Home Blog Page 23

Dari Hal Kecil

katasimbah.com – Dalam perjalanan ke Barat, Bejo bertemu Toni di Kota Jaya saat andok di kafe Mpok Hindun. Toni adalah teman lama Bejo sejak mereka sama-sama junior, bocah.

Setelah lulus sekolah, Toni merantau ke kota metropolitan. Di desa, hidup serba terbatas, sulit mencari pekerjaan. Kalau pun ada, biasanya pekerjaan keras, seperti: ngarit, macul, nguli, nukang, dan sejenisnya.

Sambil menikmati roti bakar, Bejo dan Toni ngobrol asik. Chemistry mereka langsung cocok. Wajar, mereka berteman bukan setahun dua tahun. Puluhan tahun.

Toni curhat tentang hidupnya selama di kota metropolis.”Jo, lu tahu gue kan. Gue dulu pas di desa seperti apa. Anak yang taat, rajin ibadah, belajar, hemat, cermat dan bersahaja,” kata Toni.

“Iya, iya. Kamu cerdas dari dulu Ton,” sahut Bejo.

“Jo, 15 tahun yang lalu, hidupku mblangsak. Aku jatuh ke dalam jurang yang sangat gelap. Hidup tak karuan, gak punya tujuan. Wis koyok pitik. Isuk tangi, kerjo, muleh, turu. Setiap hari seperti itu. Materi sih ada, tapi rasanya hambar. Kering,” kata Toni.

“Kok bisa?” tanya Bejo.

“Setahun hidup di Kota Jaya, aku sudah tergoda dengan gaya hidupnya. Awalnya hanya merokok. Lama-lama miras pun aku minum. Setelah itu pornografi. Entah kenapa, aku jadi permisif terhadap hal-hal yang dilarang oleh guru kita dulu, pas ngaji di musholla samping kebun pak RT. Kamu eleng Jo, ba’da magrib kita suka basah kuyub terkena air wudhu?” kata Toni.

“Hahaha, iya,” timpal Bejo.

“Bukan maksud mengguruimu lho Jo. Aku hanya sharing saja ini,” kata Toni.

“Woles bro,” jawab Bejo.

“Puncaknya adalah riba. Aku kalah dengan iming-iming harga naik besok, kalau tidak beli sekarang ga bakal bisa beli, beli nanti jarak semakin jauh, dan sejenisnya. Ya, kamu tahu sendirilah Jo,” kata Toni.

Bejo mantuk-mantuk, dicokotnya gedang goreng yang sudah ditangan.

“Dan riba inilah, hal terberat yang melemparkanku ke lembah kegelapan itu. Hidup rasanya hanya untuk bayar, bayar dan bayar. Masa depanku tergadai. Aku semakin jauh dari taklim. Hatiku pun jadi keras menerima wejangan. Ngeyelan. Setiap ada nasehat aku selalu ngeyel. Susah dibilangin. Tak hanya itu, aku juga nyinyiran. Mesti hidup berkecukupan tapi hatiku kosong,” kata Toni.

Bejo menyimak dengan baik cerita Toni. Sesekali disruputnya kopi item. Tak terasa waktu sudah larut.

“Aku jadi suka berbohong, culas dan licik. Emosi tak stabil, mudah tersinggung dan marah. Jiwaku gelisah. Aku sering menyalahkan keadaan dibanding instropeksi diri. Aku selalu merasa benar sendiri. Aku tak pernah melibatkan Allah dalam setiap usaha. Aku merasa semua ini hasil jerih payahku. Jauh dari kata syukur. Aku sombong, fasik dan munafik. Sedih kalau ingat itu semua. Akhlakku buruk sekali Jo,” kata Toni dengan mata berkaca-kaca.

“Sabar,” jawab Bejo.

“Beruntung Jo. Aku tidak sampai putus asa. Aku sadar. Aku kembali ke Allah. Aku tobat, serius. Aku minta pertolonganNya. Lima tahun, aku bisa melunasi semua hutangku. Rezeki dari mana-mana. Ajaib,” kata Toni.

Bejo mantuk-mantuk.

“Seiring dengan itu, perilakuku juga berubah membaik. Perlahan hatiku seperti mencair. Adem. Alhamdulillah, sekarang aku merasa sudah mentas dari lembah gelap itu. Hati dan pikiranku padhang. Plong,” kata Toni.

“Alhamdulillah,” sahut Bejo.

“Hal yang besar dimulai dari hal yang kecil. Hati-hatilah,” kata Toni.

“Asiaaappppp,” jawab Bejo.

Jika dilanjutkan, cerita ini akan panjang kali lebar. Cerita sengaja ditamatkan sampai disini dulu.

Salam.


#katasimbah
Jakarta, 1/5/2019 12:09

Rahasia Awet Muda dan Sehat

0

Di usianya yang renta, di atas 80 tahun, lelaki itu masih sehat wal afiat. Badannya segar bugar. Gerak langkahnya sat-set. Banyak orang nggumun (heran) dan penasaran. Mereka bertanya : apa rahasia awet muda dan sehat?

Dalam perjalanan ke Barat, di gubuk persimpangan jalan pinggir desa, Bejo rehat. Tubuhnya letih. Sudah tujuh kali putaran jam, Bejo menempuh perjalanan.

Siang itu panas terik. Angin sawah bertubi-tubi menghantam tubuh Bejo. Semlilir. Rasa kantuk yang menyergap sejak tadi tak lagi tertahankan. Bejo tergeletak, pules.

Saat membuka mata, Bejo melihat ke langit-langit atap. Pemandangannya beda. “Di mana ini,” batinnya.

“Ngger, sudah bangun,” kata suara di depan dipan memecah keheningan.

Bejo kaget. “Maaf, saya ada di mana?,” tanyanya.

“Santai saja. Namaku Mbah Joyo. Tadi pas pulang ngarit, aku melihat kamu terbaring di gubuk. Aku pikir pingsan. Letih sekali nampaknya,” kata Mbah Joyo.

Bejo sadar. Dia sudah berada di sebuah rumah. “Nggih Mbah. Saya letih dan lapar,” kata Bejo.

“Kebetulan nasi dan sayur lodeh Mbah Bejo barusan matang, ayo kita makan dulu,” ajak Mbah Joyo.

Kata-kata Mbah Joyo bak mantra. Spontan Bejo mengikutinya. Ia tak kuasa menolak.

Rahasia Awet Muda dan Sehat

Rumah Mbah Joyo cukup lega meski tidak terlalu besar. Dindingnya dari kayu dan halamannya luas. Ada pohon mangga dan sawo yang membuatnya teduh.

Selesai makan, kira-kira ba’da Ashar, Mbah Joyo ngopi bareng di beranda bersama Bejo. Mbah Joyo cerita panjang lebar soal hidup dan kehidupan.

“Tahun ini, umur simbah 81 tahun,” katanya.

Di usianya yang senja, Mbah Joyo seperti anak muda yang berumur 30 tahunan. Polahnya lincah dan gesit jauh dari kata renta. Matanya bercahaya, optimistis menjalani hidup penuh harap.

Mbah Joyo punya tiga ekor sapi. Sehari-hari ia ngarit. Tenaganya luar biasa. Alam menempanya dengan baik.

“Lho nggih to. Kok masih sehat, seger waras, rahasianya apa mbah?” tanya Bejo.

“Cuma dua. Jangan punya hutang dan jangan dendam,” jawab simbah.

Bejo mantuk-mantuk.

“Sejak muda, simbah tak biasa berhutang. Simbah biasa hidup apa adanya. Nerimo ing pandum. Simbah juga tak dendaman atau gampang sakit hati. Siapapun dan kejadian apapun yang tak mengenakkan, tak pernah simbah masukin hati. Simbah bersyukur dan maafkan semuanya sebelum tidur malam. Simbah kembalikan semua sama Gusti Allah. Sumeleh,” kata simbah.

Bejo kembali mantuk-mantuk. Wejangan Mbah Bejo menancap dalam di hatinya. Disruputnya kopi item dari gelasnya. Aliran kafein terasa ke otaknya. Padang.

“Itu pesan simbah ngger. Jaga diri baik-baik. Di manapun sing teliti setiti ngati-ati,” katanya.

“Nggih mbah,” jawab Bejo sambil menyruput kopi lagi. Ternyata kopinya habis. Ampaslah yang masuk ke mulutnya. Bejo cengar-cengir. Malu.

Karena kopinya Bejo sudah habis, habis pula cerita ini. Salam sruvuts.

© ADS


Jakarta, 27/04/2019 21:36

#melekcerita

*Foto oleh Ilona Ilyés dari Pixabay

Pentingnya Baca Tulis untuk Kemajuan Individu

0

Apakah pentingnya baca tulis? Kemampuan baca tulis adalah keterampilan dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Baca tulis, atau literasi, mencakup kemampuan membaca dan menulis, serta memahami informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk. Literasi tidak hanya penting untuk kesuksesan individu, tetapi juga berperan besar dalam kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya suatu masyarakat.

Dalam perjalanannya ke Barat, Bejo bertanya kepada Simbahnya, Mbah bagaimana cara membuat tulisan yang kreatif dan inspiratif, rahasianya apa?

Lah, masak rahasia aku ceritakan to, jawab Simbah enteng.

Demi to mbah, plisss…, rayu Bejo.

Demi apa? Demikian! jawab Simbah.

Ya enggak dong mbah. Ya jelas demi kemajuan generasi penerus bangsa, seperti Bejo ini to, jawab Bejo semangat.

Bacalah Atas Nama Tuhanmu

Rahasianya cuma satu Le, yaitu banyak membaca. Karena menulis adalah output. Inputnya adalah membaca. Membaca apa? Baca apa saja. Membaca itu luas, bisa dari buku bisa dari kejadian sehari-hari. Dunia ini adalah lahan bacaan maka bacalah. Bacalah atas nama Tuhanmu.

Menulis pada dasarnya adalah proses sederhana. Menulis adalah aktifitas mengeluarkan isi pikiran yang ada di dalam otak. Isi pikiran itu diwujudkan dalam bentuk kata. Kemudian ia dirangkai menjadi kalimat.

Panjang pendek, benar salah, bagus jelek, faedah unfaedah, ini soal lain. Itu proses. Ia butuh waktu. Yang penting, belajarlah jujur sejak dalam pikiran.

Kalau pada kenyataannya kamu sulit menulis, coba cek isi kepalamu. Jangan-jangan kosong. Kalau kosong apa yang akan kamu keluarkan?

Atau bisa juga penuh dengan satu isi tertentu, misalnya: hutang. Sehingga setiap hari yang kamu pikirkan hanya bayar, bayar, dan bayar saja. Sulit untuk mikir yang lain.

Pentingnya Baca Tulis

1. Akses Informasi dan Pengetahuan
– Kemampuan membaca memungkinkan seseorang mengakses informasi dari berbagai sumber, seperti buku, koran, internet, dan media lainnya. Ini membantu individu untuk terus belajar dan berkembang secara intelektual sepanjang hidup mereka.

2. Komunikasi yang Efektif
– Menulis adalah sarana penting untuk komunikasi. Melalui menulis, kita bisa menyampaikan ide, perasaan, dan informasi kepada orang lain dengan jelas dan efektif. Ini penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan hubungan pribadi.

3. Kesuksesan Akademik dan Profesional
– Literasi merupakan dasar dari semua pendidikan formal. Kemampuan membaca dan menulis yang baik sangat penting untuk kesuksesan akademik, yang pada gilirannya membuka pintu untuk kesempatan karir yang lebih baik. Banyak pekerjaan memerlukan kemampuan baca tulis yang tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks dan berkomunikasi secara efektif.

4. Kemandirian dan Kehidupan yang Berkualitas
– Kemampuan baca tulis meningkatkan kemandirian seseorang. Mereka yang mampu membaca dan menulis dapat mengelola kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, seperti memahami petunjuk medis, mengisi formulir, dan mengelola keuangan pribadi. Ini berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan individu.

Berhentilah sibuk membaca buku kehidupan orang lain. Mulailah sibuk membaca dan menulis buku kehidupanmu sendiri.

Tantangan dalam Literasi

Meskipun pentingnya baca tulis sudah diakui secara luas, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan literasi, terutama di negara-negara berkembang. Beberapa tantangan utama termasuk:

1. Akses ke Pendidikan
– Banyak anak di berbagai belahan dunia tidak memiliki akses ke pendidikan dasar yang memadai. Ini bisa disebabkan oleh kemiskinan, konflik, lokasi geografis yang terpencil, dan kurangnya sumber daya pendidikan.

2. Kesenjangan Gender
– Di beberapa negara, anak perempuan menghadapi lebih banyak hambatan untuk mendapatkan pendidikan dibandingkan anak laki-laki. Ini bisa disebabkan oleh faktor budaya, sosial, dan ekonomi yang menghalangi anak perempuan dari sekolah.

3. Kualitas Pendidikan
– Tidak hanya akses, tetapi juga kualitas pendidikan yang penting. Sekolah-sekolah dengan fasilitas yang buruk, guru yang kurang terlatih, dan kurikulum yang tidak memadai dapat menghambat perkembangan kemampuan baca tulis.

4. Kemiskinan dan Kesehatan
– Kemiskinan seringkali mengakibatkan anak-anak harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, sehingga mereka tidak dapat bersekolah. Selain itu, masalah kesehatan seperti malnutrisi dan penyakit juga dapat mengganggu kemampuan belajar anak.

Manfaat Meningkatkan Literasi

1. Peningkatan Ekonomi
– Literasi yang tinggi berhubungan langsung dengan peningkatan ekonomi. Individu yang literat lebih mungkin mendapatkan pekerjaan yang baik dan berkontribusi pada perekonomian. Masyarakat dengan tingkat literasi tinggi cenderung memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

2. Peningkatan Kesehatan
– Literasi memungkinkan individu memahami informasi kesehatan, mengikuti petunjuk medis, dan membuat keputusan kesehatan yang lebih baik. Ini dapat mengurangi tingkat penyakit dan meningkatkan kesejahteraan umum.

3. Partisipasi Sosial dan Politik
– Individu yang literat lebih mungkin terlibat dalam kehidupan sosial dan politik. Mereka lebih mampu memahami isu-isu sosial, berpartisipasi dalam proses demokrasi, dan memperjuangkan hak-hak mereka.

4. Penguatan Kebudayaan
– Literasi memungkinkan seseorang untuk mengakses, memahami, dan menghargai warisan budaya mereka sendiri serta budaya lain. Ini memperkuat identitas budaya dan meningkatkan toleransi serta pemahaman antarbudaya.

Cara Meningkatkan Kemampuan Literasi

1. Pendidikan Dasar yang Berkualitas
– Investasi dalam pendidikan dasar yang berkualitas adalah langkah pertama yang penting. Pemerintah dan organisasi harus bekerja sama untuk menyediakan sekolah yang baik, guru yang terlatih, dan kurikulum yang relevan.

2. Program Literasi Dewasa
– Selain pendidikan anak-anak, program literasi untuk orang dewasa juga penting. Banyak orang dewasa yang tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar membaca dan menulis saat mereka masih kecil. Program-program ini bisa membantu mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat.

3. Akses ke Buku dan Sumber Belajar
– Menyediakan akses yang mudah ke buku dan sumber belajar lainnya sangat penting. Perpustakaan, pusat komunitas, dan teknologi digital bisa digunakan untuk menyediakan bahan bacaan yang bervariasi dan menarik.

4. Pendekatan Keluarga dan Komunitas
– Mendorong keterlibatan keluarga dan komunitas dalam pendidikan anak-anak dapat meningkatkan literasi. Orang tua yang terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka, seperti membaca bersama, dapat memberikan dampak positif yang besar.

5. Penggunaan Teknologi
– Teknologi modern menawarkan banyak alat dan sumber daya untuk meningkatkan literasi. Aplikasi pembelajaran, e-book, dan program online dapat digunakan untuk membantu individu belajar membaca dan menulis.

Kesimpulan

Kemampuan baca tulis adalah fondasi penting untuk kemajuan individu dan masyarakat. Literasi membuka pintu untuk pengetahuan, komunikasi, dan kesempatan, serta berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi, kesehatan, dan sosial. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan literasi, investasi dalam pendidikan dasar yang berkualitas, program literasi dewasa, akses ke sumber belajar, dan penggunaan teknologi modern dapat membantu mengatasi hambatan ini. Dengan usaha bersama, kita dapat membangun masyarakat yang lebih literat dan, pada gilirannya, lebih makmur dan sejahtera.

Pesan Simbah soal baca tulis ini, berhentilah sibuk membaca buku kehidupan orang lain, mulailah sibuk membaca dan menulis buku kehidupanmu sendiri.

Salam sendiri.

(©ADS)

Jakarta, 18/06/2024 08:19


*Image by Lubos Houska from Pixabay
*Artikel edisi revisi, dipublikasikan pertama 14/02/2019 08:08

Nilai Pribadi : Fondasi untuk Mengambil Keputusan

0

Nilai pribadi adalah prinsip, keyakinan, dan standar yang kita pegang teguh dan yang memandu kita dalam membuat keputusan serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini sangat pribadi dan unik untuk setiap individu, tergantung pada latar belakang, pengalaman hidup, serta pengaruh sosial dan budaya. Memahami dan hidup sesuai dengan nilai-nilai pribadi dapat memberikan arah, makna, dan kepuasan dalam hidup.

Dalam perjalanan ke Barat, Bejo bertemu Kang Edi, mantan pejabat teras perusahaan IT ternama. Sudah lama mereka tak bersua. Kurang lebih 730 hari. Penampilan Kang Edi tak banyak berubah. Hanya rambutnya yang mulai memutih. Matang.

Bejo dan Kang Edi asik ngobrol ngalor ngidul di warung kopi Lek Tarbak. Banyak cerita yang mereka kisahkan. Mulai dari pilpres, implementasi pajak e-com hingga kasus jual apem online.

Satu kisah yang Bejo ingat dalam obrolan malam itu adalah soal value (nilai). Kang Edi bercerita panjang lebar tentang perjalanan karirnya. Dari karyawan baru hingga jadi pejabat teras.

Transformasi Nilai Pribadi

Begini ceritanya:

Jo, saat jadi anak buah/follower dulu, aku adalah tipe anak buah yang baik (penurut). Atasan bilang bongkar, aku bongkar. Ia bilang lembur, aku lembur. Ia bilang luar kota, aku ke luar kota. Pendek kata, apapun perintah atasan, aku kerjakan dengan kemampuan terbaikku.

Atas sikapku ini, tak sedikit yang nyinyir. Terutama rekan yang beda bagian atau divisi. Mereka menganggapku hanya kacung. Makhluk yang tidak merdeka dalam berkarya.

Biasa, politiking kantor. Masing-masing pihak, bagian atau orang punya agenda. Punya kepentingan masing-masing yang diperjuangkan.

Aku tak acuh. Bagiku ini bukan soal kacung atau bukan. Tapi ini soal integritas dan panggilan tugas.

Dengan sikap seperti itu, atasanku suka. Seiring waktu, jabatanku mulai naik. Aku dipercaya memimpin satu seksi. Sampai di titik ini, aku masih seperti yang dulu, menjaga profesionalitas dan integritas. Aku tetap menjadi follower yang baik (penurut).

Dari Penumpang menjadi Sopir

Hingga suatu waktu, atasanku pensiun. Para top manajemen rapat, siapa yang pantas menggantikan atasanku. Aku kaget, namaku ternyata menjadi salah satu kandidat.

Setelah melalui fit and proper test, uji kelayakan dan kepatutan, akhirnya akulah yang terpilih. Mendadak aku kaget, haru, senang. Semua perasaan itu campur aduk jadi satu seperti es campur.

Segera aku sadar. Aku kendalikan diriku kembali. Hari pertama setelah dilantik menjadi pejabat teras, aku bingung. Aku harus mengikuti siapa. Mentorku sudah pensiun.

Maklum, dulu biasa mengikuti petunjuk, sekarang harus membuat petunjuk. Dulu biasa menjadi penumpang, kini menjadi sopir.

Beruntung, dulu aku punya pimpinan yang berintegritas dan profesionalitas dalam bidangnya. Yang tak jarang mengajarkan, menggembleng soal value. Baik secara sadar atau tanpa aku sadari.

Dan ternyata value itu penting. Ketika mesti berdebat dengan para top manajemen di ruang rapat soal strategi dan eksekusi, value itulah yang menjadi landasan kepentinganmu. Bukan kepentinganmu itu sendiri.

Ketika kamu bersandar pada value, pondasimu kuat, akarmu tunjang dan bangunanmu kokoh. Namun ketika kamu bersandar pada kepentingan, kamu rapuh.

Maka, bangunlah valuemu Jo. Sedini mungkin, dari hal kecil sekarang juga.

Nilai personal adalah prinsip, keyakinan, dan standar yang dianggap penting oleh individu dan menjadi dasar dalam membuat keputusan dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini sangat pribadi dan bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, tergantung pada latar belakang, pengalaman hidup, dan pengaruh sosial.

Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai nilai personal:

Pengertian Nilai Personal

Nilai personal mencerminkan apa yang dianggap penting dan bermakna dalam hidup seseorang. Mereka berfungsi sebagai panduan internal yang memengaruhi perilaku, sikap, dan pilihan hidup. Nilai personal bisa mencakup berbagai aspek seperti:

Kejujuran: Mengutamakan kebenaran dan integritas dalam setiap tindakan.
Keadilan: Mementingkan keadilan dan perlakuan yang adil terhadap semua orang.
Kerja Keras: Menghargai usaha dan dedikasi dalam mencapai tujuan.
Empati: Peduli dan berusaha memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.
Kebebasan: Mengutamakan kebebasan pribadi dan hak untuk membuat pilihan sendiri.
Keluarga: Menempatkan pentingnya hubungan keluarga dan peran mereka dalam kehidupan.
Kreativitas: Menghargai inovasi, imajinasi, dan ekspresi diri.
Tanggung Jawab: Menjunjung tinggi komitmen dan kewajiban terhadap diri sendiri dan orang lain.

Pentingnya Nilai Personal

1. Panduan dalam Pengambilan Keputusan:
– Nilai personal membantu individu membuat keputusan yang sesuai dengan prinsip dan keyakinan mereka. Ini memberikan arah dan tujuan dalam hidup, serta membantu mengatasi dilema moral dan etika.

2. Pembentukan Identitas:
– Nilai personal berkontribusi pada pembentukan identitas dan karakter seseorang. Mereka mencerminkan siapa kita dan apa yang kita hargai, sehingga membantu kita memahami diri sendiri lebih baik.

3. Kesejahteraan dan Kepuasan Hidup:
– Hidup sesuai dengan nilai personal dapat meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan hidup. Ketika tindakan dan keputusan kita selaras dengan nilai-nilai kita, kita cenderung merasa lebih puas, bahagia, dan tenang.

4. Meningkatkan Hubungan Sosial:
– Nilai personal juga mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain. Mereka membantu kita membangun hubungan yang lebih kuat dan bermakna dengan orang-orang yang memiliki nilai yang sama atau menghargai nilai-nilai kita.

Mengidentifikasi Nilai Personal

Mengidentifikasi nilai personal bisa menjadi proses refleksi yang mendalam. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu:

1. Refleksi Diri:
– Pertimbangkan pengalaman hidup, momen penting, dan keputusan yang pernah diambil. Apa yang membuat Anda merasa bangga, bahagia, atau terpenuhi? Ini bisa memberikan petunjuk tentang nilai-nilai Anda.

2. Prioritaskan Nilai:
– Buat daftar nilai-nilai yang penting bagi Anda dan urutkan berdasarkan prioritas. Pertimbangkan nilai-nilai mana yang paling Anda hargai dan ingin Anda pegang teguh dalam kehidupan sehari-hari.

3. Perhatikan Reaksi Emosional:
– Amati reaksi emosional Anda terhadap berbagai situasi. Perasaan kuat seperti marah, sedih, atau bahagia sering kali dapat menunjukkan apakah suatu nilai telah dilanggar atau dihormati.

4. Cari Inspirasi dari Orang Lain:
– Perhatikan orang-orang yang Anda kagumi dan hormati. Apa nilai-nilai yang mereka pegang teguh? Ini bisa memberikan wawasan tentang nilai-nilai yang mungkin juga penting bagi Anda.

Contoh Nilai Personal dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Kejujuran dalam Hubungan:
– Seseorang yang menghargai kejujuran akan selalu berusaha untuk jujur dalam setiap interaksi, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan kebohongan atau ketidakjujuran, dan selalu berusaha untuk transparan.

2. Kerja Keras dan Dedikasi:
– Seseorang yang menghargai kerja keras akan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya. Mereka mungkin bekerja lebih keras dan lebih lama daripada yang lain untuk mencapai tujuan mereka, dan merasa bangga dengan pencapaian mereka.

3. Empati dalam Interaksi Sosial:
– Seseorang yang menghargai empati akan selalu berusaha untuk memahami dan mendukung orang lain. Mereka mungkin terlibat dalam pekerjaan sukarela atau membantu teman dan keluarga dalam kesulitan, serta selalu siap mendengarkan dan memberikan dukungan emosional.

4. Kreativitas dalam Ekspresi Diri:
– Seseorang yang menghargai kreativitas mungkin mencari cara-cara baru untuk mengekspresikan diri mereka melalui seni, tulisan, atau inovasi di tempat kerja. Mereka mungkin merasa puas ketika menciptakan sesuatu yang unik dan bermakna.

Kesimpulan

Nilai personal adalah kompas internal yang membimbing tindakan, keputusan, dan interaksi kita dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mencerminkan apa yang kita anggap penting dan membantu membentuk identitas kita. Mengidentifikasi dan hidup sesuai dengan nilai-nilai kita dapat meningkatkan kesejahteraan, kepuasan hidup, dan hubungan sosial. Melalui refleksi diri dan observasi, kita bisa memahami nilai-nilai yang paling penting bagi kita dan berusaha untuk memegang teguh nilai-nilai tersebut dalam segala aspek kehidupan.

Ada banyak nilai dalam hidup ini. Namun kalau aku ringkas, cuma ada satu, yaitu: kejujuran. Sebagai kaum terpelajar, jujurlah sejak dalam pikiran.

Bejo mantuk-mantuk, dicecepnya es kapucino yang tinggal setengah gelas. Mantul banget pesan Kang Edi, jangkrik.

Salam jangkrik.

(©ADS)

Jakarta, 18/06/2024 07:46


*Foto oleh Tumisu dari Pixabay
*Artikel edisi revisi, dipublikasikan pertama 13/01/2019 10:24

Rezeki dan Ayam

0

Rezeki dan ayam memiliki kisah yang menarik. Dari metodologi mencarinya, rezeki itu seperti mencari ayam. Ada yang mengejarnya, baru ia mendapatkan ayam. Ada juga yang diam saja, ayam yang mendatanginya.

Dalam perjalanan ke Barat, setelah menyusuri tepian Laut Jawa selama satu minggu sampailah Bejo di Desa Maya. Desa yang rimbun dan anggun, ramah senyum penghuni dusun.

Sebagian besar penduduk di desa ini adalah peternak ayam. Mudah sekali menjumpai kandang ayam. Hampir setiap rumah memiliki kandang.

Konon, Desa Maya adalah salah satu lumbung daging dan telur nasional. Aneka penghargaan level Nasional mereka raih. Puluhan mungkin ratusan penghargaan itu terpampang di balai desa. Sebuah prestasi yang membanggakan.

Semua itu tak lepas dari peran Mbah Maya. Pinisepuh yang kondang merintis ternak ayam di desa tersebut. Mulai dari nol.

Setelah melewati tiga tikungan dan satu jembatan, sampailah Bejo di rumah Mbah Maya.

Monggo, pinarak, kata Mbah Maya.
Nggih, matur nuwun, kata saya.

Mbah Maya mengajak saya keliling peternakannya yang sangat luas. Di sana saya melihat ternak ayam dari yang tradisional hingga zaman now. Dari yang kandang biasa, yang bau. Hingga kandang modern, yang full musik dan tidak bau.

Mbah Maya memiliki pengalaman yang luar biasa dalam hal ternak ayam. Kepakarannya sangat dihormati warga.

mencari rezeki itu sama seperti mencari ayam

Rezeki dan Ayam

Setelah puas berkeliling peternakan, kami mengobrol santai di pendopo rumah joglonya. Ada satu pesan Mbah Maya yang menancap di dalam pikiran saya.

Le, mencari rezeki itu sama seperti mencari ayam. Kalau kamu mengejar ayam, kamu akan mendapatkannya. Kamu akan capek dan ayam yang kamu dapat tidak banyak. Paling cuma satu atau dua. Tetapi kalau kamu menebar pakan, seperti jagung atau beras, puluhan ayam akan datang. Begitulah konsep mencari rezeki.

Bejo loading. “Nggiih mbah,” jawabnya pelan.

“Nah, dalam soal rezeki itu, memberi/sedekah dan berbuat baik adalah pakannya,” kata Mbah Maya.

“Jadi dalam mencari rezeki, apakah kita tidak perlu berusaha sekuat tenaga untuk mengejarnya Mbah? Seperti mengejar ayam itu. Cukup kita sediakan pakan saja?” tanya Bejo.

“Usaha tetap dibutuhkan. Menyediakan pakan itu juga butuh usaha. Pilihan ada pada kamu. Mau pilih metode mengejar atau menyediakan pakan?” jawab Mbah Maya.

Bejo mantuk-mantuk. Disruputnya kopi yang sudah dingin. Pesan Mbah Maya terus menggema di pikirannya. Bahkan hingga mengguncang hatinya. Yang ia ingat betul adalah kata sedekah dan berbuat baik.

Salam sedekah dan berbuat baik.

(©ADS)

Jakarta, 17/06/2024 14:14


*Foto dari Pixabay
*Artikel edisi revisi, dipublikasikan pertama 24-11-2018 07:57

Pentingnya Berpikir Positif

0

Bagaimana pentingnya berpikir positif? Dalam hidup ini, banyak sekali makna yang harus diambil. Ada makna positif, dan ada juga makna negatif. Agar jiwa dan raga Anda sehat, Anda harus bisa memberi makna positif dalam hidup.

Saat melanjutkan perjalanan ke Barat, Bejo sampai di Dusun Karti. Dusun yang sangat ramai. Banyak kendaraan hilir mudik di sepanjang jalan.

Dusun Karti berada di pinggir Laut Jawa. Penduduk di Dusun Karti multi etnis dan budaya. Mata pencaharian mereka juga multi sektor. Ada yang jadi nelayan, petani, dan pedagang.

Di dusun ini, Bejo sowan ke rumah Mbah Karti. Sesepuh desa yang telah banyak makan asam garam kehidupan. Seperti biasa, Bejo ngangsu kaweruh.

Pentingnya Berpikir Positif

Di saung depan rumahnya, Mbah Karti memberi wejangan kepada Bejo.

Le, dalam hidup ini ada dua kejadian penting, kejadian baik dan buruk. Semua itu ada agar manusia bisa mengambil pelajaran, bisa memetik hikmah.

Pada kejadian baik, simbah tak perlu jelaskan. Sebab lazimnya manusia menerimanya dengan suka cita, riang gembira. Pada kejadian buruk, simbah punya pesan buat kamu, yaitu: berilah arti yang positif meskipun itu kejadian buruk. Kenapa? Agar jiwamu tenang.

Misalnya kamu gagal dalam usaha. Arti positifnya adalah belajar. Respon seperti inilah yang akan menghasilkan energi untuk bangkit kembali. Gagal = belajar, gagal = belajar, gagal lagi = belajar lagi.

Cukup dengan tindakan sederhana ini, kamu sudah menjadi manusia yang tidak akan pernah gagal.

Kok bisa? Bisa. Karena kamu sudah menghapus kata gagal dalam hidupmu. Kata gagal sudah kamu ganti dengan kata belajar pada mindsetmu.

Ingat, dalam perjalanannya, teori di atas memang tidaklah selalu mudah. Sebab kejadian itu unik dan kadang kamu tidak/belum tahu arti positifnya. Namun meski demikian istiqomahlah. Tetaplah jaga mindsetmu untuk berpikir positif.

Berpikir positif adalah sikap mental yang melibatkan fokus pada hal-hal baik dalam situasi apapun dan mengharapkan hasil yang menguntungkan. Ini adalah pendekatan yang konstruktif terhadap kehidupan yang bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik kamu.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang berpikir positif, termasuk manfaat dan cara mengembangkan kebiasaan berpikir positif

Manfaat Berpikir Positif

1. Kesehatan Mental:
– Mengurangi stres dan kecemasan.
– Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.
– Mengurangi risiko depresi.

2. Kesehatan Fisik:
– Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
– Mengurangi risiko penyakit jantung.
– Memperpanjang umur harapan hidup.

3. Kualitas Hidup:
– Meningkatkan hubungan interpersonal.
– Meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
– Memberikan rasa puas dan bahagia dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Auman Singa dan Gonggongan Anjing

Cara Mengembangkan Kebiasaan Berpikir Positif

1. Mengubah Pola Pikir Negatif:
– Sadari pikiran negatif dan gantikan dengan pikiran positif.
– Gunakan afirmasi positif untuk memperkuat keyakinan diri.
– Latih diri untuk melihat sisi baik dari setiap situasi.

2. Mengelilingi Diri dengan Hal-Hal Positif:
– Habiskan waktu dengan orang-orang yang mendukung dan positif.
– Konsumsi konten yang positif, seperti buku motivasi, podcast, dan video inspiratif.
– Ciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan emosional.

3. Praktik Syukur:
– Buat jurnal syukur harian untuk mencatat hal-hal yang Anda syukuri.
– Ucapkan terima kasih kepada orang lain secara langsung atau melalui catatan.
– Fokus pada hal-hal baik yang sudah Anda miliki daripada yang belum Anda capai.

4. Visualisasi dan Afirmasi:
– Visualisasikan pencapaian tujuan Anda secara teratur.
– Gunakan afirmasi positif setiap hari untuk memperkuat pikiran positif.
– Buat papan visi atau mood board untuk memvisualisasikan impian dan tujuan Anda.

5. Menghadapi Tantangan dengan Sikap Positif:
– Lihat tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang.
– Tetapkan tujuan yang realistis dan pecah menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dicapai.
– Fokus pada solusi daripada masalah.

Berilah arti yang positif meskipun itu kejadian buruk.

Kesimpulan

Berpikir positif adalah keterampilan yang dapat dikembangkan dan diperkuat dengan latihan dan kesadaran diri. Manfaat berpikir positif sangat besar, mulai dari peningkatan kesehatan mental dan fisik hingga peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan mengubah pola pikir negatif, mengelilingi diri dengan hal-hal positif, mempraktikkan syukur, menggunakan visualisasi dan afirmasi, serta menghadapi tantangan dengan sikap positif, Anda dapat mengembangkan kebiasaan berpikir positif yang berdampak signifikan pada hidup Anda.

Ingat, semua yang ada di bawah langit itu ada masanya. Dan semua akan indah pada waktunya. Jangan berhenti. Teruslah bergulir dan mengalir. Terus menyala dan berpikir positif.

Salam positif.

(©ADS)

Jakarta, 17/06/2024 12:59


*Foto oleh npx dari Pixabay
*Artikel edisi revisi, dipublikasikan pertama kali 20-11-2018 10:21

Sampah

0

Bagi kamu, ia kotor
Bagi tukang sampah, ia kantor
Bagi kucing, ia meja makan
Bagi tikus, ia arena berkawan

Itulah dunia fana
Multi tafsir dan makna
Tinggal kamu mau jadi apa
Tikus, kucing atau siapa


Bogor, 27-10-2018
#katasimbah

Auman Singa dan Gonggongan Anjing

0

Kisah “auman singa dan gonggongan anjing” sering digunakan sebagai perumpamaan atau alegori untuk menggambarkan kekuatan, keberanian, dan kemuliaan (yang diwakili oleh singa) dibandingkan dengan kebisingan dan ketidakberdayaan (yang diwakili oleh anjing).

Dalam perjalanan ke Barat, setelah melewati rimbunnya hutan belantara, sampailah Bejo di Desa Buru. Desa yang rindang, penuh dengan pepohonan besar.

Desa Buru terletak tepat di pinggir Alas Gong Lewang-Lewong. Alas yang masih lebat dengan aneka flora dan faunanya. Mata pencaharian penduduk desa itu, sebagian besar petani dan pemburu.

Seperti biasa, setiap sampai di desa baru, Bejo langsung mencari sesepuh desa tersebut. Bejo bertanya kepada penduduk setempat yang kebetulan sedang lewat.

Kisanak, di manakah rumah sesepuh desa ini? tanya Bejo.

Penduduk tersebut ringan tangan dan sigap menunjukkan Bejo arah menuju rumah yang dicarinya. Bejo tak buang waktu. Sebelum matahari terik, Bejo sudah sampai di rumah Mbah Buru, sesepuh desa.

Bejo diterima dengan hangat. Usia Mbah Buru delapan puluh tahun kurang enam bulan. Bejo mengobrol santai di halaman depan. Di bawah rindangnya pohon beringin Mbah Buru memberi wejangan.

Mbah Buru (MB): Anak muda, tahukah kamu beda singa dan anjing?
Bejo (BJ): Mboten (tidak) mbah.
MB: Singa itu, diam saja mengerikan. Apalagi kalau mengaum?
BJ: (mantuk-mantuk)
MB: Kalau anjing, dia dijadikan permainan karena gonggongannya.

Bejo nyruput kopinya yang sudah tidak panas lagi. Dicernanya dengan seksama kata-kata Mbah Buru.

Gonggongan anjing dijadikan permainan sedangkan auman singa menggetarkan hati seluruh penghuni rimba.

Baca juga : Hubungan antara Tisu dan Cinta

Auman Singa dan Gonggongan Anjing

Mbah Buruh bercerita : Pada zaman dahulu, di sebuah hutan, seekor singa yang perkasa sedang berbaring di bawah naungan pohon besar. Ia menikmati ketenangan hari itu. Di dekatnya, ada sekawanan anjing yang terus menggonggong dengan keras. Ia berusaha menarik perhatian singa dan mungkin juga ingin menantangnya. Namun, sang singa tetap diam dan tidak terpengaruh oleh gonggongan anjing-anjing itu. Singa tahu bahwa kekuatannya tidak perlu dibuktikan kepada anjing-anjing tersebut, dan gonggongan mereka juga tidak dapat mengubah kenyataan bahwa dia adalah raja hutan.

Kisah ini mengajarkan kepada kita Jo bahwa orang yang memiliki kekuatan dan keyakinan sejati tidak perlu terpengaruh oleh kritik atau ejekan dari mereka yang lebih lemah atau tidak penting. Ketenangan dan kebijaksanaan adalah tanda kekuatan sejati.

Auman Singa: Melambangkan orang yang bijaksana, kuat, dan tidak mudah tergoyahkan oleh kata-kata atau tindakan yang tidak penting. Singa tidak merasa perlu untuk membuktikan dirinya kepada yang lain, karena dia sudah tahu siapa dirinya.

Gonggongan Anjing: Melambangkan orang-orang yang berisik, sering kali mengkritik atau mencoba mengganggu orang lain tanpa alasan yang kuat. Mereka mungkin merasa tidak aman atau iri, dan berusaha untuk mendapatkan perhatian dengan membuat kebisingan.

Kesimpulan

Kisah “auman singa dan gonggongan anjing” adalah sebuah perumpamaan yang mengajarkan tentang kekuatan sejati, ketenangan, dan kebijaksanaan. Ini menekankan bahwa mereka yang memiliki keyakinan dan kekuatan dalam diri mereka tidak perlu membuktikan apa pun kepada orang-orang yang hanya membuat kebisingan tanpa kontribusi nyata. Kisah ini mengajarkan kita untuk tetap fokus pada tujuan dan tidak mudah terpengaruh oleh kritik atau gangguan dari pihak-pihak yang kurang penting.

“Begitulah Jo, dalam hidup ini, ketika berdebat, kamu punya Singa dan Anjing di dalam dirimu. Berdebat boleh-boleh saja. Baik sama kawan maupun lawan. Perdebatan itu harus dalam rangka untuk nasehat dan mencari kebenaran. Bukan untuk menang-menangan. Dan ingat, singa tidak melawan anjing,” kata Mbah Buru.

“Nasehat dan kebenaran itu soal apa Mbah. Dan yang dimaksud menang-menangan itu seperti apa?” tanya Bejo.

Mbah Buru menarik nafas dalam-dalam.

“Lain kali aku jelaskan bab itu kepadamu. Aku pesan, meski hidup ini seperti permainan tapi janganlah kamu dijadikan permainan. Yang jelas singa tidak menggonggong tapi mengaum. Gonggongan anjing dijadikan permainan sedangkan auman singa menggetarkan hati seluruh penghuni rimba.” kata Mbah Buru.

Bejo mengangguk. Pikirannya berjalan. Dia loading. Nampaknya paham.

Salam Paham.

(© ADS)

Bogor, 17/06/2024 12:16


*Foto oleh Robert Greene dari Pixabay
*Artikel ini edisi revisi, dipublikasikan pertama 27-10-2018 14:33

Hubungan antara Tisu dan Cinta

0

Apakah ada hubungan antara tisu dan cinta? Kahlil Gibran pernah berkata : ketika cinta memanggilmu, maka dekatilah ia walau jalannya terjal berliku. Ketika cinta memelukmu, maka dakapilah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.

Dalam perjalanan ke Barat, Bejo bertemu dengan Sri di enggok-enggokan sawah pinggir desa. Sri adalah kembang desa dukuh Mawar yang kecantikannya kondang kaloko. Tersohor hingga ke manca desa. Dan menjadi buah bibir pemuda desa.

Tidak cuma cantik (beauty), Sri juga punya kecerdasan (brain), dan tingkah laku (behaviour) yang bagus. Paket lengkap.

Pagi itu, Sri menangis. Matanya berkaca-kaca. Bejo melihat butiran kristal membasahi pipinya yang merah.

Ada apa Sri? Kenapa kamu menangis? Siapa yang membuat kamu menangis? Sergapan pertanyaan spontan (uhuy) yang membanjiri kepala Bejo.

Kalem. Bejo mengeluarkan tisu dari dalam tasnya. Kemudian ia memberikan tisu tersebut kepada Sri.

Kenapa tisu itu ada? tanya Sri.
Gak tahu, jawab Bejo.
Karena cinta tidak pernah kering, aku baca itu di medsos, jelas Sri.
Bejo loading. Pikirannya traveling.

Begitulah obrolan singkat pagi itu yang membekas keras di ingatan Bejo. Ia tidak menyangka jika ternyata ada kaitan erat antara tisu dan cinta.

Baca juga : Hubungan Perubahan dan Kekekalan

Hubungan antara tisu dan cinta mungkin tidak langsung tampak jelas, tetapi ia bisa dijelaskan melalui beberapa analogi dan perspektif sebagai berikut:

1. Simbolisme dalam Hubungan

Kenyamanan dan Kelembutan: Tisu sering kali melambangkan kelembutan dan kenyamanan. Dalam hubungan cinta, memberikan kenyamanan dan kelembutan kepada pasangan adalah aspek penting dari cinta. Tisu digunakan untuk menghapus air mata, membersihkan, dan memberikan perasaan nyaman, yang juga bisa menjadi cara seseorang menunjukkan perhatian dan kasih sayang dalam hubungan cinta.

Dukungan Emosional: Tisu sering digunakan saat seseorang menangis, baik karena kebahagiaan maupun kesedihan. Dalam konteks cinta, pasangan sering memberikan dukungan emosional satu sama lain saat salah satu sedang melalui masa sulit. Memberikan tisu kepada pasangan yang menangis bisa menjadi bentuk dukungan dan empati.

2. Romantisme dalam Tindakan Kecil

Gestur Kecil yang Bermakna: Memberikan tisu kepada seseorang yang membutuhkan, seperti saat mereka menangis, bersin, atau membutuhkan pembersihan kecil, bisa menjadi gestur kecil yang penuh kasih sayang. Tindakan sederhana ini menunjukkan perhatian dan kepedulian, yang merupakan dasar dari hubungan cinta yang sehat.

Pengorbanan Kecil: Mengingatkan pasangan untuk membawa tisu saat pergi piknik, atau memastikan ada tisu di rumah, adalah bentuk pengorbanan kecil yang menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan pasangan. Ini adalah bagian dari perhatian sehari-hari yang sering kali diabaikan tetapi sangat penting dalam menjaga hubungan cinta yang harmonis.

3. Metafora dalam Literasi dan Seni

Metafora dalam Puisi dan Lagu: Dalam puisi atau lagu, tisu bisa digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan bagaimana cinta bisa menghapus kesedihan dan memberikan kenyamanan. Misalnya, sebuah lagu atau puisi bisa menggambarkan cinta sebagai tisu yang menghapus air mata seseorang, memberikan rasa lega dan kebahagiaan.

Cerita dalam Film dan Drama: Dalam banyak film romantis atau drama, adegan di mana satu karakter memberikan tisu kepada karakter lain sering kali digunakan untuk menunjukkan momen kedekatan emosional dan cinta. Ini menunjukkan betapa pentingnya tindakan sederhana ini dalam menggambarkan kasih sayang dan perhatian.

4. Pengingat akan Fleksibilitas dan Kerapuhan

Fleksibilitas: Tisu adalah benda yang fleksibel, dapat dibentuk dan digunakan dalam berbagai cara. Cinta yang sehat juga memerlukan fleksibilitas, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan yang muncul dalam hubungan.

Kerapuhan: Tisu adalah benda yang rapuh dan mudah sobek. Ini bisa menjadi pengingat bahwa cinta, meskipun kuat, juga memiliki elemen kerapuhan. Hubungan cinta perlu dijaga dengan hati-hati dan penuh perhatian untuk memastikan tetap utuh dan tidak rusak.

Kesimpulan

Hubungan antara cinta dan tisu bisa dilihat melalui berbagai analogi dan simbolisme. Tisu dapat melambangkan kenyamanan, dukungan emosional, dan perhatian kecil yang menunjukkan kasih sayang dalam hubungan cinta. Dalam literasi dan seni, tisu sering digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan peran cinta dalam memberikan rasa aman dan menghapus kesedihan. Selain itu, tisu juga mengingatkan kita akan pentingnya fleksibilitas dan kepekaan dalam menjaga hubungan cinta yang sehat.

Soal apa, siapa dan kenapa Sri menangis, sampai kini Bejo tidak tahu. Bejo memang tidak menanyakan hal itu. Bejo tahu diri. Ia tak mau dicap kepo dan ikut campur saja urusan orang. Ada batas-batas yang harus dijaganya.

Bejo melamun. Ia mencoba menebak. Cintakah yang telah membuat Sri menangis? Atau tangisnya terhenti karena tisu?

Salam tisu.

ADS)

Jakarta, 17/06/2024 11:08


*Foto oleh Kelly Sikkema dari Unsplash
*Artikel edisi revisi, dipublikasikan pertama 25-10-2018 12:10

Hubungan Perubahan dan Kekekalan

0

Perubahan dan kekekalan sering menjadi bahan obrolan serius. Mulai obrolan kaki lima hingga akademis. Apakah ada hubungan antara perubahan dan kekekalan? Bagaimana hubungan antara keduanya?

Dalam perjalanannya ke Barat, Bejo telah bertemu banyak orang hebat. Tiga purnama yang lalu, di desa Wismakmur, Bejo bertemu dengan salah satu orang hebat tersebut. Namanya Mbah Wismakmur.

Di dalam sebuah kesempatan, beliau berpesan: “Yang kekal itu adalah perubahan. Semua di dunia berubah. Tidak ada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri.”

Tua muda, siang malam, besar kecil, hidup mati, panas dingin, terik hujan, kaya miskin., benar salah, atau baik buruk. Semuanya berubah. Tidak ada yang permanen.

Beradaptasilah terhadap perubahan. Kajian evolusi mengatakan barang siapa tidak bisa beradaptasi, ia akan punah. Tetaplah luwes dan lentur. Jangan kaku dan keras.

Semua di dunia berubah. Tidak ada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri.

Bejo mengangguk. Dicokotnya gedang goreng yang sudah dihidangkan dari tadi. Pesan yang pendek, sederhana dan menancap dalam di dasar otaknya.

Mbah Wismakmur adalah sesepuh desa. Beliau adalah pendiri desa tersebut. Ilmunya yang linuwih membuat beliau sukses mengubah desa yang dulunya menderita menjadi makmur.

Baca juga : Hubungan Perubahan dan Kekekalan

Yang Berubah Tidak Kekal

Bejo melanjutkan perjalanannya. Tujuh hari, tujuh malam, sampailah ia di desa Gemahripah. Desa yang ijo royo-royo.

Seperti biasa, ketika tiba di tempat baru, Bejo langsung mencari orang hebat yang ada di desa itu. Tujuannya untuk ngangsu kaweruh.

Berbekal dua tiga pertanyaan, sampailah Bejo di depan rumah Mbah Gemah. Di usianya yang senja, Mbah Gemah masih tangkas dan penuh harapan. Sat-set.

Di balai kayu depan rumahnya, Mbah Gemah banyak memberi wejangan. Mulai cara membuat tempe setipis ATM, Pidato Game of Throne, hingga cara memilih Presiden yang baik dan benar.

Mbah Gemah berpesan : “Jo, dalam hidup ini banyak perubahan yang terjadi. Semua dipergilirkan seperti pergantian siang dan malam. Orang menilai jika perubahan itu kekal. Padahal sesuatu yang berubah berarti tidak kekal.” Pesan Mbah Gemah singkat menutup obrolan sore itu.

Sesuatu yang berubah berarti tidak kekal.

Bejo mengangguk. Pesan Mbah Gemah dalam sekali. Waktu pesan tersebut mau ia simpan ke otaknya, mak jegagik, pesan mbah Gemah berbenturan dengan pesan Mbah Wismakmur. .

Sruput, dicecepnya kopi yang sudah di tangan. Bejo pamit.

Sampai di keheningan, Bejo mengendapkan aneka pesan itu. Pikirannya loading terus. Ia nampak bingung. Sesekali matanya menatap plafon. Ia masih memproses aneka pesan itu. Pikirannya hampir hang.

Tidak ada yang kekal kecuali perubahan. Yang berubah berarti tidak kekal. Mana yang benar, bisiknya lirih.

Salam lirih.

ADS)

Jakarta, 17/06/2024 09:21

*Foto oleh Gerd Altmann dari Pixabay
*Artikel edisi revisi, dipublikasikan pertama 14-10-2018 13:21