Cook memang mampu membuktikan kekeliruan hukum angka besar tersebut.

Di Indonesia, masih banyak yang menganggap produk Apple terlalu mahal (overprice). Jika apa yang terjadi di Tiongkok itu merembet ke sini, bukan tidak mungkin kejayaan Apple masih akan bertahan hingga beberapa tahun ke depan. 

Piye?

Cara Lapor Pajak Online

melekberita.com – Sudahkah Anda melaporkan pajak Anda. Kini Anda bisa melaporkan pajak Anda lewat online. Untuk dapat menggunakan aplikasi e-filing pelaporan pajak (pelaporan online) ada tiga tahapan yang harus Anda lewati. Dua tahapan hanya dilakukan sekali saja. Sedangkan satu tahapan dilakukan setiap Anda menyampaikan SPT pajak.

Ketiga tahapan tersebut adalah:

  1. Mengajukan e-FIN (sekali saja)
    Anda harus mengajukan permohonan e-FIN ke Kantor Pelayanan Pajak. E-FIN merupakan nomor identitas wajib pajak bagi pengguna e-filing.
  2. Mendaftarkan diri (sekali saja)
    Anda mendaftakan sebagai wajib pajak e-filing di situs DJP (https://djponline.pajak.go.id/). Paling lama 30 hari kalender sejak diterbitkannya e-FIN.
  3. Menyampaikan SPT (setiap tahun)
    Anda menyampaikan SPT Tahunan PPh wajib pajak Orang Pribadi secara e-filing melalui situs DJP.

Setelah tahapan satu dan dua di atas anda kerjakan, Anda sudah bisa menggunakan aplikasi e-filing untuk pelaporan pajak.

Bagaimana cara lapor pajak online?

Ada empat langkah prosedural yang harus Anda lakukan untuk lapor pajak online. Keempat langkah tersebut yaitu:

  1. Isi Form e-SPT.
    Caranya :
    • Login ke situs DJP
    • Klik buat SPT.
      Ada tiga menu pilihan : 1770 S Formulir, 1770 S Wizard, 1770 SS.
    • Pilih form e-SPT sesuai kebutuhan Anda.
  2. Verifikasi Pengiriman e-SPT
    Setelah Anda isi form e-SPT semua, Anda harus meminta kode verifikasi untuk pengiriman e-SPT. Kode verifikasi akan dikirimkan lewat email atau SMS.
  3. Kirim SPT dengan mengisikan kode verifikasi secara online.
  4. Notifikasi status e-SPT dan Bukti Penerimaan Elektronik akan diberikan kepada wajib pajak lewat email. Selesai.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Apa itu Skema Ponzi?

melekberita.com – Skema Ponzi adalah penipuan investasi yang membayar investor yang ada dengan dana yang dikumpulkan dari investor baru. Ini mirip dengan skema piramida di mana keduanya didasarkan pada penggunaan dana investor baru untuk membayar investor sebelumnya. Penyelenggara skema Ponzi sering berjanji untuk menginvestasikan uang Anda dan menghasilkan pengembalian tinggi dengan sedikit atau tanpa risiko.

Dalam skema Ponzi, para penipu tidak menginvestasikan uangnya. Sebaliknya, mereka menggunakannya untuk membayar mereka yang berinvestasi lebih awal dan mungkin menyimpannya untuk diri mereka sendiri.

Skema Ponzi membutuhkan aliran uang baru yang konstan untuk bertahan hidup. Baik skema Ponzi dan skema piramida akan berakhir ketika sulit untuk merekrut investor baru dan tidak ada cukup uang untuk dibagikan. Pada titik ini, skema Ponzi akan runtuh. Di sinilah para investor akan kehilangan dananya.

Sejarah Skema Ponzi

Skema Ponzi dicetuskan oleh Charles Ponzi, yang kemudian menjadi terkenal pada tahun 1920. Skema Ponzi didasarkan dari praktik arbitrasi dari kupon balasan surat internasional yang memiliki tarif berbeda di masing-masing negara. Keuntungan dari praktik ini kemudian dipakai untuk membayar kebutuhannya sendiri dan investor sebelumnya.

Ponzi menyatakan bahwa uang yang diperoleh dari investasinya akan dikirimkan ke agen di luar negeri, seperti Italia, di mana mereka membeli kupon tersebut. Lalu kupon itu dikirimkan kembali ke Amerika Serikat dan ditukarkan perangko yang harganya lebih mahal. Ponzi menyatakan keuntungan bersih setelah mengukur nilai tukar adalah lebih dari 400%.

Namun setelah berhasil memperoleh jutaan dolar Amerika, kedok dari praktik ini terbongkar. Hal yang tidak dapat dimungkiri karena dalam keadaan investasi yang dijanjikan, seharusnya ada 160 juta kupon yang dikeluarkan, tetapi hanya 27 ribu yang terealisasikan. Setelahnya Charles Ponzi ditangkap dan dipenjara

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Investasi penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dengan munculnya banyak perusahaan yang menawarkan beragam produk investasi, mulai dari emas, surat berharga, valuta asing, dan properti, sebagai calon investor, ada baiknya belajar terlebih dahulu sebelum berinvestasi agar tidak terjerat dalam skema Ponzi ini.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi terkadang tidak diimbangi dengan kecermatan mencari informasi dan ketelitian dalam memilih jenis serta perusahaan investasi. Kebanyakan masyarakat tergiur dengan investasi yang menjanjikan tingkat pengembalian atau bagi hasil yang tinggi, tanpa menyelidiki lebih dulu kredibilitas dan legalitas dari perusahaan investasi terkait. Alhasil, alih-alih mendapatkan keuntungan besar, masyarakat justru menderita kerugian finansial karena menjadi korban penipuan. Tanpa disadari, masyarakat terjebak dalam iming-iming investasi yang menerapkan skema Ponzi.

Banyak skema Ponzi memiliki karakteristik yang sama. Kenali ciri-ciri skema Ponzi agar terhindar dari kerugian seperti berikut ini:

  1. Pengembalian tinggi dengan sedikit atau tanpa risiko. Setiap investasi membawa risiko tertentu, dan investasi yang menghasilkan pengembalian lebih tinggi biasanya melibatkan lebih banyak risiko. Berhati-hatilah terhadap peluang investasi yang “dijamin”.
  2. Hasil yang terlalu konsisten. Investasi cenderung naik turun seiring waktu. Bersikaplah skeptis tentang investasi yang secara teratur menghasilkan pengembalian positif terlepas dari kondisi pasar secara keseluruhan.
  3. Investasi tidak terdaftar. Skema Ponzi biasanya melibatkan investasi yang tidak terdaftar secara resmi. Pendaftaran penting karena memberikan investor akses ke informasi tentang manajemen, produk, layanan, dan keuangan perusahaan.
  4. Penjual tanpa izin. Para profesional dan firma investasi harus memiliki lisensi atau terdaftar. Kebanyakan skema Ponzi melibatkan individu tanpa izin atau perusahaan tidak terdaftar.
  5. Strategi rahasia dan kompleks. Hindari investasi jika Anda tidak memahaminya atau tidak bisa mendapatkan informasi lengkap tentangnya.
  6. Masalah dengan dokumen. Kesalahan laporan rekening mungkin merupakan tanda bahwa dana tidak diinvestasikan seperti yang dijanjikan.
  7. Kesulitan menerima pembayaran. Berhati-hatilah jika Anda tidak menerima pembayaran atau kesulitan mencairkan. Promotor skema Ponzi terkadang mencoba mencegah peserta untuk menguangkan dengan menawarkan pengembalian yang lebih tinggi untuk tetap tinggal.

Poin Penting

Mirip dengan skema piramida, skema Ponzi menghasilkan keuntungan bagi investor lama dengan mengakuisisi investor baru, yang dijanjikan untung besar dengan sedikit atau tanpa risiko.

Kedua pengaturan curang didasarkan pada penggunaan dana investor baru untuk membayar investor sebelumnya.

Perusahaan yang terlibat dalam skema Ponzi memfokuskan semua energi mereka untuk menarik klien baru untuk melakukan investasi.

Game Changer

0

katasimbah.com – Nang samping pos ronda, Yu Jum nggelar dagangan. Hasil bumi tumplek blek dadi siji. Mulai pala kependhem sampek pala gumantung cemepak. Durung buah lan sayurane. Bawang, brambang, lombok, pare, pete, jengkol, jangan bung, sawi, bayem, kangkung, sop komplit.

Ben isuk, emak-emak ngumpul nang nggone Yu Jum. Tanpa dikomando, dalam sekejap emak-emak wis kemruyuk. Karo milih sayur, mereka do nggosip.

“Beh, anake Jeng Juminten kae lho, jane wis wayahe mlebu TK. Kok ora disekolahne to. Mesakne anake,” jare Yu Jah.

“Lah nyapo to Yu, emang enek opo to?” jare Yu Citul kepo.

“Krungu-krungu, jarene eman mbayar sekolahe Yu. Lagi situasi koyok ngene, kan sekolahe online. Sekolah online mbayar penuh. Eman duite. Beh padahal emas2ane Jeng Juminten kan pating grantul ngono ya.” jare Yu Jah.

“Podo karo Ronaldikun berarti. Anake Jeng Ngatno kan yo gak dilebokno TK. Jare alasan biaya lan sekolah online. Alah mandar sek TK ae, engko langsung SD ae. Jarene ngono. Beh padahal sampeyan yo ngerti dewe to yu, emas2ane Jeng Ngatno kae kan yo gemrantul,” jare Yu Ning.

“Lha yo, lha terus anake awake dewe iki, kok wingi podho dilebokne TK iki piye to?” jare Yu Mi bingung.

“Alah Yu Mi. Wis ben wae, ancene iki zaman wis berubah. Mungkin pancen zamane yo sekolah online. Nek gak sekolah, anakku engko ga nduwe pengalaman TK. Duit iso digoleki to Yu Mi. Tapi pengalaman bocah sekolah ngene iki sing ga iso diulangi. Nek awake dewe iki gak ngikuti perubahan Yu Mi, awake dewe sing diubah karo zaman engko,” jare Yu Tun.

“Pandemi iki kuwi dadi game changer kehidupan awake dewe ke depan, ngono lho yu. Mosok podho gak update?” jare Yu Imas.

“Heee..game opo kuwi Yu. Anakku tak larang ngegame,” jare Yu Ciprut.

Hahaha, kabeh ngguyu bareng.

Jakarta, 29/02/2121 19.32
#katasimbah

Bisnis Ayam

0

melekberita.com – Waktu mudik ke kaki Gunung Kelud, Bejo diceritani simbah bab bisnis. “Jo, pada dasarnya bisnis itu cuma ada dua. Bisnis ayam sayur dan ayam kampung,” kata simbah.

“Maksudnya pripun mbah,” tanya Bejo.

“Ngene Jo, bisnis ayam sayur adalah bisnis yang diusahakan gede secepatnya. Kalau bisa 40 hari wis gede. Bisa lewat promo jor-joran, suntikan utang, lsp. Karena naturalnya (jiwanya) belum gede, meski badannya sudah gede, bisnisnya sangat rentan. Gampang mati. Gempa sithik mati. Bledek sithik mati. Kaget sithik mati. Koyok ayam sayur,” kata simbah.

“Nggih,” jawab Bejo mantuk-mantuk.

“Nah, nek bisnis ayam kampung berarti sebaliknya. Bisnis yang gedene kuwi alami. Bisnis yang terus berproses dan tumbuh. Sok-sok kudanan, sok-sok kepanasen. Sok-sok sobo kebon, sok-sok sobo perumahan. Lewat proses sing tidak instan. Efeke, pas awake gede, jiwane yo wis gede. Dadi bisnise luwih kuat. Kenek panas, udan, bledek, gempa, menter ae. Koyok ayam kampung kuwi,” jelas simbah.

“Nggih,” jawab Bejo karo mantuk-mantuk.

Tiba-tiba pikiran Bejo liar mengembara. Aha, anu mbah menawi bisnis ayam kampus pripun?

Tapi sayang, Bejo ga mampu mengutarakan pertanyaan di atas. Disimpannya rapat-rapat dalam hatinya. Bejo pringas-pringis sendiri.

Andai saat itu Bejo berani bertanya. Mungkin saat ini dia bisa bercerita soal ayam kampus.

Salam ayam kampus.

Jakarta, 29/12/2020 22.08
#katasimbah

Pikiran Elek

0

melekberita.com – Paijo nduwe pikiran elek. Wis seulan iki, Paijem tiap muleh mesti diterke mobil. Mobile gonta-ganti. Muleh bengi, resiko tinggi gawe nom-noman komes koyok Paijem.

Sebagai petugas tilpon kecamatan kota (pentil kecakot), shift bengi wis dadi rutinitas Paijem. Po maneh nek akhir ulan.

Paijo, pemuda pengangguran tonggone Paijem mulai curiga karo tingkah polahe Paijem.

“Wah, Paijem mulai gak nggenah iki. Ojo-ojo wis dadi simpenan,” batine Paijo, pikiran elek.

Aha. Mendadak Paijo nduwe rencana taktis dan strategis. Dengan sigap dan lekas, Paijo segera menyusun key performance indicator dan action plan.

“Sebelum matahari terbit, aku kudu nemoni wong tuane Paijem (Mbok De Paijah). Aku arep wadul,” batine Paijo.

Paijo wis kadung naksir berat karo Paijem. Pesona Paijem sebagai kembang desa wis membius Paijo sampai ke tulang belulangnya. Di hadapan Paijem, Paijo koyok wayang tanpo gapit, lemes. Ning apa daya. Mereka berdua beda keyakinan. Paijo yakin. Paijem enggak.

Baca juga: Bisnis Ayam

“De, Paijem ben bengi diterke mobil. Beh, diluk engkas sampeyan dadi wong sugih no?” jare Paijo nang Mbok De Paijah, ibuke Paijem.

“Lho, emang enek opo to?” jare Paijah karo ngegas sithik.

“Wah, sampeyan ga curiga?” saut Paijo cepet.

“Curiga opo Jo, ojo ora-ora awakmu!” jawab Paijah panik.

“Sampeyan kurang perhatian De. Status Paijem sebagai kembang desa kuwi kan rawan. Sampeyan gak merhatekno to, ben bengi Paijem muleh diterke mobil. Mobile gonta-ganti meneh. Ojo-ojo..” jawab Paijo.

“Ojo-ojo nyapo Jo..” saut Paijah kilat.

“Anu De (loading)..ojo-ojo Paijem dadi..” jare Paijo.

“Dadi opo Jo..” potong Paijah.

“Ssttt..kalem De. Ojo banter-banter. Isin ngko nek krungu tonggo. Ojo-ojo Paijem kuwi wis dadi simpenane om-om..” jelas Paijo.

“Oalah lambemu Jo-jo, nek omong sing nggenah!” jare Paijah.

“Lho piye to De, beneran iki. Aku curiga Paijem wis berubah sejak kenek angin bengi. Kehidupan malam De!” jare Paijo.

“Wooo..pancen cah kemplo. Angin bengi, kehidupan malam, simpenan..barang. Sing gak bener pikiranmu. Paijem kuwi muleh diterne teknologi anyar, teknologi kids zaman now sing jenenge go c@r. Nom-noman kok gaptek kowe kuwi.” jare Paijah gemes.

Paijo plonga-plongo.

“Yes, masih ada kesempatan,” batine.

Salam masih ada kesempatan

Jakarta, 14/12/20 09:42

DPSasongko

#melekcerita
#melekberita

Balance

0

katasimbah.com – Lelaki paruh baya itu menatap langit-langit beranda rumahnya. Matanya nanar. Pikirannya menerobos masa lalu. Ia mencoba napak tilas kembali perjalanan hidupnya.

Dua puluh tahun yang lalu, ia meninggalkan desanya yang damai. Email panggilan kerja membawanya berangkat ke ibu kota. Mengubah nasib, tekadnya dalam hati.

Meski serba nyaman, hidup di desa serba terbatas. Tak ada lapangan kerja yang dicitakannya. Kalau gak angon sapi ya macul di sawah. Pemuda itu ogah. Kerja kantoran, ruangan ac, megang komputer di gedung bertingkat lah yang ia impikan.

Empat, lima tahun angin metropolitan perlahan mulai mengubah karakter sang pemuda. Hidup tepo seliro, nerimo ing pandum, iso ngeroso, perlahan mulai terkikis. Uang, uang, dan uang, adalah ideologi kuat yang terus menancap di pikirannya.

Wajar, tak ada yang gratis di kota ini. Buang air kecilpun, bayar. Semua serba uang. Baik buruk dinilai dari banyak uang. Tak lagi soal ketulusan, pengertian, apalagi kejujuran. Simpan dulu.

Waktu terus berjalan. Hidup sang pemuda mendadak serba tergesa. Dunianya menjadi cepat. Waktu adalah uang. Yang cepat yang akan makan.

Dunia digital mulai mewabah. Sang pemuda tak lagi kerja 9 jam. Ia nyaris kerja sepanjang waktu, nyaris 24 jam meski tak terus menerus. Tuntutan pekerjaan katanya.

Seiring dengan itu, tak bisa dipungkiri, pundi-pundi uangnya juga semakin banyak. Makan di mana saja dia bisa. Dolan dan nginep di hotel manapun juga mampu. HP terkini, sepeda motor, mobil, dan rumah, semua dia miliki.

Tapi semua itu tak membuatnya cukup. Satu yang dia tak punya, perasaan tenang.

Sebulan yang lalu, bak petir di siang bolong, kabar tak enak datang dari kantornya. Ia mesti pensiun dini. Pupus sudah harapannya. Kantor yang dia banggakan, siang dan malam, tak lagi dapat diandalkan. Jabatannya apalagi.

Pemuda itu sadar. Materi yang susah payah dia kumpulkan serasa tak lagi bernilai. Semuanya fana dan akan ditinggalkan. Pada waktunya.

Senja kian dekat. Ia merasa bekalnya pulang sangat sedikit. Tetiba ia menangis sesenggukan, hatinya sedih. Banjir air matanya. Kaosnya basah. Sudah lama dan terlalu jauh ia melenceng.

Andai saja waktu bisa diputar kembali. Ia akan hidup balance. Kantor rumah, kota desa, dunia dan akhirat, pesannya.

Semoga dia kembali ke jalanNya, amin.

Salam

Bogor, 15-02-2020 17:13
#katasimbah

Mahzab Jurnalisme Warganet

0

katasimbah.com – Dalam sebuah rapat redaksi sore itu, Juli 2007, wartawan senior memberikan wejangan kepada tim peliput sepakbola piala Asia terkait mahzab jurnalisme.

“Kritik sebelum tanding, dukung saat tanding, evaluasi setelah tanding,” katanya singkat.

Bejo memperhatikan dengan seksama. Pesan sederhana itu mengena. Dia mengangguk.

Saat itu, timnas garuda sedang berjuang untuk lolos ke babak perempat final. Satu grup dengan Korsel, Arab, dan Bahrain jelas bukan hal yang mudah.

Dalam situasi genting, setelah menang tipis melawan Bahrain, masih ada saja suara sumbang terkait timnas. Mulai dari persoalan pemilihan squad, penentuan starting line-up, hingga penampilan pemain di lapangan.

Katanya sih kritik, padahal nadanya lebih ke arah nyinyir. Untungnya, saat itu warganet belum sebanyak sekarang.

Wartawan senior itu ingin mengingatkan. Sekarang bukan saat yang tepat untuk mengkritik. Sekarang saat untuk mendukung perjuangan timnas. Apapun langkah dan strategi yang diambil oleh pelatih dalam pertandingan.

Kesalahan satu pemain belakang dalam menghalau bola, yang menyebabkan kemelut di depan gawang, tak perlu disorot dan digaungkan. Kekompakan, kerjasama, dan semangat perjuangan timlah yang perlu terus didengungkan.

***

Saat ini, negeri ini sedang berjuang menghadapi pandemi Corona Covid-19. Banyak kasus bermunculan dan korban yang terus bertambah di berbagai daerah. Ketika tulisan ini dibuat, ada: 450 kasus, 38 meninggal, dan 20 sembuh.

Segala daya dan upaya sedang dikerahkan untuk mengatasi persoalan ini. Mulai dari kebijakan belajar di rumah, kerja di rumah, pemakaian masker/sarung tangan, hingga pembatasan interaksi sosial.

Jika ada langkah yang dirasa belum tepat, seperti keterbukaan data, kecepatan penanganan, kepemimpinan, dan lainnya, percayalah kalau semua itu masih dalam proses pencarian solusi yang terbaik.

Berkaca dari mahzab jurnalisme di atas, sebagai warganet yang budiman, sekarang saatnya kita bersatu untuk mendukung pemerintah. Apapun kebijakan yang akan, telah, dan sedang diambil.

Bukan lagi waktu yang tepat untuk memperdebatkan setiap kebijakan. Seperti: boleh kluyuran atau tidak, boleh ke tempat ibadah atau tidak, social distancing atau physical distancing, gubernur atau presiden, lockdown atau lock and lock, dan lain-lain.

Kritik dan evaluasi itu ada tempat dan waktunya. Bagaimana?

Salam

#katasimbah
Jakarta, 22/03/2020 12:17

Kemrungsung

0

katasimbah.com – Siang itu, 12 November 2019, kawasan Kramat Jakarta Pusat diguyur hujan deras. Hujan yang sudah lama ditunggu. Lebih dari tiga purnama, kota terbesar terpadat tersibuk ini tidak disiram hujan. Kering dan berdebu.

Di musholla sederhana sebuah kantor, Bejo akan sholat Dzuhur. Ketika Bejo masuk, ada satpam yang sedang sholat. Bejo hendak ‘njawil’ untuk jadi makmum. Namun ia ragu. Satpam ini sholat apa, Dzuhur atau bukan? Akhirnya Bejo memutuskan untuk sholat sendiri.

Saat itu, musholla dalam keadaan sepi. Hanya ada dia dan satpam. Jam dinding menunjuk pukul 14:00 WIB.

Bejo sholat dengan speed ‘biasanya’ alias normal bin wajar. Ketika Bejo selesai sholat, satpam juga selesai. Speed sholat Bejo ternyata masih lebih cepat dari satpam.

Selesai sholat, diam-diam Bejo memperhatikan dengan penuh seksama ke sampingnya. Ia melihat satpam sedang berzikir. Gerak-geriknya nampak tenang, penuh penghayatan. Tangan kanannya laksana tasbih, terus begerak seperti menghitung.

Selesai zikir, satpam mengangkat kedua tangannya. Ia berdoa. Ia seperti menikmati sekali semua aktivitas di musholla itu. Ada getaran energi yang bisa Bejo rasakan. Adem.

Tak seperti Bejo. Ia berdoa singkat, lekas, dan segera. Entah apa yang waktu itu didoakan, sekarang pun ia tak ingat. Jiwanya kesusu, grusa-grusu dikejar-kejar urusan. Hidupnya kemrungsung.

Tetiba batin Bejo bergemuruh. Hatinya terketuk. Pikirannya mengembara. Malu dia sama satpam itu. Bagaimana di tengah segala kesibukan duniawi, pak satpam bisa meluangkan waktunya untuk ibadah dengan hikmat.

Bejo yang merasa dirinya lebih, dalam bab harta dan tahta dibanding satpam namun ia merasa miskin dalam bab ibadah. Khususnya sholat.

Sholatnya sering buru-buru. Doanya acap kali tergesa-gesa. Pendek kata, jauh sekali dari kata hikmat. Apalagi nikmat.

Ia baru sebatas menunaikan kewajiban. Bahkan sering merasa terpaksa. Tak ada perasaan yang terlibat. Semua hanya rutinitas. Kering. Hambar.

Di sepanjang usianya, sejak akil baligh hingga kini, entah sudah berapa lama Bejo main-main dengan keadaan seperti itu.

Satpam itu menyadarkannya. Jiwanya teresonansi. Dalam hatinya, ia tak ingin kemrungsung lagi. Ia ingin khusyuk, hikmat dan istiqomah. Semoga.

Salam

Jakarta, 08/12/2019 07:35
#katasimbah

HP

katasimbah.com – Dalam perjalanan ke Barat, Bejo bertemu ahlinya ahli, intinya inti, gurunya guru. Namanya Guru Waskito. Bejo sengaja sowan ke pondok Guru Waskito untuk ngangsu kaweruh.

Pondok Guru Was terletak di pinggir Kali Lekso, Desa Suka Makmur. Tempatnya asri dan adem dengan view sawah menghijau berufuk pegunungan.

Malem itu, ba’da isya, Bejo ngobrol santai dengan Guru Was di beranda FB eh pondok.

Ada satu hal yang menggilitik pikiran Bejo sejak sebulan yang lalu. Yaitu soal HP.

“Guru, di zaman milenial ini, banyak orang install kitab di HP. Saat ke kamar mandi, HP tersebut sering dibawa. Bagaimana hukumnya membawa HP tersebut ke kamar mandi?” tanya Bejo.

“Boleh,” jawab guru.

“Tapi kan di HP itu ada kitab guru. Apakah ini tidak berarti membawa kitab ke kamar mandi,” tanya Bejo lebih lanjut.

“Jo, ada banyak orang hafal kitab. Bagaimana jika orang tersebut ingin ke kamar mandi. Apakah otaknya harus ditinggal dulu di luar kamar mandi?” jawab guru.

Bejo mantuk-mantuk. Antara ngeh atau ngoh.

“Maaf guru, sepertinya berbeda. HP kan tidak sama dengan orang,” tanya Bejo lebih lanjut.

“Begini, HP yang di dalamnya terdapat kitab, tidak dihukumi sebagaimana kitab cetak. Kenapa? Sebab tulisan kitab yang ada di HP itu tidak seperti tulisan pada kitab cetak. Tulisan kitab di HP itu dihasilkan dari getaran listrik yang bisa nampak dan bisa hilang, tidak tetap. Sama dengan proses kelistrikan di otak,” jawab Guru Waskito.

Kali ini Bejo baru masuk. Masuk pak eko, kata kids zaman now.

“Yang penting jangan dibuka kitabnya ya Jo. Ini yang ga boleh,” kata guru.

Bejo mantuk-mantuk. “Baik guru,” jawabnya.

“Satu lagi pesanku soal HP. Saat kamu beribadah, tinggalkanlah HPmu jika kamu ingin khusyuk,” kata guru.

“Kenapa guru, kok bisa?” tanya Bejo penasaran.

“Jo, akankah kamu membawa botol berisi miras saat ibadah?” tanya guru.

“Tidak guru, mana bisa begitu,” jawab Bejo mantab.

“Nah, demikian juga dengan HP. HPmu isinya kan macam-macam. Mirip dengan botol berisi miras. Kecuali kamu menjamin isinya baik-baik, tidak ada ghibah, namimah, fitnah, pornografi, dll, boleh kamu membawa HPmu itu,” kata guru.

Bejo mantuk-mantuk. Ia menyimak dengan serius.

“Ah, guru suudzon?” tanya Bejo.

“Bukankah suudzon kepada ahli maksiat diperbolehkan?” jawab guru.

Bejo dan Guru Was ngakak bareng. “Ah guru bisa aja,” kata Bejo.

Tak terasa malam kian larut. Suara kecebong yang sudah menjadi katak dan kampret semakin menambah kegayengan suasana. Jangkrik juga tak mau ketinggalan. Benar-benar orkes alam yang maha indah.

“Tapi Jo, jika kamu tak memungkinkan meninggalkan HP saat ibadah maka matikanlah HPmu,” pesan Guru Was.

“Ashiaaap guru,” jawab Bejo mantul bernada yutuber.

Salam yutuber.


#katasimbah
Bogor, 11/5/2019 14:01