Home Blog Page 28

Bekerja Keras dan Cerdas

0

Katasimbah.com – Sering aku saksikan manusia di bumi Nusantara ini bekerja keras. Mereka peras keringat, banting tulang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, supaya kehidupannya jadi lebih baik. Ada pedagang kaki lima, tukang gorengan, tukang sayur, tukang galian, sopir bajaj dan lainnya.

Setiap hari, mereka tak lelah mengerjakan pekerjaan yang rasanya cuma itu-itu saja. Bahkan tak jarang mereka bekerja tak kenal waktu. Nyaris 24 jam, tujuh hari.

Januari 2014, hujan turun membasahi tanah Kemayoran, Jakarta. Jam tangan menunjuk pukul delapan lewat seperempat. Dalam gelap malam, aku saksikan orang-orang bertenaga baja menggali tanah. Cangkul dan ganconya terus bekerja menembus aspal, terkadang menghantam batu. Hasilnya adalah kubangan-kubangan sedalam sekitar dua meter.

Talenta, Ambisi dan Pola Pikir

0

Katasimbah.com – Dalam kehidupan sehari-hari, pernahkah kita melihat orang yang bertalenta besar dengan ambisi tinggi namun kehidupannya biasa saja. Apa yang menarik dengan hal ini?

Pada tingkat tertentu, orang-orang ini merasa apa yang mereka kerjakan tak juga mendatangkan kemajuan yang semestinya. Hidupnya datar, begitu-begitu saja. Padahal di masa lalu, boleh jadi catatan kesuksesannya sangat menakjubkan.

Di masa depan, kesuksesannya di masa lalu itu rupanya justru melumpuhkan geraknya untuk melangkah lebih maju lagi. Kok bisa?

Perempuan, Uang dan Cinta

melekberita.com – Kalau ada ciptaan Tuhan yang paling menarik perhatian sepanjang masa, maka itu adalah perempuan. Tidak ada habisnya perempuan diperbincangkan : kecantikannya, perilakunya, perannya, seakan belum ada pengertian yang menyeluruh tentang perempuan. (Rena Herdiyani)

Membahas perempuan memang tak lekang oleh zaman, layaknya cinta dan seks. Tak pernah ada kata cukup dan bosan. Pesonanya yang luar biasa bak bunga yang menghipnotis lebah.

Sebelum membuat lukisan yang indah seorang pelukis membuat sketsanya terlebih dulu. Apakah lelaki merupakan sketsa dari perempuan. Barangkali, perempuan memang salah satu karya surga yang diciptakan Tuhan di ata bumi ini.

Perusahaan Kelas Dunia

0

Katasimbah.com – Tahun 2013 adalah tahun yang membanggakan kita semua. Salah satu perusahaan Indonesia, Pertamina berhasil masuk ke dalam Fortune Global 500. Sebuah prestasi yang luar biasa.

Majalah Paman Sam yang sangat prestisius ini, setiap tahun menilai perusahaan-perusahaan besar di dunia dan memeringkatnya menjadi Fortune Global 500. Sejak tahun 1995 hingga sekarang, format daftar pemeringkatannya tidak berubah.

Karena kredibilitasnya, banyak perusahaan yang ingin masuk ke dalam daftar Fortune Global 500. Belum pernah ada perusahaan Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar itu selain Pertamina.

Smart

0

Katasimbah.com – Di dalam sebuah rapat manajemen terjadi perbedaan pendapat yang runcing. Penyebabnya adalah munculnya perdebatan sengit antara dua orang yang cerdas di bidangnya masing-masing. Antara A yang ahli strategi dengan B yang jago eksekusi. A yang ahli teori dan B yang ahli praktik. Perdebatan tentang sebuah produk.

“Produk harus seperti ini. Dari sisi teori, konsep, strategi tidak bisa produk seperti itu.” kata A.

“Bisa. Produk harus seperti ini. Di lapangan produk seperti itu tidak bisa dijual, tidak laku.” kata B.

Kangen Pak Ustad

0

Katasimbah.com – “Bukan hinaan orang yang membuat kita hina. Tapi berperilaku hinalah yang membuat kita hina.” kata pak ustad.

“Sikap ingin dipuji itu membuat kita capek. Ingin dinilai lebih dari sebenarnya, capek. Buka topeng. Just the way you are.” lanjutnya.

“Halo! Kalau ibu-ibu dipuji lebih muda, apakah ibu-ibu jadi lebih muda? Tidak, ibu-ibu tetap saja tua. Halo!” paparnya.

Pujian, cacian dan kaleng jatuh itu sama. Hanya suara.” ujarnya.

Brand dan Ilusi Kebahagiaan

0

katasimbah.com – Kenapa kamu merokok? Untuk pergaulan, biar gagah, lanang tenan, modern, pintar, lebih kreatif, inspiratif, hilangkan stres, jadi orang besar, keren, lsp.

Dari hasil survei ngawur #katasimbah ditemukan hasil yang mengejutkan. Perokok merasa bahagia dengan merokok.

Brand rokok benar-benar nempel dan melekat erat di otak konsumennya. Juga di hatinya.

Produsen rokok telah melakukan proses brand positioning yang luar biasa. Pikiran dan hati konsumen telah mereka menangkan.

Untuk membangun itu tidak mudah. Butuh ilmu dan waktu ker. Selain itu juga uang yang tidak sedikit.

Cukai rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara. Dari laporan keuangan tahun 2011, penerimaan cukai rokok sebesar Rp 77 triliun. Jika cukainya saja sebesar itu bisa dibayangkan, berapa uang yang beredar dari bisnis ini. Wow.

Kembali ke laptop. Meski divonis sebagai barang tidak sehat yang bisa menyebabkan kanker, jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin, rokok tetap dipandang sebagai sesuatu yang positif.

Meski ada yang melabeli haram itu juga bukan halangan. Bahkan, sampai ada guyonan, kalau yang terpilih menjadi ketua dalam sebuah muktamar adalah ahli hisap atau perokok berat.

Meski di tempat umum dilarang, mereka (perokok) tidak patah arang. Kalau bisa malah melawan. Jika tak ada pantauan, diam-diam mereka tetap merokok di tempat terlarang. Kadang malah terang-terangan. Rokok telah menjadi tuan.

Meski hidup serba kekurangan, rokok tetap jadi teman. Tak boleh ditinggalkan. Makan gak makan yang penting merokok. Tiga ratus ribu sebulan untuk rokok tak apa. Meski anak tak makan, tak sekolah tak jadi soal. Asal tetap bisa merokok berarti aman.

Pertanyaannya, kok bisa? Itulah kekuatan brand dan marketing itu ker.

Ada tangan-tangan tak terlihat yang bekerja siang malam di balik layar. Para ahlinya mampu meracik ramuan cuci otak dan bisa menciptakan ilusi kebahagiaan lewat gaul, gagah, modern, kreatif, nyaman, keren, lsp.

Mereka mampu membuat sebuah brand menjadi top of mind yang wow sekali. Hingga pada akhirnya konsumen sulit lepas dari brand rokok itu. Karena hati dan pikirannya telah mereka taklukkan. Loyalitas tanpa batas perokok tidak perlu disangsikan lagi bukan?

Hebatnya, ternyata brand dan ilusi itu tidak mati. Mereka terus hidup. Seperti ideologi, seperti juga manusia. Sehingga seolah-olah langgeng.

Dalam bidang manajemen, acapkali strategi-strategi atau apa saja yang mereka kerjakan itu diperbincangkan sebagai sebuah ‘ilmu’ yang layak dipelajari. Menarik bukan?

Piye ker? Sadar atau tidak, brand dan ilusi kebahagiaan itu nampaknya juga bagian dari kehidupan ini. Salam.

(@DPSasongko)

Integrated Marketing Communication, Prospek Periklanan 2014

0

Katasaimbah.comAdji Watono dan Maya Watono dari Dwi Sapta menjadi pembicara Markplus Conference 2014, Kamis 12/12/2013, di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Adji Watono berbagi kisah tentang Dwi Sapta dan Integrated Marketing CommunicationFrom Zero to Hero, from Nothing to Something“. Sedangkan Maya Watono berbicara tentang Outlook 2014, Advertising and Media In The New Future.

Tahun 2014 akan segera datang, tinggal beberapa hari lagi. Advertising spending reach tahun 2014 diperkirakan sebesar Rp. 106 T (Nielsen). Tumbuh 20% dari tahun 2013.

Prospek Industri di Indonesia 2014

0

Katasimbah.com – Beberapa asosiasi industri menghadiri acara MarkPlus Conference 2014 untuk memaparkan prediksi bisnis tahun 2014. Acara tersebut digelar di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis 12/12/2013.

Di jadwal, asosiasi industri yang hadir diantaranya : Perbanas, REI, Gaikindo, Aprindo, Gapmmi, Gabel, ATSI, APPBI dan PHRI.

Dalam acara tersebut ada sesi Industry Outlook In Indonesia 2014 yang dipandu langsung oleh Hermawan Kartajaya. Apa saja tantangan, prospek dan peluang bisnis tahun 2014 dari sisi industri.

Duit Bicara Manchester City

0

melekberita.com – Lima tahun yang lalu, rasanya tidak ada yang ‘kenal’ Manchester City. Seperti dalam dongeng, dalam sekejap, ujug-ujug The Citizens menjadi raksasa sepakbola yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Kok bisa, bagaimana ceritanya?

Apakah City membina pemainnya sejak dini lewat akademi seperti yang dilakukan oleh tetangganya? Tidak.

Setelah dibeli oleh Sheikh Mansour dari Thaksin Shinawatra yang juga Perdana Menteri Thailand periode 2001-2006 seharga 200 juta poundsterling, Manchester City dibanjiri duit.

Beberapa hari setelah pindah kepemilikan, City langsung membeli Robinho dari Real Madrid sebesar 32,5 juta poundsterling. The Citizens ‘rebutan’ sama The Blues. Chelsea hanya mau mengeluarkan uang 28 juta poundsterling. Pembelian Robinho ini memecahkan rekor transfer Liga Inggris, saat itu.

Tidak hanya Robinho, pemain-pemain mahal juga mulai didatangkan ke Etihad Stadium. Ada Tevez, Silva, Nasri, Balotelli hingga Aguero. Tidak ada waktu untuk membina pemain sejak dini.

Kekuatan duit mampu menyulap The Citizens. Duit bicara, prestasi City melesat bak roket.

Di bawah lindungan uang Sang Sheikh, The Citizens berhasil finish posisi kelima di musim 2009-2010. Tahun berikutnya, musim 2010-2011, City finish di posisi ketiga.

Musim 2011-2012 adalah puncak prestasi Manchester City. Di musim ini, Manchester City menjuarai Liga Inggris setelah puasa gelar selama 44 tahun. City terakhir kali juara liga tahun 1968.

Musim ini juga musim yang sangat dramatis bagi The Citizens. Lewat kompetisi yang ketat dengan Manchester United, Manchester City berhasil menjadi juara dengan perbedaan selisih gol yang lebih baik. Total poin mereka sama 89.

Masih di musim yang sama, Manchester United, pemegang rekor juara liga sebanyak 19 kali juga bisa dikalahkan Manchester City dengan skor telak 1-6. Old Trafford menjadi saksi bisu kisah ini.

Senada dan seirama dengan semua itu, brand Manchester City mulai mengglobal. Di desaku pucuk gunung sana, lazim melihat orang memakai kaos The Citizen yang jelas mustahil kita lihat lima tahun yang lalu.

Bendera Manchester City berkibar di mana-mana. Duit yang dikeluarkan juga mulai masuk kembali ke saku Sang Sheikh lewat penonton, merchandise, sponsor dan lain-lain. Apakah sudah BEP, entahlah.

Mengambil Pelajaran dari Manchester City

Itulah ker, manusia itu hanya tahu kemenangan. Juara itu ya juara satu. Tidak ada juara dua atau tiga, apalagi harapan.

Untuk mudah dicintai brandmu harus menjadi juara. Jika sudah menjadi juara maka mau ngomong apa saja enak dan biasanya juga laku.

Pelajaran berikutnya yang bisa kita petik adalah untuk menjadi juara butuh biaya. Kata orang Jawa Timur, Jer Basuki Mawa Beya, untuk mencapai keberhasilan diperlukan biaya. Untuk mendapatkan uang yang banyak harus dipancing dengan uang yang banyak juga. Pernah dengar ayat high risk high return kan?

Langkah inilah yang juga pernah dilakukan The Blues, Chelsea, saat Roman Abramovich membelinya pada tahun 2003. Uang Roman juga mampu mengubah Chelsea dari nothing menjadi something.

Uang memang bukan segalanya ker tapi dia bisa menjadi jalan singkat untuk memperoleh segalanya.

Mustahil rasanya tanpa gelontoran uang em-em an, warung kaki lima bisa mengalahkan restoran besar. Atau toko kelontong bisa mengalahkan supermarket.

Namun ada anomali. Dengan perbuatan baik, sesuatu yang mustahil itu bisa terjadi. Kekuatan uang bisa dikalahkan oleh kekuatan perbuatan baik. Misalnya saja anak tukang becak bisa  berprestasi daripada anak pemilik pabrik.

Ah tapi hari gini, ngomongin ide perbuatan baik di tengah tsunami ide tentang uang, masih relevan?

Salam uang.

(©DPS)

*Photo by Jonny Gios on Unsplash